Dulu ketika usiaku masih kecil, usia-usia SD begitulah, setipa kali aku membuka mata dan bangun pagi, terdengar di belakang rumah kicauan beburung yang teramat indah. Aku masih teringat hingga kini keindahan suara burung pipit, kutilang, prenjak, pentet, hingga dekuku yang silih berganti menghiasi pagi hari di desa. Dan mungkin hari ini tinggal hanya kumpulan burung pipit yang masih setia berkicau, dan sesekali kutilang untuk singgah di dahan pepohonan yang kian sedikit itu.

Dan cerita di atas tidak ada kaitannya dengan judulnya. Tadi pagi adik-adik kelompok studi riset dan teknologi SIM akhirnya dapat berkumpul untuk yang pertama kalinya. Dengan dirawat oleh emak-emak SIM yang paling terkenal kemurahan makanannya, dipimpin oleh pesawat yang terkenal kocaknya, serta dibimbing oleh manusia aneh bin ajaib tentang perteknologiannya, jadilah pertemuan pagi hari ini menyenangkan plus membuat perut mulas. Terlebih lagi ada pasangan tante dan keponakannya yang sangat meramaikan suasana hingga yang pikirannya agak lempeng jadi bengkok-bengkok kayak hasil transformasi Fourier.

Kalau melihat wajah-wajah imut yang udah kena biusnya Krisna, Kalis, Erny, dan tentu saja aku, sepertinya mereka akan jadi orang-orang aneh selanjutnya yang akan mewariskan keanehan kami. Keanehan positif. Ya, keanehan ini sebagai konsekuensi gara-gara kebanyakan temen-temen di kampus berbeda dengan kami. Kesimpulannya, aneh itu masalah kuantitas yang membedakan. Tinggal sekarang milih anehnya saja, aneh yang baik atau aneh yang buruk. #Jika pusing sebaiknya segera tutup tab yang berisi postingan ini.

Dan pagi ini, kami telah “berkicau” untuk menggaungkan semangat perubahan. Bermula dari kelompok studi, semoga SIM ke depan semakin bermanfaat dan dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi UNS dan masyarakat. Jangan lupa kerjakan PR sang Suhu Krisna biar besok ga kena denda ngasih makan dia ya. Ha ha.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.