Transaksi Islami

Dalam sebuah hubungan pertemanan tentu pernah kan kita bertransaksi dengan cara yang tidak wajar menurut hukum bisnis secara umum. Misalnya kita karena saking senengnya sama teman kita dan lagi punya banyak uang kita membeli barangnya tanpa minta uang kembali. Atau saat kita menjual sesuatu kepada teman yang butuh tapi dia tidak punya uang cukup kita […]

Majma’al Bahrain

Saya lebih memercayai tafsir “majma’al bahrain” yang diterjemahkan “tempat pertemuan dua laut” di surat al Kahfi yang mengisahkan perjalanan Musa berguru pada Khidir itu sebagai simbolisasi, bukan sebagai tempat dalam arti fisik. Di rangkaian ayat itu tertera bagaimana Khidir terlihat enggan mengajari Musa, karena dia tahu bahwa Musa tidak akan sanggup memahami ilmu yang diajarkannya. […]

Al Quran Diperuntukkan Bagi Orang-Orang Berakal

Al Quran itu standar ideal dari konten, metodologi, dan konteks dari kehidupan manusia sepanjang zaman. Karena al Quran diturunkan kepada orang yang berakal, sudah pasti al Quran ya bisa ditafsirkan dong. Lha kalau yang berhak menafsirkan al Quran cuma Allah, terus untuk apa al Quran diturunkan kepada manusia? Yang tidak boleh itu, memaksakan tafsirmu kepada […]

Riba dan Konsekuensinya Bagi Kehidupan Umat Islam (bagian 8)

Israel yang sebenarnya memiliki kekuatan penuh untuk melenyapkan Palestina dalam waktu sekejap tidak bakal bertindak bodoh. Negara perampas itu tentu memperhatikan opini dunia agar tindakan mereka mendapatkan legitimasi. Makanya, penguasaan media global digencarkan. Setidaknya dunia mulai mudah ditipu dengan berbagai peristiwa manipulatif mulai dari isu terorisme hingga berbagai demonisasi pemimpin Arab yang berujung pada penyerbuan […]

Riba dan Konsekuensinya Bagi Kehidupan Umat Islam (bagian 7)

Nah, sekarang jangan tanya lagi soal riba atau tidak kita dalam bertransaksi. Menurut saya, transaksi kita saat ini secara hakikat ya riba kaffah, wong sistemnya sudah jelas semacam itu. Cuma kita berharap Allah memberi dispensasi kepada kita sebagai sesuatu yang darurat, karena kita juga tidak bisa lepas dari sistem itu saat ini. Asalkan kita kemudian […]

Riba dan Konsekuensinya Bagi Kehidupan Umat Islam (bagian 6)

Lalu dimana letak ribanya jika dolar masih dapat dicairkan emasnya? Awalnya dolar memang masih bisa dicairkan menjadi emas dengan ketentuan harga yang makin tahun makin merosot. Karena jumlah uang kertas yang beredar terlalu banyak, sementara emas jaminannya tidak sebanyak uang yang beredar. Akhirnya ada sebuah perjanjian yang menutup pencairan emas tersebut. Artinya uang dolar benar-benar […]

Riba dan Konsekuensinya Bagi Kehidupan Umat Islam (bagian 5)

Sejak dunia diwarnai oleh kolonialisme, maka lahirlah berbagai kerusakan yang tidak terperikan karena materialisme melahirkan aneka paham yang aneh-aneh. Dimulai dari kapitalisme yang mesin pembangkit utamanya adalah riba melalui konsep uang kertas itu, perlahan lahir berbagai paham baru yang semakin hari semakin banyak hingga kini. Dan yang menyedihkan, umat Islam akhirnya tergiur untuk menerimanya sehingga […]

Riba dan Konsekuensinya Bagi Kehidupan Umat Islam (bagian 4)

Peristiwa yang luput disadari umat Islam adalah ketika bangsa Eropa yang semula mudah ditaklukkan meskipun mereka berkoalisi besar-besaran menggempur kekuasaan Islam untuk merebut Yerusalem, tiba-tiba memiliki sebuah kekuatan besar yang tak terkalahkan untuk menguasai dunia. Peristiwa itu ditandai dengan hancurnya pusat kekuasaan Islam di Spanyol (Andalusia). Di sisi timur, bangkit pula kekuatan besar yang tak […]

Riba dan Konsekuensinya Bagi Kehidupan Umat Islam (bagian 3)

Nah bagaimana riba mulai hidup kembali setelah berhasil diberangus oleh Rasulullah dan para sahabat? Di masa tegaknya kekuasaan Islam, baik saat dipimpin raja yang adil maupun raja yang zalim, riba tidak dapat berkembang karena penjaga umat secara ilmu ada pada para ulama, bukan pada penguasa. Penguasa hanya menjadi representasi fisik kekuasaan Islam untuk melindungi teritorial […]

Riba dan Konsekuensinya Bagi Kehidupan Umat Islam (bagian 2)

Berdasarkan sejarah Rasulullah, riba dapat dihentikan dengan membangun pasar baru yang berkeadilan. Jadi, prinsip dasar melawan riba itu dengan pendekatan etika, bukan dengan banyak-banyakan modal tapi tetap dengan praktik yang sama. Jadi metodenya bukan membuat bank syariah bersaing dengan bank konvensional sementara induknya sama dan tetap berdiri. Kalau bank syariah itu sebagai bentuk syahadat dari […]