Ketemu Sahabat Baru

Hari ini adalah agenda persiapan terakhir untuk kegiatan NYC. Aku dan beberapa teman-teman yang telah mendaftar jadi panitia satu persatu mulai berdatangan. Meskipun koordinasinya ga jelas, yah karena memang sejak awal sepertinya penggagas acara ini tidak membuat juklak dan juknis yang detil (husnudzannya efek banjir ibukota ini membuat waktu mereka tersibukkan untuk ngurusi korban banjir) sehingga kami yang hanya mengerjakan apa yang diperintahkan mulai dari gulung-gulung kalender sebaga souvenir bagi peserta, angkut-angkut barang dari markas YC ke gedung pertemuan, hingga pengepakan seminar kit.

Hemm, memang terasa ganjil sih. Tapi what ever, bukan masalah buat aku. Toh aku bisa ketemu dengan teman-teman baru yang kebanyakan usianya lebih muda dari aku. Dan seperti biasa, seperti kebiasaan di kampus, hobi nggombalku pasti muncul buat menghidupkan suasana canda dan tawa kami. Tapi tolong digarisbawahi aku bukan tipe penggombal versi PHP apalagi penipu ulung. Semua alami sebagai bakat bawaan seorang calon guru yang hobi ngomong dan bikin lelucon. Semoga tidak kebablasan.

Sampai akhirnya kami merasakan juga nikmatnya makan bersama dalam nampan yang besar dengan menu ala kadarnya. Itulah perjuangan, demikian selalu ditekankan oleh leader kami yang menggagas acara ini. Dan aku pun tidak terlalu risau jika esok hari ternyata tidak sebaik mimpiku ketika aku dulu mendaftarkan diri dalam tim kerja ini. Yah, tujuanku kan emang ingin mendapatkan kawan baru dan merasakan pengalaman sebuah kepanitiaan tingkat nasional. Jadi sudahlah, tidak usah menuntut ini itu, toh sekarang telah terjadi dan harus diselesaikan dong tugasnya.

Alhasil, hanya dengan sebuah koordinasi akhir (lagi-lagi tanpa juklak dan juknis), kami langsung membagi diri dalam beberapa tim. Dan seperti biasanya, aku memutuskan jadi tim palu gada (apa lu mau gua ada). Tim lapis yang siap kerja apa pun. Ternyata Allah mempertemukanku dengan adik-adik yang rajin dan sangat kompak dalam bekerja. Saking imut-imutnya mereka kukira mereka masih anak DS di sekolahan. Ternyata sudah mahasiswa. Barisan ranger putra ada Gio dan Imam. Barisan ranger putri ada Alin (yang kemudian jadi ketua gengnya), Nensi, Ririz, dll (aku lupa). Awalnya mereka terlihat kalem (biasa jaim di pertemuan pertama), tetapi lama-lama kelihatan aslinya. Ha ha ha, emang dasar anak muda, di mana-mana sama.

Kami terus bekerja sampai larut malam dan semua itu tak terasa karena asyiknya canda dan tawa kami. Saling menyemangati dan memotivasi. Dan tentunya saling foto-foto (kok pakai saling ya). Ada si Yoga kriwil yang lucu (duh pengin nyiwel pipinya), si juru potret dari UGM yang handal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses