Sepekan sebelum berangkat ke Jerman, pak Indrawan Yepe pernah memberi wejangan kepadaku dan beberapa teman bakti nusa yang bersilaturahim ke rumahnya. Jangan suka berprasangka, bahkan jika memang penting, tak usah berprasangka baik, karena mungkin suatu saat bisa saja membuatmu kecewa. Jalanilah rahasia hidup ini dengan sikap terbaik dan kesiapan diri.

Dan inilah salah satu hikmahnya. Ketika kami menerima jadwal kegiatan selama di Jerman ini ternyata tertulis, Christmas Lectuer with Prof. Tausch. Sekilas egoku langsung berkata, aku kan muslim, haruskah ikut? Sempat berpikir yang tidak jelas gitu. Kemudian aku bertanya kepada Bu Nurma yang lebih dahulu setahun tinggal di Jerman ini, dan penjelasan beliau sedikit melegakan karena tempatnya tidak dirumah ibadah meskipun untuk acaranya beliau juga belum memberi tahuku. Dan aku ingat pesan Pak Yepe, sudahlah siap-siap saja dengan apa yang akan terjadi nanti, dan nikmatilah perjalanan indah ini.

Pagi ini adalah jadwal yang dijanjikan itu. Waw, ternyata jadwalnya adalah seperti kuliah biasa, di ruang kelas yang sama 2 pekan yang lalu. Yang beda, kali ini ada seorang kameramen, tata cahaya, dan reporter cantik. Ada apa ini? Ternyata Cristmas Lecture ini akan diliput oleh televisi lokal yang ada di kawasan negara bagian NRW. Yang beda lagi, pagi ini Prof. Tausch ditemani oleh Nico dan Inggrid dengan pakaian laboran yang lengkap dengan berbagai alat eksperimen yang telah mereka rangkai dengan apik di depan kami. Waw, sekali-kalinya kami datang ke Jerman bisa masuk TV deh, lagi pula kami memilih kursi paling depan. Luar biasa.

Dalam kuliah ini Prof. Tausch memaparkan 12 cerita klasik tentang berbagai sejarah pernak-pernik yang dipakai orang-orang selama natal, ditinjau dalam dunia kimia. Karena menggunakan bahasa Jerman, saya hanya bisa menangkap beberapa hal saja yang familiar. Di antaranya pembuatan wine, pembuatan gummy, cairan yang membuat uang tidak terbakar meskipun disulut  api dan masih banyak eksperimen lain yang menarik. Jadi hari ini adalah kuliah aplikasi berbagai ilmu kimia yang berkaitan dengan kultur masyarakat dalam merayakan hari natal di Jerman.

Misalnya saat membuat wine, beliau menuangkan air putih biasa dalam gelas pertama, mulai sedikit berbusa, kemudian dituang di gelas kedua (pasti sudah ada sesuatunya), menjadi berwarna pink, kemudian dituang ke gelas ketiga (yang juga ada sesuatunya) menjadi bening seperti vodka, dan terakhir dituang di gelas ke empat (yang pasti juga ada sesuatunya) akhirnya menjadi bir yang busanya cukup lumayan. Beliau kemudian berkelakar beberapa saat, karena tidak mudeng ya ikut tertawa saja saat yang lain tertawa. Tiba-tiba beliau mengambil gelas berisi bir itu dan meminumnya, memudian beliau menawarkan kepada mahasiswa yang berani meminum bir racikannya itu. Katanya enak. Ha ha ha

Praktikum yang lain adalah proses pembuatan wine dengan mengalirkannya pada pipa panjang yang berisi es batu. Karena cairannya memiliki efek fosforsensi, maka ketika lampu ruangan dimatikan tiba-tiba gerakan cairan menuruni pipa dan masuk wadah menjadi sangat indah. Kemudian Nico mempraktekan sebuah eksperimen dengan memasukkan uang 20 euro ke sebuah cairan alkohol yang dan yang satunya ke sebuah cairan yang dinamakan aneh (padahal mungkin air biasa). Ketika uang yang dicelupkan ke cairan alkohol di sulut api, api membakar namun uangnya tidak terbakar. Namun ketika api disulutkan pada uang yang satunya ternyata langsung terbakar habis. Wow, keren sekali.

Yang lain adalah ketika batang mirip gummy (padahal ternyata natrium) dimasukkan dalam cairan, ternyata memiliki efek dahsyat dan menimbulkan efek fosforsensi, wah menarik banget coy. Dan yang paling spektakuler adalah terjadinya gelembung secara cepat seperti kalau kita sehabis mengocok botol berisi Coca Cola kemudian segera membukanya. Ternyata menimbulkan gejala kenaikan busa secara cepat. Dan semua itu terangkum dalam video pemberitaan yang disiarkan oleh WDR. Inilah video keren itu.

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=G5DeRWym1iA]

Kesimpulannya, tidak usah terlalu risau dan berpikir aneh tentang sesuatu hal. Jika kita memang tidak tahu tidak usah menebak-nebak (alias sotoy). Semoga yang menulis ini dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dari kejadian ini.

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.