Pernahkah kalian melakukan sesuatu tindakan yang tidak dipercayai oleh diri sendiri? Terlepas tindakan itu baik atau buruk. Aku sesekali mengalami itu kawan. Bahkan aku pernah mendiagnosa diriku sendiri bahwa aku mengalami kelainan jiwa. Karena aku tidak mampu bercerita tentang anomali diriku sendiri kepada orang lain. Mencari-cari pengetahuan tentang anomali ini dalam referensi-referensi psikologi juga belum ketemu hingga hari ini. Dan dititik ini kusadari bahwa mengurus diri sendiri itu jauh lebih sulit.

Lagi lagi, dalam kondisi yang ga nyaman seperti ini aku lebih memilih memposting syair-syair yang membuatku semangat untuk berperang melawan diri sendiri.

Berikanku sebaris kata

Untuk ku susuri jalan gelita

Mentera keramat kata pujangga

Azimat yang bermakna

 

Di depan simpang bercabang tiga

Tak tahu mana satu arahnya

Kanan kiri manusia berdusta

Mungkir pada Yang esa

 

Mungkin ku bukan watak utama

Dalam pentas lakonan dunia

Bimbang juga ku turut sama

Pastinya aku yang binasa

 

Berikan aku pedoman

Arah mana jalan kehidupan

Untuk ku teruskan pergembaraan

Tak rebah dan tersalah langkah

 

Tunjukkan aku kawan

Simpang mana arah kejayaan

Timur utara juga selatan

Atau arah mentari terbenam

 

Bersama menyusuri jalan

Para rasul nabi junjungan

Menuju ke puncak gemilang terbilang

Iman di dada mengiring langkah

(Satu Tekad – UNIC)

2 Comments

    1. Ardika Abuzaid

      jiah …. ini mah ga ada kaitannya dengan korban. Bahaya kalo anomali mas sampe menular. Biarlah yang menular itu sisi yang “aneh” saja. Bukan yang anomali ini. Mas aja pengin ini ilang kok. Yeeeeeee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.