Ceritanya beberapa waktu lalu akhirnya kesampaian juga mimpi untuk beli perangkat Android, setelah sekian waktu cuma kepingin terus setiap kali membuat tulisan review seputar gadget dan perangkat Android. Dengan izin Allah dan rezeki yang dititipkan lewat seseorang untukku akhirnya kubeli sebuah perangkat Android dari salah satu juniorku. Kata orang mungkin mahal, kataku nggak. Karena kalau aku dah terlanjur suka barangnya, uang masalah kedua.

Beberapa waktu aku cukup keasyikan dengan mainan baruku ini. Aku bahkan terkadang menghabiskan waktu pagi di awal-awal memiliki itu dengan bermain berbagai fitur yang sudah tersedia. Maklum, mungkin ini adalah hal yang pasti terjadi di kalangan orang-orang yang baru memiliki sesuatu yang dia idam-idamkannya.

Kian hari, tentu saja aku mengalami perkembangan baik dalam pemahaman cara pakai maupun keinginan untuk mengeksplorasi banyak hal dari perangkat Androidku. Yang jelas, aku sudah mulai meninggalkan dunia game, sehingga di tabletku ini jelas tidak ada satu pun game yang kutanam kecuali teka-teki silang (TTS). Dan bagiku, itu bukanlah game.

Salah satu hal baru yang membuatku tercengang adalah fitur Quran Android yang bisa ditanam langsung di gadget kita, tersedia gratis di Play Store. Aplikasi ini memungkinkan kita membuka mushaf lewat perangkat seperti membuka mushaf betulan dengan khat Naskhi khas seperti mushaf terbitan Madinah. Jadi sekarang tilawah tidak perlu membawa mushaf ke mana-mana, karena cukup buka gadget sudah bisa membaca Quran. Jadi tilawah harian tidak ada alasan lagi untuk bolong, dengan alasan lupa bawa mushaf atau canggung kalau buka mushaf di tempat umum.

Fitur lainnya adalah kita dengan mudah mendownload kitab-kitab induk hadits yang telah ditulis para ulama, mulai dari Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Al-Muwatha, Musnad Imam Ahmad dll dengan gratis dan di sana tertulis dengan jelas Bahasa Arab maupun terjemahannya. Dan masih banyak lagi sumber-sumber belajar agama yang dapat ditanam di perangkat secara gratis. Luar biasa!

Selain itu, dalam hal umum semua juga telah tersedia lengkap. Tinggal kita mau memanfaatkannya atau tidak. Mulai dalam soal bahasa, sastra, seni budaya, sosial humaniora, semua tersedia. Yang terpenting di sini adalah bahwa sarana itu merupakan pembuka awal wawasan kita yang selanjutnya perlu dikonfirmasikan dalam kajian, diskusi, hingga presentasi.

Lalu aku berpikir bahwa hari ini kita berada dalam situasi yang cukup menantang. Kita sudah tidak punya lagi alasan mengelak untuk tidak menjadi seorang muslim yang baik. Mengapa? Karena semua fasilitas tersedia tanpa harus berusaha sekeras dahulu. Namun hari ini kita juga dihadapkan pada kondisi lingkungan yang selalu menguji ketahanan iman kita. Barangkali satu perangkat Android yang memiliki fitur lengkap seperti itu akan menjadi salah satu saksi kita di hari persaksian nanti.

Saat kita bilang tidak bisa beramal dan tidak berilmu, maka boleh jadi ia datang untuk membantah argumentasi kita. Ia akan membantah pada orang-orang yang memilikinya dengan ketidakinginan dan ketidakpeduliannya pada fasilitas yang super canggih tersebut. Ia juga akan membantah pada orang-orang yang tidak mampu membelinya saat sebenarnya untuk ukuran manusiawi mereka mampu membeli sebagai sarana untuk belajar dan semakin dekat dengan Islam.

Kilatan pemikiran ini pun membuatku sedikit cemas. Bismillah, semoga dengan perangkat baru ini, aktivitas hidupku semakin bermakna.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.