Sepertinya aku tadi memberi tajuk tulisan ini dengan masalah Sejarah. Kenapa malah pindah ke fisika, lalu ke masalah pendidikan. Ku rasa tidak masalah, karena pembelajaran fisika yang baik adalah yang didasarkan dengan sistem penyelenggaraan pendidikan yang baik. Sistem penyelenggaraan pendidikan yang baik, hanya akan terjadi ketika para pembuat kebijakan pendidikan negeri ini menelaah kembali sejarah keemasan Indonesia. Sejarah bagaimana kita punya banyak pejuang yang gigih melawan imperialisme Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, dan Jepang.

Di masa perjuangan itu, ada hal-hal yang saat ini disembunyikan dari buku-buku sejarah yang ada. Tidak diceritakan oleh para guru sejarah (karena mungkin juga tidak mendapat ceritanya dari para dosennya, terus juga tidak membaca buku). Kemudian banyak para sejarawan yang masih berkiblat dalam penulisan sejarah dengan perspekstif Nerlandosentris (ke-Belanda-an) sehingga tidak proporsional. Bukan bermaksud promosi, tetapi kehadiran buku API SEJARAH 1 & 2 adalah pintu penyadaran untuk membuat kita harus membaca banyak buku dan bukti sejarah yang selama ini sengaja disembunyikan dan disusun dalam rangkaian pengisahan sejarah yang tidak proporsional.

Maka, pelajaran sejarah sebenarnya tidak hanya tanggung jawab guru pendidikan sejarah. Karena sejarah itu perlu disinggung sesering mungkin untuk memotivasi siswa saat belajar berbagai banyak hal dalam merekonstruksi kebangkitan bangsa secara kolektif. Yang jelas, para sejarawan perlu kembali menulis ulang sejarah berdasarkan bukti-bukti sejarah yang masih dipunyai para sejarawan yang pernah dibungkam Belanda atau pemerintahan Orde Baru. Hal ini penting, karena pada masa Orde Baru terjadi penyeragaman penulisan sejarah dan pemusnahan buku-buku sejarah selain yang versi pemerintah.

Mari kita sadarkan diri kita masing-masing tentang pentingnya sejarah. Jika kita masih fanatik bahwa sejarah sebagai ilmu orang-orang sosial, mari kita buat bahasa baru untuk orang eksakta bahwa sejarah adalah teknik rekonstruksi masa lalu. Adanya sejarah yang berhasil kita gali nilai-nilai perjuangannya akan membangkitkan kita. Karena bangsa yang menemukan jati dirinya dan mengenal sejarahnya pasti akan bangkit menjadi bangsa yang besar. Korea sudah membuktikan, China kini sudah menjadi raksasa, dan satu per satu negara yang dulu dikucilkan kini telah senyum menuju kebangkitannya ketika sang Super Power terus terlilit utang hingga akhirnya melakukan cara tidak elok dengan menginvasi negara-negara kaya minyak untuk dijadikan penyambung kehidupannya.

Mari Bapak/Ibu guru, Mas/Mbak kita jadikan perjalanan hidup ini untuk mengenal sejarah kita, untuk menemukan jatidiri ke-Indonesia-an kita. Kemudian membuat sejarah, dan mewariskan sejarah terindah untuk generasi kita nanti.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.