Musyawarah

Mengapa dalam Islam sangat dianjurkan (bahkan diwajibkan) bermusyawarah. Sebab itu untuk melatih kemampuan berpikir, berpendapat dan membiasakan sikap lapang dada menerima keputusan. Atau gentle keluar dari kesepakatan jika memang tidak sanggup. Sifat keputusan musyawarah itu mengikat mereka yang bersepakat. Makanya tidak perlu ada komando-komandoan. Sebab semua tinggal menjalankan kesepakatan. Paling satu dua orang memulai melaksanakan, […]

Rakyat Mandiri

Tanda membaiknya situasi ke depan adalah jika rakyat mulai “biasa wae” dengan segala tingkah polah para politisi. Apalagi jika rakyat mulai kreatif dan mandiri mengatasi masalah-masalah riilnya sambil mencari cara menghindari membayar pajak. Pembangunan wilayah seperti jalan kampung, instalasi air, pengelolaan sampah diurus sendiri. Kelak jika polarisasi terbentuk antara rakyat vs kapitalis, maka pemerintah juga […]

Hidup Seimbang, Tanpa Politisasi

Kehidupan menjadi indah jika semua tidak dipolitisasi. Biarkan politisi kampanye untuk menduduki kekuasaan lewat gagasannya. Budayawan tetaplah menjaga akal sehat bangsa lewat karya-karya kepujanggaannya. Para ilmuwan tetap menjaga akal sehat bangsa dengan rasionalitas dan keahliannya. Jangan semua mendadak jadi politisi. Jangan pula rakyat mendadak jadi pendukungnya si anu dan anti si anunya. Rakyat itu mestinya […]

Belajar Menjadi Rakyat

Di usia yang sudah di atas 20 tahun, kesadaran peran itu semakin muncul. Saya bisa bersuara macam-macam saat ini, karena saya berada pada kondisi bebas merdeka. Sebagai petualang yang terus belajar, saya manfaatkan saat-saat seperti ini untuk terus mengasah kepekaan logika dan realita. Berbeda jika saya jadi seorang kader parpol. Maka tidak etis menjelek-jelekkan parpol […]

Politik Selera Pasar

Cara berpolitik bagi generasi muda yang paling cepat adalah nempel di politisi senior. Cepat menanjak lho karirnya. Tenan iki. Tapi kalau mau sungguhan ya berangkat dari nol. Bangun reputasi dari bawah. Punya massa yang bersifat ideologis karena setiap hari dibina. Demikian pula cara parpol menggaet suara paling cepat adalah merekrut para “artis” sebagai caleg dan […]

Tari Perang

Mengapa di berbagai wilayah Nusantara selalu ada tari perang? Boleh jadi memang dahulu masyarakat kita adalah masyarakat petarung. Petarung itu maksudnya, mereka sangat menjunjung tinggi martabat mereka, sehingga jika kehormatan mereka direndahkan, mereka tidak takut mati untuk mempertahankannya. Bukan masyarakat yang hobi mencaploki wilayah. Itulah mengapa Nusantara ini terdiri atas ratusan wilayah kekuasaan, baik dalam […]

Demkrasi Rasa Oligarki

Tradisi demokrasi itu masih sulit diterapkan dan menjadi PR panjang bangsa kita. Peradaban kita berabad-abad dipandu kekuasaan monarki dan aristokrasi. Tradisi kebudayaan kita membentuk cara kita berpikir tidak egaliter, tetapi elitis. Itulah yang ditangkap para pendiri bangsa kita sehingga mereka merumuskan sistem kenegaraan kita dalam bentuk “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”. […]

“Penjajahan” Syams dari Masa ke Masa

Kita harus fair, bahwa pasukan Persia, kemudian pasukan Romawi Byzantium, kemudian pasukan Madinah, kemudian pasukan Frank Eropa, kemudian pasukan Shalahuddin, kemudian pasukan Utsmani, kemudian pasukan Inggris dan koalisi Arab merdeka pro Inggris sebenarnya sama-sama penakluk dan (bisa juga disebut) penjajah jika dilihat dengan kacamata ilmu sosial modern ini ketika mereka merebut tanah Syams (termasuk Palestina) […]

Siap Nggak Jadi Rakyat?

Sudah sewajarnya menjadi rakyat itu lebih banyak kritisnya dari pada apresiasinya kepada pemerintah. Sebab ini negara republik dengan aturan demokrasi. Yang jadi masalah adalah kalau yang poin dikritik bukan masalah-masalah publik yang sudah disepakati tapi tidak dijalankan pemerintah. Seperti yang berjalan saat ini, kritik yang bertebaran lebih banyak bernuansa sentimentil dan sektarian. Sebagai rakyat, berarti […]

Kotak “Kosong” Demokrasi

Di antara tanda demokratisnya pemilu itu kalau nanti KPU menyediakan pilihan “KOSONG” berapa pun kandidatnya. Karena itu bukti kerendahan hati dari negara bahwa tidak semua rakyat yang datang ke TPS itu pasti pro ke salah satu kandidat yang ada, bisa jadi mereka tidak setuju pada semuanya. Dengan adanya pilihan “KOSONG” itu, maka angka golput bisa […]