Menurut saya, demografi manusia yang hidup di setiap zaman, berdasarkan kemampuan interaksinya terbagi dalam tiga kategori: 1) raja-raja, 2) kawula, 3) kaum perdikan. (NB: istilah versi saya sendiri). Raja-raja adalah manusia-manusia yang mencenderungkan dirinya untuk eksis dan mendominasi orang lain untuk kepentingan dirinya dan golongannya sendiri. Mereka bisa mendominasi melalui pemikiran, ekonomi, kekuasaan, maupun kesemuanya. […]
Umat Transenden
Dalam al Quran, umat Islam zaman nabi itu digambarkan sebagai umat yang transenden. Artinya kehidupan yang mereka bangun itu atas dasar kemandirian dan peperangan yang terjadi karena pertaruhan harga diri sebagai seorang muslim. Dalam sejarah Nabi, umat Islam tidak pernah memboikot musuh secara ekonomi. Jadi meski pasukannya sedang berperang, pedagang-pedagang Madinah tetap bebas berdagang dengan […]
Internasionalisme Semu
Sekarang itu kalau kita bicara menurut hukum Internasional bla bla bla ….. itu asline kan refer to AS dan sak wadya balane kan. Hahaha. Dan itulah yang tidak masuk akal. Saya dulu, jaman referensinya masih buku-buku sejarah sekolah percaya bahwa PBB dan IMF adalah lembaga istimewa dunia yang bisa membangun jaringan negara-negara di dunia agar […]
Ngrumangsani Kalah
Suasana kebersamaan menyelimuti rumah Maiyah Solo. Para peserta tampak berdatangan setelah shalat isya’. Menjelang pukul setengah sembilan, mas Wasis mengawali pertemuan dengan mengajak jamaah membaca al Quran yang dipimpin oleh mas Rafi. Setelah itu dilanjutkan dengan shalawat bersama. Jamaah khusyu’ mengikuti amalan pembukaan itu. Selanjutnya, sesi diskusi dibuka dengan senandung Kidung Wahyu Kalaseba yang dibawakan […]
Binatang Dabb di Akhir Zaman
Fenomena fisik yang saat ini saya yakini sebagai kebenaran kabar akhir zaman adalah negara Israel. Menurut saya, Israel adalah kiasan dari binatang dabb, yang membawa tongkat musa dan cincin sulaiman, yang akan menunjukkan keimanan dan kekafiran setiap orang. Artinya sikap dan pandangan kita terhadap negara Israel dengan sendirinya menegaskan kita saat ini mukmin atau kafir. […]
Utang Luar Negeri Kita
Jane simpel kok, jaman Pak Harto beliau utangnya ke Barat dan sekutu-sekutunya. Nah, jaman Pak Jokowi sekarang, beliau utangnya ke Tiongkok dan sekutu-sekutunya. Mereka berdua sama-sama ingin membangun infrastruktur agar pertumbuhan ekonomi bangsa ini meningkat. Nah masalahnya, kalau Barat dulu cuma mengirim konsultan sambil merampok secara halus lewat perusahaan-perusahaan multinasional dengan jumlah rampokan yang fantastis, […]
Antara Pak Harto dan Pak Jokowi
Sebagai orang Jawa Tengah-an, saya lihat Pak Jokowi itu banyak terinspirasi Pak Harto. Bedanya, pemerintahan Pak Harto didahului Bung Karno yang dikenal gagah berani sebagai pemimpin dunia. Sedangkan pemerintahan Pak Jokowi didahului mama papa yang ga akur dan kedua-duanya hobi kencan sama tetangga. Satunya AS, satunya lagi Tiongkok. Pak Jokowi sepertinya prihatin lihat bangsa Indonesia […]
Kesadaran Manusia
Ketika di kampus saya pernah diberi teori tentang kesadaran manusia sebagai sebuah bagian dari sistem. Pada praktiknya, terjadilah pemberhalaan sistem, di mana manusia-manusia dikerdilkan pikirannya atas nama sistem, entah itu pendidikan, politik, ekonomi, dll sehingga seolah-olah sistem itu lebih besar dari manusianya. Padahal yang bikin sistem itu dulunya juga para manusia. Itulah mengapa setelah keluar […]
Berpihak Pada Nilai, Bukan Wadagnya
Nikmati sajalah hidup meski dicap sebagai orang munafik karena kita mengacu kepada “nilai”. Soalnya kebanyakan orang sekarang kan acuan keberpihakannya kepada orang, kepentingan, dan institusi. Ketika kita berpihak pada nilai, misalnya nilai keadilan, kita mendukung si A saat dia menegakkan keadilan. Tapi di lain waktu kita mungkin akan berlawanan dengan si A, karena dia sedang […]
Beginilah Cara Saya Ber-Facebook-an
Selama jadi pengguna Facebook, saya belajar menemukan pola komunikasi terbaik yang bisa saya lakukan. Ada tahapan-tahapan yang saya lalui, hingga seperti hari ini. Setiap orang yang me-add saya, pasti langsung saya konfirmasi selama kuota pertemanan masih ada. Kemudian, jika mereka rewel dan merusak mood saya, maka tinggal saya unfriend hingga saya blok, sesuka saya, kan […]





