Ceritanya pagi ini aku mulai mengadakan latihan penelitian kecil-kecilan untuk kelas sains, yakni mengamati pertumbuhan kedelai. Sesuai perencanaan hari ini dimulai dengan proses menanam. Pekan kemarin ketua kelompoknya sudah kuberikan juklak untuk membawa alat dan bahan yang digunakan untuk praktek hari ini. Mulai dari menyiapkan botol-botol bekas untuk pot, tanah liat, pupuk hingga biji kedelai. Juklak yang kuberikan standard an cukup singkat. Dan hari ini aku melihat hasilnya? Dan aku menggeleng-geleng kepala sekaligus bersyukur.

Seperti yang sudah-sudah pasti ada kelompok yang tidak lengkap, permasalahan klasiknya adalah koordinasi antar kelas masih sulit dilakukan. Itu tandanya sistem belajar moving classnya masih agak sulit dilakukan untuk ekstrakurikuler ini. Butuh proses cukup panjang deh. Kemudian ternyata waktu mengecek barang-barang yang dibawa ternyata ada hal yang lucu juga. Mulai dari pupuk kandang yang masih basah (kuledekin, wah tadi pagi nunggu di depan kandang dong), kemudian juga kedelai yang dibawa berupa kedelai hitam buat bahan kecap, sampai ada yang membuat media tanam seperti jenang karena kebanyakan air. Namanya juga anak-anak, aku berusaha memaklumi meskipun tak tahan juga untuk tertawa, tetapi setelah dipikir-pikir salahku juga tidak memberi juklak yang lengkap, karena pikirku mereka telah punya pengalaman sebelumnya waktu di SD dulu.

Waktu aku bertanya siapa yang sudah pernah menanam tetumbuhan seperti ini? Nihil. What? Berarti selama ini nggak pernah ada percobaan dong. Trus waktu kutanya siapa yang pernah melihat orang bertanam tetumbuhan seperti ini? Sebagian besar sudah, Alhamdulillah, lumayan paling tidak ada pengalaman melihat. Hal ini membuatku geleng-geleng kepala, sekaligus bersyukur mendapat kesempatan bersama anak-anak orang berada di sebuah sekolah yang cukup favorit untuk belajar tentang sains. Sekacau apa pun hari ini, aku bersyukur melihat mereka mau berkotor ria dengan tanah becek dan pupuk yang bau.

Demikian sekilas inspirasi hari ini. Terima kasih anak-anak, kalian memberi inspirasiku untuk mempersiapkan pembelajaran yang lebih baik ke depan.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.