Indonesia memproklamasikan kemerdekaan dari penjajahan siapa? Kerajaan Jepang. Meskipun Jepang kalah, saat itu Sekutu belum mengambil alih.

Apakah sewaktu Jepang menjajah berkuasa penuh di seluruh wilayah Indonesia? Tidak. Ada beberapa kerajaan-kerajaan di Nusantara yang bersedia tunduk di bawah Kerajaan Jepang, sehingga hakikatnya ia tetap merupakan kerajaan merdeka.

Ketika Republik Indonesia diproklamasikan, bagaimana proses pengambilalihan wilayah di Nusantara ini yang sebagiannya masih menjadi milik kerajaan-kerajaan merdeka atau setengah merdeka? Kalau yang di bawah kuasa penuh Jepang, dengan proklamasi kemerdekaan otomatis langsung di bawah kekuasaan Republik Indonesia.

Bagaimana dengan yang dikuasai kerajaan-kerajaan merdeka? Apakah dihibahkan? Kalau dihibahkan, apa bukti penyerahan hibahnya? Apakah dijual? Jika dijual, apa bukti perjanjian jual belinya? Apakah diberi ganti rugi? Jika diberi ganti rugi, apa bukti perjanjian ganti ruginya dan dengan apa pemerintah RI membayarnya (karena jelas waktu itu masih kere).

Sejauh ini, yang cukup populer hanya kisah Sultan Hamengkubuwana IX dari Yogyakarta yang menyatakan bergabung dengan NKRI. Dalam perkembangannya kini, tanah di provinsi DIY, yang tidak disertifikati oleh kepemilikan penduduk, berarti masih tetap berstatus milik kerajaan. Tapi secara keseluruhan, wilayah provinsi DIY berada di bawah kekuasaan kerajaan. Kisah lainnya adalah Sultan Siak Riau yang menyatakan kesediaan bergabung dengan RI yang ditandai dengan penyerahan pusaka. Tapi kabarnya istana Siak dirampok orang.

Selebihnya, bagaimana kabarnya? Bukankah pengambilalihan wilayah semacam ini adalah bagian dari kepastian hukum berdirinya sebuah negara? Kalau wilayahnya penuh sengketa, kan lucu juga. Di mana dokumen itu dapat kita ketahui agar generasi bangsa ini bisa memberikan cerita yang jujur kepada anak cucu? Sebab itu salah satu dokumen penting bahwa negara kita berdiri dengan cara yang sah dan legal. Kalau tidak jelas datanya, apakah tidak akan menimbulkan spekulasi bahwa jangan-jangan NKRI ini merampas wilayah dan mengambil alih kekayaan para raja dengan paksa? Lha kalau ternyata ada unsur begitunya, apakah bukan perilaku penjajahan?

Menelusuri asal-usul proses pengambilalihan wilayah kerajaan-kerajaan di Nusantara menjadi bagian dari NKRI itu penting, agar kita bisa menemukan benang merah dengan fenomena penggusuran hari ini apakah sebenarnya merupakan budaya dari para birokrat penguasa kita atau bukan. Selain itu, kita juga bisa menakar kemungkinan adanya penguasaan lahan-lahan yang luas oleh para cukong oligarki itu. Sebab jika dulu NKRI mengambilnya secara tidak etis, maka tidak heran pula jika NKRI melepasnya pun juga dengan cara-cara yang tidak etis.

Tentu saja ini harus diteliti lebih lanjut. Tulisan ini hanya memancing para pembaca untuk memikirkan hal-hal yang lebih penting ketimbang pilpres. Sebab soal pilpres 2019, kita milih atau tidur di rumah pun, salah satu akan jadi. Kalau jadi, dia hanya akan menjalankan tradisi kekuasaan yang tidak begitu jauh berbeda dari pendahulunya. Sebab rakyatnya sendiri tidak ada perubahan dan belum tergerak untuk melakukan perubahan.

Surakarta, 25 Februari 2019

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.