Masih akan seperti 1965. Ketika kekuatan Barat menang atas kekuatan Timur, umat Islam-lah yang diperalat. Teror dan pengalaman buruk pembantaian PKI 1948 dipanaskan kembali setelah para perwira TNI AD diculik kalangan militer (yang dituliskan dalam sejarah sebagai bagian dari PKI) membuat umat Islam, khususnya NU bergerak cepat menumpas PKI. Jangan lupa bahwa shalawat Badr dibuat untuk menyemangati banser dan umat Islam.

Fakta yang tidak akan pernah dilupakan umat Islam adalah setelah Orde Baru berdiri tiba-tiba para ekonom Barkeley menduduki kursi strategis pemerintahan. Mereka enak banget bisa menempati kursi kekuasaan dan menjadi driver Indonesia dari yang sebelumnya sebagai negara berdikari total menjadi condong ke arah AS. Hanya saja, karena pemerintahannya ala Junta Militer jadinya situasi stabil meskipun harus dengan menindas umat Islam dan ulama.

Sejak reformasi 1998, situasi Indonesia bukan lagi condong ke AS. Tapi sekarang available for sale dengan lolosnya pasal-pasal amandemen UUD 1945 yang sangat liberal, sehingga UUD yang baru lebih pas kalau disebut UUD 2002. Negara yang parpolnya nyaris tak punya ideologi yang khas, karena hampir semua berideologi sama yaitu bagaimana berkuasa dan mendominasi kekuasaan, kini sedang jadi rebutan dua kekuatan besar dunia.

Lagi-lagi Barat dan Timur memanas, tapi bukan lagi kapitalis vs komunis, melainkan kapitalis vs kapitalis. Tiongkok boleh tetap bersistem komunis, tapi negeri Panda itu kini menjelma menjadi kapitalis raksasa dunia. Dan lagi-lagi, Barat tidak mau repot-repot meladeni Tiongkok secara jantan di Indonesia, karena bisa memanfaatkan kembali umat Islam. Ya, umat Islam yang untuk bersatu memilih pemimpinnya sendiri saja susah, justru lebih mudah didrive untuk suatu kepentingan. Tinggal kemampuan propaganda dan manipulasinya ditingkatkan, maka akan banyak umat Islam yang siap mati demi permainan ini.

NU yang dulu merasa diakali dalam permainan ini di tahun 1965, sepertinya sudah belajar banyak sehingga sekarang memilih diam walau dengan konsekuensi diolok-olok oleh umat Islam lainnya. Waktu akan membuktikan.

Juwiring, 2 Oktober 2017

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.