Selama jadi pengguna Facebook, saya belajar menemukan pola komunikasi terbaik yang bisa saya lakukan. Ada tahapan-tahapan yang saya lalui, hingga seperti hari ini.

Setiap orang yang me-add saya, pasti langsung saya konfirmasi selama kuota pertemanan masih ada. Kemudian, jika mereka rewel dan merusak mood saya, maka tinggal saya unfriend hingga saya blok, sesuka saya, kan hak prerogatif saya.

Jika mereka mengajak diskusi, saya layani sesuai dengan kemampuan saya dan tingkat konektivitas di antara kami. Saya lebih suka guyonan di status teman-teman saya ketimbang serius, meskipun kalau saya menulis status pasti lebih sering serius.

Saya sangat tidak keberatan jika teman-teman saya tidak membaca status saya, tidak me-like, ingin meng-unfriend saya, bahkan mengeblok saya. Saya tidak juga ambil pusing dengan status teman-teman saya, terserah mereka menulis apa, sak karepmu no, toh saya tinggal skip untuk tidak saya baca.

Saya menghindari untuk menceramahi secara personal di dunia maya, karena kata-kata spontan di Facebook itu sangat tidak bisa mencerminkan perbuatan seseorang di dunia nyatanya. Saya cenderung menggunakan pendekatan global dan terselubung untuk memasukkan hal-hal yang ingin saya bagi terkait informasi. Makanya mohon maaf ya bagi yang sukanya to the point dan mintanya yang jelas-jelas (kayak orang yang nunggu jawaban lamaran) silahkan tidak usah membaca status-status saya. Dari pada umup sirahmu, njuk nesu-nesu lucu piye ngono.

Bagi saya, Facebook adalah barang netral, namun cenderung merusak tata kehidupan manusia karena mayoritas penggunanya saat ini memang mengalami ketidakberesan dan ketidakseimbangan. Jadi saya sangat maklum jika di Facebook ini terjadi aneka kelucuan. Saya tidak peduli dengan ghibah di belakang tentang saya akibat status-status saya walau suara-suara itu terkadang sampai ke telinga saya juga. Saya tidak perlu merespon apa-apa dan tidak punya urusan dengan yang seperti itu, wong memang mereka ingin menikmati hal itu. Saya tidak enak malahan kalau mengganggu mereka yang hobi ngrasani semacam itu, biar tetap khusyu’ menggunjing. Kan lagi pesta makan daging bangkai, makanya biar tutug. Dan mending saya nyate.

Kesimpulannya, saya akan tetap memakai Facebook sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Saya akan tetap menulis status, menelurkan gagasan pikiran saya dalam ukuran-ukuran kepantasan yang sudah saya perhitungkan dan siap saya pertanggungjawabkan.

Ada yang mau protes? Proteslah. Boleh kok.

Juwiring, 10 Desember 2016

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.