Pesan Kesabaran

Pagi tadi kulakukan apa yang telah menjadi janjiku kemarin. Aku berangkat dalam kondisi yang sangat nyaman. Tidak tahu kenapa, tetapi mungkin inilah yang dimaksud dengan pertolongan Allah. Yah, dan akhirnya maksud yang baik itu pun terungkap dalam tutur yang baik dalam suasana hati yang tenang. Sebuah keinginan untuk melihat masa depan yang lebih baik, bukan membiarkan sesuatu yang terputus menjadi kian jauh atau tak mengindahkan sesuatu yang tak jelas sehingga terus mengabur.

Rupanya tak cukup sampai di situ, sore harinya tak henti-hentinya Allah mengaruniakan hikmahnya yang memang tak terbatas. Sebuah taujih indah dari guru kami tentang kesabaran. Yah, sabar itu sebuah permata, mengapa karena hampir kebanyakan ulama mengungkapkan bagaimana banyaknya al-Quran menyebut tentang sabar. Karena hakikatnya sabar itu sendiri merupakan sesuatu yang sangat banyak maknanya. Dari sekian maknanya, aku tertarik dengan makna sabar sebagai al-hilmu yaitu kesabaran untuk mengekang amarah atau menahan diri.

Belajar dari Yusuf

Sore ini kami diajak untuk mentadabburi surah Yusuf. Siapakah dia? Dialah salah satu teladan yang luar biasa dalam representasi makna sabar sebagai al-hilmu tadi. Bagaimana tidak? Kisah kehidupannya yang panjang itu akan menyampaikan kita pada satu kesimpulan agar kita meneladani sifat beliau yang indah ini. Meskipun kita mampu melakukan hal yang dibenarkan sekalipun (yaitu membalas keburukan seseorang) tetapi memaafkan adalah lebih mulia. Demikian pula ketika Rasulullah mendapati salah satu ahlul Badar yang membocorkan rencana pembebasan kota Makkah tetapi dimaafkan oleh Rasulullah. Seandainya beliau menganggukkan kepala ketika Umar meminta izin memenggal kepalanya tentu sahabat yang malang itu segera tewas dan mungkin sejarah akan berkata lain. Tapi itulah akhlak Rasulullah yang agung, sabar dalam menahan marah.

Nabi Yusuf, beliau adalah orang yang terlahir dari keluarga terhormat. Ayahnya Ya‘qub, seorang nabi yang mewarisi darah nabi Ishak dan nabi Ibrahim. Siapa yang meragukan kemuliaan nabi Ibrahim, sang kekasih Allah yang selalu mewariskan kenangan terindah menyejarah tentang petualangan cinta sejati seorang hamba kepada penciptanya. Sebagai nabi yang diangkat oleh Allah beliau adalah orang yang dikaruniai mukjizat sebagai orang yang mampu menakwilkan mimpi. Bisa dikatakan itu adalah teknologi tercanggih yang pernah ada diwaktu itu, karena takwil beliau pasti benar seperti apa yang diceritakannya. Parasnya? Jangan ditanyakan lagi. Putra nabi Ya’qub ini diidolakan oleh para orang tua agar anaknya nanti setampan beliau. Yah, laki-laki yang sempurna, kira-kira begitu dalam bahasa para wanita.

bersambung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.