Inkonsistensi Nalar Kita

Sebagaimana beratnya menjelaskan nalar riba dan konsep ibadah menurut al-Quran, nalar demokrasi mayoritas rakyat Indonesia pun sebenarnya punya masalah serius. Aneka masalah yang kita hadapi tidak lain karena pola pikir dan sikap kita yang inkonsisten terhadap demokrasi. Dalam nalar demokrasi, seharusnya kedudukan presiden, gubernur, bupati, dan walikota adalah pelayan rakyat. Mereka difasilitasi dengan berbagai hal […]

Orde Lama Hingga Orde Arta

Bung Karno dulu punya perencanaan yang matang soal pembangunan transportasi darat, yaitu kereta api. Proses pembangunan di awalnya memang mahal, tapi perawatan selanjutnya sangat efisien dan membuat kita tidak terlalu konsumtif pada bahan bakar. Alokasi dana negara yang besar akan digunakan untuk membangun teknologi kemaritiman dan aeronautika, itulah mengapa banyak anak-anak yang disekolahkan ke luar […]

Tertawa Hingga Menangis

Tidak perlu menuntut manusia untuk melahirkan al Ghazaly kembali, yang terbukti berhasil mendidik umat Islam untuk bangkit kembali setelah pusat peradabannya dihancurkan pasukan Mongol Tartar. Tidak perlu menuntut seseorang untuk menjadi ulama sekelas beliau. Warisan karya beliau masih ada, pemikiran-pemikiran beliau masih diwarisi generasi hari ini, walau tidak banyak. Mari kita gali lagi sumur itu. […]

Demokrasi Inversi

Dalam konteks negara yang katanya berdemokrasi, presiden, gubernur, dan bupati itu adalah jabatan yang setara dengan “pembantu” dalam lingkupnya masing-masing. Hanya di Indonesia, rakyat itu sangat tawadhu’ dan memperlakukan pembantu-pembantu mereka seperti raja. Ketika pembantu mereka benar-benar merasa menjadi raja dan bertingkah mirip raja, rakyat malah melongo. Do piye sih, nek pembantu ki wangkal tur […]

Mental Bebek

Kasus Dimas Kanjeng itu sebenarnya refleksi tentang kualitas mental kebanyakan kita saat ini. Saat masih adem ayem, mereka diam dan turut menikmati keuntungan. Begitu kasusnya terbuka, rame-rame membuat laporan dan menginjak-injak Dimas Kanjeng. Kisah ini mengingatkan saya pada apa yang dialami Pak Suyudi, pendiri SABS. Saat beliau masih menjadi pengusaha dan banyak memberikan kontribusi sosial, […]

Supremasi Ekonomi: Tragedi Kemanusiaan

Banyak yang masih memercayai bahwa politik adalah puncak dari solusi penataan masyarakat saat ini. Padahal supremasi dalam kehidupan yang sedang berjalan saat ini adalah ekonomi yang didasari ajaran kapitalisme di bawah kendali filsafat materialisme yang tentu saja atheis. Kepentingan ekonomi mengendalikan politik, pemikiran, pengetahuan, kebudayaan, bahkan termasuk dalam pelaksanaan pengamalan agama. Hal itu terlihat bagaimana […]

Akibat Revolusi Tanpa Referensi

Sebelum revolusi Arab berkecamuk tak berujung seperti sekarang, para pemimpin oposisi di Arab sepertinya kurang baca, mungkin juga terlalu bernafsu untuk gantian berkuasa. Harusnya mereka banyak baca dan belajar tentang Indonesia. Dulu, negeri ini juga pernah terjadi gejolak perang, banyak sekali. Namun sepertinya mereka melihat Indonesia itu dengan sinis. Selain makar-makar PKI yang pernah mengganggu […]

Salam Sejahtera Kang Emil

Setiap lihat programnya Pak Ridwan Kamil, saya seneng banget. Alhamdulillah, meskipun beliau tidak bisa mengusik para taipan naga yang terlanjur jadi benalu di kota Bandung, beliau selalu ada aja ide kreatif untuk dibuat kebijakan buat rakyat kecil dan generasi muda (lalu berkhayal dicarikan jodoh ama beliau, nggapleki). Semoga pemimpin daerah yang seperti beliau semakin banyak […]

Mari Berjamaah

Jika shalat berjamaah dipahami sebagai apel rutinnya umat Islam, niscaya tidak akan ada kasus pecah jamaah, apalagi sampai mendirikan mesjid baru, hanya gara-gara perbedaan fikih. Karena sebeda-bedanya shalat dalam urusan fikih, jumlah rakaat dan tata cara shalat secara garis besar tetap sama. Jika kita sadar bahwa dalam shalat berjamaah itu yang penting manut imamnya niscaya […]

Ngguyu Ngakak di Era Democrazy

Seringkali Mbah Nun mengulang-ulang pernyataan, “kalau model demokrasi semacam ini diterus-teruskan, maka jangan harap akan lahir pemimpin sejati seperti yang dicita-citakan.” Saya renungkan betul kata-kata beliau, apa substansi dari pernyataan itu. Lalu apa relevansinya dengan problem kepemimpinan di negeri kita. Akhirnya saya tertawa keras setelah menemukan salah satu bentuk kekeliruan cara berpikir kita yang serius, […]