Para ulama sejati dari dulu tetap akan sama. Tidak akan pernah berada di bawah negara atau kekuasaan mana pun. Bahwa mereka mematuhi hukum yang berlaku pada negara yang ditempatinya, semata-mata karena ada kemaslahatan yang dihasilkannya. Imam Abu Hanifah tidak pernah bersedia mengakui satu raja pun dari bani Umayah dan Abasiyah hingga wafatnya. Demikian pula para […]
Hitam Putih
Di negeri ini, selalu ada dua fenomena yang bertolak belakang secara ekstrim. Bisa dijadikan pelajaran agar kita tidak hitam putih memandang hidup. Di antara para pelacur Dolly, ada yang sehabis melayani para tamu sekitar jam 2 malam, selalu mandi jinabat dan shalat tahajjud. Konon sejak ditutup melalui persiapan dan transformasi yang panjang, beliau sudah berproses […]
Keadilan Sosial atau Material?
Gagasan keadilan sosial akan selalu salah diterjemahkan generasi milenial dan pemerintahan zaman now yang mengacu pada angka kesejahteraan dan kemiskinan versi World Bank. Masih mending kalau berani menumbuhkan cara pandang baru melalui pendekatan Index of Happines (Indeks Kebahagiaan) atau mungkin suatu saat muncul Index of Production dalam arti yang sebenarnya. Saya selalu mengernyitkan dahi kalau […]
Ilmu “Mizan”
Di antara ilmu “mizan” yang saya pahami adalah kesadaran kita untuk melihat berbagai hal dalam pendekatan gelembung sehingga tahu porsi dan proporsi serta mana induk dan mana yang dikandung di dalamnya. Ilmu “mizan” ini penting agar kita tidak salah sangka dalam berbagai hal. Walaupun kita warga negara Indonesia, sebenarnya dalam kesadaran kita lebih besar dan […]
Negeri Tanpa Negara
Mayoritas negara di dunia, sistem kenegaraannya pasti menggunakan pendekatan majelis tinggi dan majelis rendah, tidak peduli negara monarki, republik, atau lainnya. Secara fungsional, keduanya merepresentasikan keberadaan negara dan pemerintah sebagai dua hal yang seharusnya berbeda. Sejak saya mencoba membuka-buka referensi tentang hal itu, saya memang melihat problem serius soal sistem itu di negeri kita. Anehnya, […]
Para Sufi
Beberapa sufi yang saya kenal di zaman modern ini bukanlah yang main klenik dalam persepsi kebanyakan orang. Barangkali mereka punya amalan rahasia sebagai laku spiritualnya. Tapi ketika berinteraksi dengan orang lain, mereka rasional kok. Penjelasannya masuk akal walau kadang asing, karena tidak ada di buku-buku sekolahan. Mereka hidup layaknya manusia normal dan sederhana. Tapi mereka […]
Obrolan Ndengkul
Suatu hari pernah ada percakapan dengan junior (J). J : Mas kok kowe berubah? A : Yo mesti lah, wong jenenge urip. J : Maksudku kowe wis ra kayak jaman neng kampus biyen. A : Yo wajar, pas aku wis SMA, aku yo ra kayak jaman SMP, pas kuliahya wis ra kayak jaman neng SMA, […]
Takut Melihat Kenyataan
Kalau penelusuran sejarah kita sengaja diberhentikan pada masa KH Hasyim Asy’ari memimpin NU (dulu NO) atau KH Ahmad Dahlan memimpin Muhammadiyah, maka ya wajar kalau kita akan terus saling berjarak (aku sebagai NU atau aku sebagai Muhammadiyah) padahal sama-sama bersyahadat dengan lafal yang sama. Coba diperpanjang lagi ke Syaikh Kholil Bangkalan yang dulu mengajar mereka […]
Hubbul Wathan di Era Nation State
Merealisasikan hubbul wathan di era nation state (negara bangsa) itu lebih susah dibandingkan di zaman kolonial. Kalau di zaman kolonial, kaum kolonial dan pribumi yang pro mereka dengan mudah diidentifikasi. Apalagi mereka berlainan keyakinan dengan kebanyakan pribumi, sehingga para ulama dengan mudah menyerukan jihad melawan orang kafir. Lha kalau sekarang, pemerintahnya resmi. Mereka juga melindungi […]
Apa yang Salah dengan Cadar?
Apa salahnya dengan pilihan untuk memakai cadar? Bukankah itu hak berpakaian. Kalau pelarangannya dengan alasan itu bukan budaya Nusantara, maka yang berpakaian ala Eropa, apalagi yang cuma pakai pakaian kurang bahan itu harusnya dilarang juga. Lama-lama perguruan tinggi menjadi lembaga aneh. Wadah intelektual yang seharusnya menggodog hal-hal baru, mendialogkan berbagai perbedaan pemikiran, dan melakukan upaya […]





