Mungkin efek peristiwa 1965 itulah yang bikin asosiasi pegawai, karyawan, driver ojol, dll nggak bisa bersatu membentuk partai buruh. Takut dicap PKI.

Padahal nyaris semua partai hari ini dikendalikan oleh para konglomerat, tanpa terkecuali. Terus bagaimana mengimbangi dominasi mereka kalau tidak ada partai buruhnya?

Itu belum lagi petani, nelayan, dan pedagang pasar. Seharusnya mereka juga perlu mendirikan partai yang khusus memperjuangkan aspirasi mereka agar terjadi perimbangan kekuasaan di parlemen.

Kalau partai-partai cekeremen macam sekarang yang para elitnya adalah pengusaha besar, aspirasi macam mana yang akan diperjuangkan? Tentu saja ya aspirasi mereka sendiri-sendiri lah ya. Rakyat cuma disuruh nyoblos, lalu mereka bersuka cita menggunakan anggaran untuk pesta pora.

Coba pelajari semua platform partai-partai yang ada sekarang, rak muk naratif, awang-awangen, luas dan nggak fokus. Umumnya partai-partai di Indonesia ya kek gitu semua. Entah apa memang orang Indonesia itu maniak sama yang wah-wah gitu atau memang disengaja dirancang oleh para politikus senior agar para politikus muda yang bergabung menjadi error dan rakyat yang mendukung juga nggak paham-paham.

Padahal kekuasaan itu paling riil adalah bagaimana berbagi akses untuk mencapai kesejahteraan. Lha kalau kekuasaan dipegang konglomerat terus, ya mana mungkin rakyat sejahtera. Wong sejak dari petinggi parpol hingga anggota parlemennya adalah orang-orang konglomerat semua. Nanti eksekutifnya ya sudah pasti melayani kepentingan para konglomerat. Memangnya rakyat perlu dipikirin? Wong diabaikan juga bisa kok.

Eh tapi, kalau nanti partai buruh, partai petani, partai nelayan, dan partai pedagang kecil berdiri jangan-jangan ketua partainya akhirnya juga naik kasta jadi konglomerat? Ya seharusnya anggota-anggotanya siap menghempaskan ketua-ketuanya yang berkhianat. Tapi msalahnya, kebanyakan dari kita itu pengin kaya dan kalau bisanya kayanya tanpa kerja keras. Jadi nganggur kalau bisa dapat duit banyak.

Surakarta, 26 Maret 2019

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.