Sila kelima Pancasila bicara keadilan sosial lho, bukan keadilan ekonomi dan materi lho.

Silahkan dilihat arah pembangunan pemerintahan hari ini, cara berpikir orang-orang yang sekolah ketika mereka menuntut ilmu, dan cita-cita besar tiap keluarga di seluruh negeri ini.

Sinkron ndak dengan sila kelima?


Sila kelima Pancasila bicara keadilan sosial lho, bukan keadilan ekonomi dan materi lho.

Silahkan dilihat arah pembangunan pemerintahan hari ini, cara berpikir orang-orang yang sekolah ketika mereka menuntut ilmu, dan cita-cita besar tiap keluarga di seluruh negeri ini.

Sinkron ndak dengan sila kelima?


Sila keempat Pancasila bicara tentang kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan. Artinya jika ada seorang begawan agung yang pendapatnya sangat bijak, maka dia lebih bernilai dari 99 orang di dalam forum musyawarah itu.

Bisakah hal itu terwujud? Bisa saja, tapi itu mensyaratkan rakyat dan para begawan menggunakan akal sehat, bukan dengan nafsu kepentingannya untuk memenangkan pendapatnya.


Sila kedua Pancasila bicara tentang adil dan adab.

Lihat bagaimana sekarang bangsa ini ketika berbeda pendapat di dunia maya hingga forum pengajian. Lihat bagaimana mereka menyerap pendapat, apakah terbuka untuk semua atau menutup salah satu bagian kemudian fanatik pada yang disukainya saja.

Lihat pula bagaimana bangsa ini memperlakukan leluhurnya sendiri. Lihat bagaimana mereka terlalu percaya pada keumuman kabar tanpa meneliti apakah benar leluhurnya bermusuhan sehingga sah untuk memuji satu pihak dan mencela pihak lainnya? Lihatlah, bangsa ini suka islah apa mengungkit-ungkit permusuhan?


Sila pertama Pancasila …. saya ndak berani komentar. Sebab Papa Setnov kalau thawaf ka’bahnya yang disuruh mengelilinginya.

Juwiring, 4 Oktober 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.