Salam Cinta Buat Pak Ridwan Kamil

Pak Ridwan Kamil tahu bahwa dirinya melalui mesin kekuasaan Pemkotnya tidak mampu mengatur para BigBos yang telah menguasai sebagian aset kota Bandung. Maka dengan ilmu arsitek dan tata ruang urban yang beliau kuasai, beliau memaksimalkan pelayanan kepada rakyat kecil. Setiap postingan IG-nya terlihat bagaimana beliau membangun stabilitas kepemimpinannya dengan pengabdian kepada pihak-pihak yang selama ini […]

Ilusi Demokrasi Ala AS

Ini bukan pemikiran sekuler lho ya, yang namanya pemilu dan aktivitas politik itu ya perencanaannya manusiawi. Artinya kalkulasinya ya mirip orang judi itu, ada statistiknya, ada penghitungan potensi-potensinya. Kan kerangka berpikir masyarakat saat ini dikunci dan dibodohkan dengan metode bahwa pemimpin (hanya bisa) dipilih dengan cara pemilu kan, ya aturan mainnya kayak tadi. Kalau perlu […]

Hutang Negara

Saya termasuk orang yang merasa geli dengar istilah hutang negara. Kalau hutang pemerintah atau hutang perusahaan mah oke. Tapi kalau ada istilah hutang negara saya timbul pertanyaan, negara bisa punya hutang ya? Banyak keganjilan yang sebenarnya bisa kita pertanyakan soal itu. Tapi intinya, negara itu kan pemegang mandat kedaulatan rakyat. Rakyat sendiri adalah pemilik dan […]

Jangan Gemredek

Saya masih memercayai bahwa permainan adu domba dengan berbagai isu dan lahirnya kelompok-kelompok ekstrimis radikal dalam beragama adalah kerjaannya para intelijen, baik intelijen kita sendiri maupun intelijen asing yang mau mengacak-acak negeri ini. Karena kalau rakyat adem ayem, ekonomi stabil, bersatu dan cinta damai, maka fungsi pemerintahan yang “terkendali” akan melemah dengan sendirinya, dan tumbuh […]

Firaun, Bapak Nasionalisme Sempit

Kesalahan besar Firaun itu cuma dua, yaitu mendaku diri sebagai tuhan dan menindas bangsa-bangsa lain untuk dijadikan budak kekuasaannya dalam memakmurkan Mesir. Jasa-jasanya untuk bangsa Mesir sangat menyejarah dan masih berlaku hingga hari ini. Firaun amat mencintai bangsanya dan bangsanya juga amat mencintai Firaun hingga menuhankannya. Spirit Firaun inilah yang digalakkan dalam semangat nasionalisme menjelang […]

Butuh Negara Sungguhan

Legitimasi pemerintah NKRI kan dilihat dari ketaatannya pada landasan perjanjian bernegara (Pancasila) dan konstitusi dasar (UUD 1945). Sebenarnya rakyat (bukan PNS dan aparat negara yang lain) bisa menggelar forum diskusi untuk menganalisis kesesuaian tindakan dan kebijakan negara berdasarkan acuan diatas. Hal ini penting untuk melihat apakah pemerintah NKRI yang sekarang masih legitimate atau perlu disusun […]

Ketika Rakyat Mengambil Mandatnya (4)

Ini bagian terakhir dari status-status panjang malam ini. Ada banyak kisah nyata di masyarakat yang membuat saya bahagia bahwa masih banyak rakyat yang berperan menjadi rakyat. Artinya masih banyak manusia di muka bumi yang berjuang demi harga diri kemanusiaannya. Mereka lebih besar dari negara, sehingga mereka mampu mencintai negara dan negeri ini dengan cara mereka […]

Ketika Rakyat Mengambil Mandatnya (3)

Lalu bagaimana seharusnya kita menghadapi realita zaman ini yang sudah dikepung negara, sistem ekonomi global yang ribawi, hingga organisasi-organisasi keagamaan yang menganggap paling benar sendiri dan menyalahkan yang lainnya? Ya tetap pada prinsip manusia, bahwa karena semua itu buatan manusia, ada sisi buruk dan baiknya kan. Artinya tidak usah ekstrim mau membubarkan negara segala atau […]

Ketika Rakyat Mengambil Mandatnya (2)

Berkaca pada dakwah Nabi Muhammad SAW, kita jumpai bahwa beliau sama sekali tidak pernah mengutak-atik urusan kekuasaan bangsa Arab secara frontal. Beliau memulai perubahan itu dari pola pikir. Tauhid yang beliau usung adalah pembenahan pola pikir yang sangat elementer. Sebagaimana zaman ini, di zaman Rasulullah juga banyak nilai kehidupan yang terbalik-balik, maka disebut kejahiliyahan. Bukan […]

Ketika Rakyat Mengambil Mandatnya (1)

Negara itu adalah alat yang dibuat rakyat untuk mengelola sebagian (bukan seluruh) urusannya. Maka negara adalah badan sosial yang tidak boleh bicara untung rugi terhadap rakyatnya. Karena ibaratnya suatu badan yang dibentuk, boleh-boleh saja suatu saat dibubarkan. Jika ada negara kok malah tidak bisa diatur oleh yang bikin, itu adanya di negeri kita. Entah kenapa […]