Narasi Ibadah

Saya lebih senang narasi ibadah itu tidak disempitkan sekedar shalat atau baca al Quran. Tapi bagaimana meniati seluruh hidup dengan bismillah dan alhamdulillah. Bangun tidur bersyukur. Terus bismillah ke kamar mandi untuk kencing. Wong yang memerintahkan kencing juga Allah lewat mekanisme tubuh. Jika kencingnya sesuai dengan adab maka itu ibadah. Terus wudhu dan shalat, shalat […]

Ilusi Demokrasi Ala AS

Ini bukan pemikiran sekuler lho ya, yang namanya pemilu dan aktivitas politik itu ya perencanaannya manusiawi. Artinya kalkulasinya ya mirip orang judi itu, ada statistiknya, ada penghitungan potensi-potensinya. Kan kerangka berpikir masyarakat saat ini dikunci dan dibodohkan dengan metode bahwa pemimpin (hanya bisa) dipilih dengan cara pemilu kan, ya aturan mainnya kayak tadi. Kalau perlu […]

Tanda Zaman

Konstelasi yang sudah baku dari dulu sampai sekarang, berdasarkan pengalaman lapangan, pengusaha itu selalu punya centheng di pemerintahan dan legislatif, mau lokal, asing, maupun aseng. Mau politisinya kelihatan sholeh atau pun tidak. Inti permainannya terletak seberapa mampu tim pemerintahan dan legislatif itu mengakomodasi kepentingan rakyat dalam permainan politik mereka sehingga rakyat tidak diperas-peras amat dalam […]

Pasar Abdurrahman bin Auf vs Pasar Yahudi Yastrib

Inspirasi cerita ini berawal dari diskusi Ilmiah yang diselenggarakan Komunitas Kultura dan PSPI yang menghadirkan dua panelis keren, seorang Arsitek idealis, mas Andika Saputra dan penelitik Kebudayaan Islam, pak Arif Wibowo dengan tema Hilangnya Wajah Islam di Ruang Publik. Salah satu peserta bertanya, di Bandung ada sebuah gedung yang dibangun untuk umat Islam namanya Abdurrahman […]

Qurban dalam Kaca Mata Materialisme

Orang yang memprotes soal ritual penyembelihan hewan Qurban dengan dalih nalar akademiknya (semisal terkait hak asasi kebinatangan, penyiksaan, dll), saya ragukan pula keyakinan mereka terhadap kisah nabi Ibrahim yang menjadi inspirasi turunnya perintah Qurban. Paling mereka akan menertawakan kisah agung itu. Seandainya orang-orang yang sok modern semacam itu menyaksikan peristiwa Nabi Ibrahim di zaman ini, […]

Kualitas Didahulukan Dari Pada Kuantitas

Islam adalah agama yang sangat menekankan standar kualitas sebagai hal primer, sedangkan kuantitas hanya bersifat sekunder atau pelengkapnya. Maka Islam tidak memberlakukan demokrasi pada semua hal, ada hal-hal asasi dan tidak mengenal adanya demokrasi, ada hal-hal yang boleh diputuskan secara demokratis. Dalam memandang manusia, Islam meletakkan seorang manusia senilai dengan seluruh manusia, dan seorang mukmin […]

Hutang Negara

Saya termasuk orang yang merasa geli dengar istilah hutang negara. Kalau hutang pemerintah atau hutang perusahaan mah oke. Tapi kalau ada istilah hutang negara saya timbul pertanyaan, negara bisa punya hutang ya? Banyak keganjilan yang sebenarnya bisa kita pertanyakan soal itu. Tapi intinya, negara itu kan pemegang mandat kedaulatan rakyat. Rakyat sendiri adalah pemilik dan […]

Melawan Istilah “Remaja”

Di antara wacana yang belum berhasil dipatahkan umat Islam adalah REMAJA. Dalam Islam, tidak ada istilah REMAJA, karena fase seorang yang belum baligh (dewasa) dinamakan anak-anak. Sebelum anak-anak mencapai fase baligh (yang putra ditandai mimpi basah yang putri ditandai menstruasi), orang tua bertugas menyiapkan bekal semuanya sehingga ketika si anak mamasuki fase baligh dia juga […]

Hilangnya Islam Dari Ruang Publik

Pencerahan hari ini, tata ruang dan kreativitas kebudayaan itu memegang peranan vital dalam dakwah. Karena itu adalah lapis terluar yang dilihat manusia. Itulah mengapa dari masa ke masa para ulama dahulu selalu memperhatikan ini bagaimana mereka mendesain tata ruang dan interaksi antar manusia sedemikian agar terbangun semangat berdiskusi ilmu dan ingat kepada Allah. Masjid adalah […]

Jangan Gemredek

Saya masih memercayai bahwa permainan adu domba dengan berbagai isu dan lahirnya kelompok-kelompok ekstrimis radikal dalam beragama adalah kerjaannya para intelijen, baik intelijen kita sendiri maupun intelijen asing yang mau mengacak-acak negeri ini. Karena kalau rakyat adem ayem, ekonomi stabil, bersatu dan cinta damai, maka fungsi pemerintahan yang “terkendali” akan melemah dengan sendirinya, dan tumbuh […]