Kapitalisme itu mempersaingkan orang dalam mengakumulasi modal secara bebas, seperti hukum rimba. Komunisme itu kapitalisme yang dikoordinasi melalui organisasi besar bernama negara. Jadi apa bedanya keduanya selain hanya soal cara, tujuannya sama saja, akumulasi kekayaan dan kekuatan.

Bahkan dalam obrolan pekok-pekokan, ada yang bilang kalau umat Islam hari ini pun mengalami sebuah fenomena baru bernama kapitalisme syariah. Yaitu berbagai cara kreatif yang dilakukan umat Islam menggunakan dalil-dalil agama dengan tujuan mengakumulasi kekayaan dan kekuatan untuk kepentingan golongan dan pribadinya sendiri. Coba teliti saja, bukankah salah satu faktor pergesekan internal umat Islam hari ini juga lebih ke arah itu juga, selain faktor ketidakrelaan umat Islam melihat sejarahnya secara utuh.

Padahal dalam Islam, miskin dan kaya itu fenomena sosial yang biasa. Di mana orang kaya bisa jatuh miskin dan orang miskin bisa jadi kaya. Begitulah Allah mempergilirkan secara alami ketika keadilan masih tegak di muka bumi. Kini semua itu sudah tertutup dengan manipulasi kejam secara ekonomi yang bernama RIBA. Sistem kapitalisme global yang dirivali oleh komunisme hari ini membuat orang yang kaya akan terus kaya, yang miskin. Silahkan dipelajari saja lebih detil soal ini.

Negara-negara bekas jajahan kolonial akan sulit majunya. Yang bisa maju biasanya yang melakukan revolusi mandiri dengan konsekuensi dikucilkan secara global oleh negara-negara kapitalis. Apakah negara-negara kapitalis Eropa dan AS sendiri adalah negara merdeka? Bukan, negara itu sesungguhnya sedang menanggung hutang yang luar biasa besarnya kepada bank-bank yang dimiliki swasta. Jadi ini hanya soal kembuletan kapitalisme yang umat Islam banyak terperdaya. Padahal di al Quran jawabannya sudah sangat jelas, sangat jelas.

Juwiring, 12 Oktober 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses