Kapitalisme itu mempersaingkan orang dalam mengakumulasi modal secara bebas, seperti hukum rimba. Komunisme itu kapitalisme yang dikoordinasi melalui organisasi besar bernama negara. Jadi apa bedanya keduanya selain hanya soal cara, tujuannya sama saja, akumulasi kekayaan dan kekuatan. Bahkan dalam obrolan pekok-pekokan, ada yang bilang kalau umat Islam hari ini pun mengalami sebuah fenomena baru bernama […]
Syirik Modern
Politik umat Islam di masa lalu itu sebenarnya sederhana. Silahkan para sultan berkuasa, tapi mereka cuma punya tentara dan birokrasi. Rakyat akan tetap setia bersama ulama. Jadi bagaimana penguasa memperlakukan ulama, di situ rakyat akan memperlakukan penguasa. Ketika penguasa diktator, pasti pada akhirnya akan ditumbangkan penguasa lain yang direstui ulama dan rakyat. Seiring berjalannya waktu, […]
Kesederhanaan Pemimpin
Saya selalu menghargai proses belajar politik saya selama di kampus. Makanya saya tidak mau ikut-ikutan diajak untuk menuding dan menjelek-jelekkan pihak tertentu secara institusional dan secara terang-terangan, apalagi jika itu bagian dari umat Islam. Tapi bukan berarti saya tidak kritis untuk mengomentari praktik-praktik “nganu” yang sering dimanfaatkan sebagian oknum yang memang suka menggunting dalam lipatan. […]
Pernik Pancasila
Sila kelima Pancasila bicara keadilan sosial lho, bukan keadilan ekonomi dan materi lho. Silahkan dilihat arah pembangunan pemerintahan hari ini, cara berpikir orang-orang yang sekolah ketika mereka menuntut ilmu, dan cita-cita besar tiap keluarga di seluruh negeri ini. Sinkron ndak dengan sila kelima? Sila kelima Pancasila bicara keadilan sosial lho, bukan keadilan ekonomi dan materi […]
Akankah Umat Islam Terjebak Lagi?
Masih akan seperti 1965. Ketika kekuatan Barat menang atas kekuatan Timur, umat Islam-lah yang diperalat. Teror dan pengalaman buruk pembantaian PKI 1948 dipanaskan kembali setelah para perwira TNI AD diculik kalangan militer (yang dituliskan dalam sejarah sebagai bagian dari PKI) membuat umat Islam, khususnya NU bergerak cepat menumpas PKI. Jangan lupa bahwa shalawat Badr dibuat […]
Perbedaan Asli dan Rekayasa
Sudahlah, akui saja. Dalam banyak hal, pola pikir kita itu tetap seperti orang-orang Yahudi Madinah yang kecewa ketika Nabi Muhammad datang. Akhirnya mereka berbalik memusuhinya. Orang-orang Yahudi itu sangat tahu ciri-ciri Nabi terakhir yang dijanjikan. Dan itu mereka saksikan sendiri ada pada diri Nabi Muhammad. Hanya saja, ternyata beliau orang Arab dan bukan Yahudi seperti […]
Menemani Anak
Sejak jadi tukang kebun saya sering melihat fenomena orang tua yang tidak siap menerima anaknya apa adanya. Pada dasarnya, usia anak-anak adalah usia pertumbuhan. Padanya, ada potensi baik dan potensi buruk. Sayangnya banyak orang tua yang memaksakan ukuran bahwa anaknya harus baik sempurna sejak kecil. Cara berpikir semacam inilah yang menghancurkan proses pendidikan yang sewajarnya […]
Klenik dalam Fisika
Dari pelajaran ilmu alam yang pernah saya lahap, fisika adalah ilmu yang tingkat kleniknya paling tinggi. Hingga sekarang saya masih penasaran untuk memahami apa yang membuat suatu materi itu memiliki massa. Padahal jika ditinjau dari sisi makro kosmos hingga partikel paling elementer, hal yang paling dominan adalah ruang kosong. Saking dominannya ruang kosong, bisa dibayangkan […]
Kurma Sintetis
Salah satu guruku pernah membuat perumpamaan untuk juru dakwah generasi milenial yang suka mencela warisan dakwah para wali secara membabi buta. Leluhur kita tentu sangat asing dengan kurma pada awalnya, tidak suka dengan kurma mentahan. Oleh para wali, kurma tersebut diolah dulu menjadi sambal kurma, peresan kurma, dan berbagai hal yang sesuai dengan citarasa kurma […]
Puisi September
Dalam wajarnya, Planet tak mengorbit dua matahari Elektron tak mengorbit dua inti atom Wahai matahari palsu Jadilah energi Wahai inti atom ilegal Jadilah energi Biarlah Tuhan yang menggariskan Orbit untuk setiap planet dan elektron #PuisiSains Dalam wajarnya, Planet tak mengorbit dua matahari Elektron tak mengorbit dua inti atom Wahai matahari palsu Jadilah energi Wahai inti […]





