Proposal Langit untuk Negeriku

Boleh-boleh saja kan misalnya suatu saat rakyat di desa-desa yang telah mandiri itu menjadi motor untuk memberikan pernyataan konstitusional dalam mengoreksi pemerintahan. Misalnya setelah KPU mengumumkan calon-calonnya, lalu pas pilkada sekian desa golput bersama. Ketika dikonfirmasi mengapa golput, rakyat di desa-desa itu sudah cerdas dengan menjawab, “lha calon yang tersedia tidak ada yang layak dipilih.” […]

Menyambung Harapan

Sejak peristiwa-peristiwa aneh 2014, saya sudah tidak terlalu mengandalkan sistem. Saya mulai belajar memercayai manusianya, bahwa setiap orang punya potensi baik dan buruk, maka interaksi kita secara manusia tetaplah menghargai hak-hak kemanusiaannya, dan interaksi secara kepentingan tetaplah memperhatikan kecenderungan yang sedang berjalan secara aktual. Saya dulu tidak memilih Pak Jokowi, tapi saya beruntung hari ini […]

NU yang Kukenal

Yang saya tahu, meskipun hari ini banyak kepentingan yang mencoba untuk menstrukturkan NU, tapi berdasarkan sejarahnya NU adalah organisasi paguyuban para ulama beserta umatnya. Mereka berdiri sejajar satu sama lain. Kehormatan antar ulama diiakui karena ilmu dan pengabdian, bukan karena hasil voting. Jika KH Hasyim Asy’ari diakui sebagai Rais Akbar itu karena kewibawaan dan keutamaan […]

Bertahan di Era Kapitalisme Global

Malam ini, Cak Nun dan Kiai Kanjeng hadir membersamai masyarakat di IAIN Surakarta. Acara yang diselenggarakan oleh civitas akademika kampus Islam itu mengangkat tema “Peran Agama dalam Menjaga Budaya Lingkungan Hidup”. Diawali dengan doa Khatmil Quran, semua hadirin khusyuk mengikutinya. Kemudian Cak Nun mempersilahkan Rektor IAIN Surakarta untuk memberikan pengantar berkaitan dengan tema yang diusung. […]

Pemahaman Sejarah yang Timpang

Pernahkah kita bertanya, mengapa kok mainstream kajian sejarah Islam yang ada di masjid-masjid selalu dominan pada peperangan penaklukan, sementara kisah para sahabat yang jumlahnya ribuan dan menyebar ke berbagai wilayah untuk mendakwahkan Islam sejak sebelum Rasulullah wafat seolah lenyap, atau setidaknya tidak banyak dikaji? Bukankah soal penaklukan kekuasaan Byzantium dan Persia oleh pasukan Islam sebenarnya […]

Belajar Tidak Sama Dengan Sekolah

Di sekolah-sekolah, guru-guru Pendidikan Kewarganegaraan tidak pernah bercerita tentang negara, bahwa negara itu sebenarnya hanya sesuatu yang imajinatif. Ia bisa batal dalam sekejab jika rakyat satu negara tidak mengakuinya. Menjadi warga negara yang baik itu perlu. Tapi ya negaranya dipastikan dulu statusnya sehat apa tidak. Kalau negaranya sakit, status warga negara dicopot dulu lah. Saatnya […]

Menegakkan Kembali NKRI

Jangan bilang hutang negara to, mana bisa ada istilah hutang negara. Yang ada ya hutang pemerintah. Kalau memang negara itu benar-benar ada, kita bisa menetapkan uang sendiri untuk keperluan perputaran ekonomi kita tanpa harus diintervensi oleh yang namanya IMF dan World Bank. Berbesar hatilah menerima bahwa negara yang kita percayai masih ada ini, sebenarnya tinggal […]

Generasi Mu-NU

Surat al Maaun itu sebenarnya sudah cukup untuk menjadi semacam instrumen evaluasi bagi umat Islam, baik sebagai personal maupun sebagai komunitas. Dan itulah filosofi dasar lahirnya gerakan Muhammadiyah. Maka fokus gerakan Muhammadiyah pada awal-awal adalah pelayanan sosial kemasyarakatan. Sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) dideklarasikan karena perlunya payung kebersamaan dari para ulama di Nusantara. Jadi NU bukan […]

Percaya Sistem atau Manusia?

Jangan terpaku pada sistem, tapi mending perhatikan betul manusia-manusianya. Ada kalanya kita bisa memercayai orang baik, meskipun dia berada dalam sistem yang kurang baik. Ada kalanya kita bisa kehilangan kepercayaan pada sistem yang kita sangka baik, karena beberapa gelintir orang-orang yang berkhianat. Meskipun kita telah menyatakan perang terhadap riba (dalam arti yang sebenarnya), tetapi tidak […]

Puasa dan Menanti Saat Berbuka

Di Maiyah Mocopat Syafaat 17 November kemarin, Habib Hasan sampai meminta Mbah Nun, “Sampai kapan keadaan begini terus dibiarkan? Ayolah Cak, kumpulkan kembali para sultan, para ulama, dan berbagai elemen masyarakat Nusantara untuk segera melakukan musyawarah menyikapi persoalan bangsa yang sudah makin kacau ini.” Simbah menjawab, “Saya sudah sejak awal menetapkan puasa bagi hidup saya. […]