Politik & Kenegaraan

Kumpulan tulisan tentang sudut pandang atas politik dan masalah kenegaraan

  • Watak Penguasa

    Pasca kepemimpinan khalifah 4 (eh 5 ding, plus Hasan bin Ali bin Abi Thalib, sebelum akhirnya mengalah dan menyerahkan kepemimpinan pada Muawiyah bin Abi Sufyan), watak kepemimpinan negeri-negeri Arab kembali ke era sebelum Rasulullah hidup, di mana penguasa yang menang akan melenyapkan kenangan penguasa yang dikalahkannya dari hati rakyatnya. Misalnya ketika Abdul Malik bin Marwan…

  • Shadiq-lah Sebisanya

    Kehebohan soal Shadiq Khan yang jadi walikota London muslim pertama itu bikin anu. Ya gimana ya, beginilah umat yang sudah kehilangan standar dan referensi tokoh-tokoh besar sejarah mereka akibat kurang suka baca dan sowan pada sesepuh. Ntar kalau dibuka siapa Shadiq Khan dan kenapa bisa jadi walikota London, kaitannya dengan ideologi kiri, organisasi buruh, termasuk…

  • |

    Penguasa

    Wis to mas, watak kekuasaan itu ya seperti itu. Dan sayangnya pembelajaran shirah nabawiyah kita itu terputus secara metodologi. Dikiranya penerus Nabi itu para khalifah (penguasa). Sehingga yang jadi standar kisah-kisah sejarah Peradaban Islam selalu fokus pada para penguasa saja. Padahal penguasa ki cuma segelintir orang, sementara rakyat dan masyarakat jauh lebih besar jumlahnya. Konsep…

  • Jangan Sok Bersih

    Sudah setengah abad peristiwa 1965 dilupakan banyak orang, dan OT-OT dalam KTP sudah dihapuskan. Bangsa Indonesia hampir sudah malas untuk membuka lembaran kelam itu. Tapi mendadak hari-hari ini sejumlah kaum Kiri mengungkit peristiwa itu, mengaku sebagai korban kebiadaban rezim. Tolonglah ingat, di masa Hindia Belanda, di masa 1948 kalian dulu ngapain? Dikasih hati, tahun 1965…

  • Sejarah Tanpa Catatan

    Ada sejarah (yang dilupakan/ sengaja dihapuskan dari lembaran sejarah Indonesia) tentang seorang tokoh (relatif) muda (dalam ukuran kepemimpinan politik) kala itu, yang berdiskusi dengan Raja Jawa 2,5 jam hingga sang Raja luluh dan bersedia turun sambil mengucap pidato “Tidak jadi Presiden tidak patheken” seharusnya menjadi bahan belajar generasi sekarang yang dikit-dikit selfie dan haus eksistensi,…

  • Luwes dan Ngiguhke

    Salah satu masalah susahnya penegakan hukum di Indonesia itu karena orang Indonesia itu luwes dan suka ngiguhke. Kedua kemampuan utama ini membuat kita meskipun duitnya ngepres ya tetap bisa menyiasati hidup. Makanya sekeparat apa pun pemerintahannya, bangsa ini tetap senyum dan santai. Karena penderitaan bisa disulap menjadi kenikmatan dan bahan tertawaan. Paling banter keluar ucapan,…

  • Alhamdulillah Kita Ditakdirkan Bangsa Indonesia

    Bangsa Indonesia itu, sedikit beres saja, tidak kerengan, tidak njajanan, tidak nggathelan, dan sedikit tidak kemriyek soal isu global, perekonomian global langsung goncang. Apalagi jika Bangsa Indonesia sampai kompak bikin keputusan tidak ekspor dan tidak impor, berapa banyak perang di dunia yang akan terjadi karena rebutan lahan di negeri-negeri lain yang kekayaannya tidak seberapa dibanding…

  • TNI dan Polri

    Saya berharap semoga nanti tentara dan polisi tidak didikotomikan seperti sekarang. Diadu domba untuk berbagai kepentingan sesat dan sesaat. Meskipun banyak yang illfeel dengan tentara gara-gara kasus PKI 1965 dan orde baru, saya tetap hormat pada bapak-bapak tentara kita. Dan saya berharap konsep manunggaling TNI-masyarakat kembali dihidupkan sebagai warisan besarnya Panglima Besar Soedirman yang dahulu…

  • Negara dan Manusia

    Realitas negara, parpol, organisasi, asosiasi, ormas, dan sejenisnya sekarang sudah menjadi berhala baru dalam alam pikiran manusia. Saking berimannya dengan realitas tersebut, seolah-olah tidak punya opsi dalam kehidupan bahwa negara suatu saat bubar, berganti baru. Apalagi parpol, organisasi, asosiasi, ormas dll itu lebih rawan bubar lagi. Padahal realitas hidup yang Allah takdirkan atas kita ya…