Rakyat itu Seharusnya …

Partai-partai politik sudah semakin pandai bagaimana berkembang biak, mencangkok diri, dan berokulasi. Rakyatnya dari dulu pemahaman demokrasinya tidak beranjak. Masih tetap bermain di posisi pro dan anti dalam kubu-kubu politik. Padahal rakyat itu asline ndak punya urusan soal persaingan parpol. Rakyat itu ya fokus menikmati hidup dan keguyubannya. Tapi karena perlu ada pemerintahan yang mengatur, […]

Ideologi Pembangunan

Jika masih percaya ada pertentangan ideologi di zaman ini, berarti masih terperangkap di masa lalu. Perang ideologi sudah berakhir di 1965 dengan bubarnya Masyumi dan dihabisinya PKI. Sejak itu ideologi bangsa ini sama, yaitu pembangunan. Maksudnya, menomorsatukan uang dan kekayaan di atas segala-galanya. Metodenya boleh tidak melibatkan tuhan, boleh juga dengan cara “syar’i” dengan nyuruh-nyuruh […]

“Politik” Tingkat Tinggi Para Ulama

Keberpihakan dalam politik elektoral dari para tokoh (yang disebut) ulama di tengah umat yang sedang bergaduh soal aswaja vs wahabi, Islam Arab vs Islam Nusantara, dan kondisinya tertindas secara ekonomi seperti sekarang hanya akan menambah meriah gejolak politik yang sedang berlangsung. Entah besok menjelang pilpres betapa semakin gaduhnya, mulai dari yang di medsos sampai yang […]

Gagal Paham Publik Atas Demokrasi

Adanya pemilu secara periodik ini dimaksudkan agar pergantian kekuasaan tidak harus pakai kudeta dan perang perebutan kekuasaan. Nah, di sini peran rakyat sangat menentukan. Sebagai pemilik kedaulatan tertinggi, seharusnya rakyat mengkonsolidasikan dirinya sebagai rakyat, bukan pendukung calon-calon penguasa maupun yang sedang berkuasa. Yang dukung calon-calon penguasa dan yang sedang berkuasa itu ya biar timses. Bila […]

Rakyat Bukan Pemain, Bukan Pula Supporter, Tapi Lebih Tinggi Dari Itu

Teman-teman yang jadi aktivis parpol sudah semestinya memang akan mencitrakan parpolnya dengan baik, kan sebentar lagi pemilu. Itu sudah sewajarnya, selama hal itu diikuti dengan bukti konkrit dari program partainya. Maka apapun yang dikatakannya, tidak akan pernah saya bantah. Karena sebagai rakyat, ya lebih baik menonton dan memberi keputusan untuk memercayainya atau tidak di saat […]

Musyawarah

Mengapa dalam Islam sangat dianjurkan (bahkan diwajibkan) bermusyawarah. Sebab itu untuk melatih kemampuan berpikir, berpendapat dan membiasakan sikap lapang dada menerima keputusan. Atau gentle keluar dari kesepakatan jika memang tidak sanggup. Sifat keputusan musyawarah itu mengikat mereka yang bersepakat. Makanya tidak perlu ada komando-komandoan. Sebab semua tinggal menjalankan kesepakatan. Paling satu dua orang memulai melaksanakan, […]

Rakyat Mandiri

Tanda membaiknya situasi ke depan adalah jika rakyat mulai “biasa wae” dengan segala tingkah polah para politisi. Apalagi jika rakyat mulai kreatif dan mandiri mengatasi masalah-masalah riilnya sambil mencari cara menghindari membayar pajak. Pembangunan wilayah seperti jalan kampung, instalasi air, pengelolaan sampah diurus sendiri. Kelak jika polarisasi terbentuk antara rakyat vs kapitalis, maka pemerintah juga […]

Hidup Seimbang, Tanpa Politisasi

Kehidupan menjadi indah jika semua tidak dipolitisasi. Biarkan politisi kampanye untuk menduduki kekuasaan lewat gagasannya. Budayawan tetaplah menjaga akal sehat bangsa lewat karya-karya kepujanggaannya. Para ilmuwan tetap menjaga akal sehat bangsa dengan rasionalitas dan keahliannya. Jangan semua mendadak jadi politisi. Jangan pula rakyat mendadak jadi pendukungnya si anu dan anti si anunya. Rakyat itu mestinya […]

Belajar Menjadi Rakyat

Di usia yang sudah di atas 20 tahun, kesadaran peran itu semakin muncul. Saya bisa bersuara macam-macam saat ini, karena saya berada pada kondisi bebas merdeka. Sebagai petualang yang terus belajar, saya manfaatkan saat-saat seperti ini untuk terus mengasah kepekaan logika dan realita. Berbeda jika saya jadi seorang kader parpol. Maka tidak etis menjelek-jelekkan parpol […]

Politik Selera Pasar

Cara berpolitik bagi generasi muda yang paling cepat adalah nempel di politisi senior. Cepat menanjak lho karirnya. Tenan iki. Tapi kalau mau sungguhan ya berangkat dari nol. Bangun reputasi dari bawah. Punya massa yang bersifat ideologis karena setiap hari dibina. Demikian pula cara parpol menggaet suara paling cepat adalah merekrut para “artis” sebagai caleg dan […]