Negeri Tanpa Ayah

By: Bendri Jaisyurrahman (@ajobendri) 1| Jika memiliki anak sudah ngaku-ngaku jadi AYAH, maka sama anehnya dengan orang yang punya bola ngaku-ngaku jadi pemain bola 2| AYAH itu gelar untuk lelaki yg mau dan pandai mengasuh anak bukan sekedar ‘membuat’ anak 3| Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi […]

Belajar Dari Smartphone

Jika disuruh menghitung, mungkin tak terhitung lagi berapa banyak kata-kata motivasi tentang pentingnya bekerja sama, berjamaah atau apalah yang berbau gabung-gabungan. Dalam bahasa parpol menterengnya istilahnya koalisi yang kemudian terhadapkan pada gabungan yang bernama oposisi. Ah itu bahasa yang kata beberapa teman-temanku yang apolitis bahasan yang membosankan dan kurang kerjaan. Kerja sama, kata yang gampang […]

Menggelembung atau Penggelembungan?

Kisah yang mewarnai perhitungan suara Pemilu biasanya berkutat pada kisah penggelembungan suara. Itulah realita media, yang diulas dan diungkap pasti kecurangan dan kejelekannya. Secara, bad news is good news. Jadi tidak usah heran jika dalam pemberitaan media mainstream hampir tidak dijumpai kisah tentang TPS yang damai dan perhitungannya jujur mengesankan. Aku sendiri malam hari ini […]

Teguh Hati atau Sedang Keras Kepala?

Pertanyaan ini sebenarnya berawal dari beberapa hal yang kuperhatikan di dinding FB menjelang Pemilu tanggal 9 April 2014 yang tinggal esok lusa. Berbagai promosi digelar bak lapak dagangan pedagang kaki lima. Ada yang menyuarakan untuk memilih, ada yang menyuarakan untuk golput. Ada yang membully partai A, ada yang gantian membully parti B. Ah semua tampak […]

Mari Cerdas Memilih

Biarkan saya menjadi ikut mainstream dengan membahas pemilu legislatif. Ini tema yang lucu sekaligus mengenaskan. Saya hanya ingin menyajikan data sih. Siapa tau berguna untuk adik-adik pemilih muda yang masih galau menentukan pilihan. Pasca pemilu legislatif 2009, Kemenkes mengeluarkan data bahwa sebanyak 7.736 Caleg mengalami gangguan jiwa berat alias GILA (dengan rincian 49 orang Caleg […]

Selagi Belum Mati, Ruang Taubat Itu Masih Terbuka

Alhamdulillah, hari ini Allah berikan nikmat kepadaku berupa perjumpaan kepada kawan lama yang sudah beberapa tahun tidak bersua. Niat awalnya adalah pulang untuk ketiga kalinya setelah dua kepulangan sebelumnya belum berhasil membawa formulir A5 untuk kepindahan tempat nyoblosku di Solo. Hari ini pun saya juga cukup dongkol karena ternyata A5 belum tersedia dan disuruh menunggu […]

Apa Yang Salah? Bola Mata, Syaraf, Otak atau Hati Kita

Hari ini adalah agenda touring ke Tawang Mangu bersama salah satu juniorku. Sebenarnya bukan untuk bersenang-senang saja sih mumpung akhir pekan. Tetapi ada undangan untuk menjadi pembicara di sebuah forum remaja masjid di sana. Aku mengapresiasi langkah adik tingkatku yang kini sudah menjadi bagian dari masyarakat yang peduli dengan kegiatan remaja masjid. Ups, aku malu […]

Potret Kapitalisme (Keserakahan) Sebagian Orang Indonesia di Abad Modern #2

Lalu bagaimana dengan negara berkembang, termasuk negeri kita tercinta Indonesia? Mari kita lihat bagaimana prakter korupsi begitu subur saat ini. Fakta bahwa para pengusaha berada dibalik suksesnya para anggota parlemen atau pejabat tentu bukan rahasia lagi bukan. Apa itu? Kerakusan, ketamakan dan tentu saja efek sebuah kapitalisme juga kan. Menurut salah satu dosen di Fakultas […]

Potret Kapitalisme (Keserakahan) Sebagian Orang Indonesia di Abad Modern #1

Sejak aku melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kota-kota Eropa itu dibangun dan masyarakatnya hidup, pandanganku banyak mengalami koreksi, terutama untuk mendefinisikan kapitalisme. Kata-kata yang sering didengungkan dengan penuh kebencian oleh para guru ekonomi dan para orator secara berapi-api itu kini membuatku menggelitik tawa yang diakhiri tersenyum kecut. Iya memang itu hal yang harus kita […]

Kesalahan Cara-Cara Tidur (ku)

Menjadi blogger dan tukang online tentu bukan hal yang mudah. Ada yang melihat enaknya saja, kerja sebentar duitnya banyak. Siapa bilang. Itu pikiran khas orang-orang Indonesia produk penjajahan yang masih selalu berpikir “kalo bisa tidak usah kerja susah-susah, tapi uangnya banyak”. Pikiran picik dan tidak bermutu inilah yang melahirkan generasi penyontek hingga koruptor. Menjadi blogger […]