Medsos Bukan Dunia Nyata

Medsos itu lebih lentur dibandingkan hal-hal yang fisik di tengah masyarakat. Kalau di tengah masyarakat, misalnya kita teriak-teriak, menyalahgunakan pengeras suara masjid, dll pasti sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat sekitar. Jika mereka melaporkan kita ke polisi, ya wajar. Itu mending dibandingkan mereka datang dan menghajar kita. Lha kalau di medsos, mekanismenya sebenarnya bisa ditangani lebih […]

Tergantung Manusianya

Sehebat apa pun teologi keagamaan, ia membutuhkan manusia yang mengaplikasikannya agar terasa manfaatnya di muka bumi. Jadi sekarang ini, mending do berlomba-lomba mengatasi masalah-masalah yang mengancam kita bersama. Yang sangat urgen adalah soal kerusakan lingkungan. Saya kira, jika kita sama-sama merasa takut pada Tuhan atas ketetapan hukum-Nya ketika alam tidak kita pelihara, kita tidak akan […]

Semua Berdagang Demi Uang

Karena kerja saat ini dimaknai sama dengan golek duit thok, akhirnya semua berlomba jadi pedagang. Jadi presiden, ndagang. Jadi anggota DPR, ndagang. Jadi apa pun, semua demi ndagang. Akibatnya lapangan kerja yang tidak menghasilkan duit mulai ditinggalkan. Industri bermunculan, sampah-sampah makin menggila. Setiap orang merasa tidak perlu melakukan kerja penyelamatan sampahnya sendiri-sendiri, sebab itu tidak […]

Sampah yang Terabaikan

Negara, parpol, bahkan para tokoh yang di-nabi-kan sekarang itu bisa bubar dan mati tanpa harus menunggu lama. Tapi persoalan sampah, limbah, dan kerusakan lingkungan akan terus bergulir hingga sampai tiba waktunya Allah memerintahkan alam membereskan urusan ini. Ketika itu terjadi, manusia tidak memiliki pilihan lain, kecuali ikut binasa. Saya tidak mengecilkan urusan politik dan kekuasaan, […]

Mlipir

Perseteruan politik yang awet dari 2014 hingga sekarang itu justru mengingatkan saya pada perseteruan abadi Sunni dan Syiah. Setahu saya, permulaan perseteruan itu sebenarnya berawal dari kepentingan politik pasca kegagalan perdamaian di Perang Siffin. Meskipun seolah-olah damai tapi banyak peristiwa yang mengecewakan bagi umat Islam yang tidak segera dicegah pada masa itu. Baru di masa […]

Fuqaha Zaman Old = Pengacara Zaman Now

Ahli fikih masa lalu itu ya ibarat para pengacara zaman sekarang. Makanya, kalau orang menguasai fikih tapi tidak membentengi dirinya dengan tasawuf, dia bisa sangat lihai untuk merumuskan hukum-hukum yang sesuai dengan selera nafsunya dan keinginan para penguasa. Lha kalau yang versi berbagai jamaah Islam masa kini itu bagaimana? Saya agak ngeri untuk bilang tentang […]

Shalat dan Pencitraan

Mencuatnya berita soal Jokowi mengimami shalat di Afghanistan dan Anies bertemu Erdogan menjelang shalat Jumat sebenarnya hanya indikator bahwa masyarakat kita terbiasa mencampuradukkan hal-hal yang bersifat personal dengan urusan publik. Shalat itu mau munfarid atau berjamaah, esensinya tetap persoalan personal. Jadi seharusnya kita sebagai umat Islam yang meyakini akan kewajiban shalat ya fokus saja menjalankan […]

Internasionalisasi Palsu

Mendatangkan orang asing dengan bayaran berlipat menurut standar “internasional”, sebenarnya bukan hal baru. Karena elit ekonomi kita juga terbiasa mengekspor barang-barang berkualitas tinggi dan mengedarkan barang-barang berkualitas rendah di pasar dalam negeri. Dan betapa tololnya kaum intelektual yang mencari-cari alasan untuk membenarkan praktik aneh bin konyol semacam ini. Wis jelas kebijakan pekok, kok dibela-belain. Kowe […]

Urbanisasi Kebudayaan

Kaum urban sangat rawan dijadikan obyek kapitalisasi apa pun. Dan itu sudah terlihat saat ini. Makanya keberadaan penguasa begitu penting artinya bagi mereka. Kaum pedesaan yang masih bertahan pada semangat produksi akan tetap woles melihat hidup ini, sebab prinsip produksi yang mereka jalani bukan semata-mata untuk dijual, tetapi memenuhi kebutuhan sendiri. Sekalipun mereka mungkin kadang-kadang […]

Saya Cuma Gojek

Go-jek adalah inovasi dalam sistem outsourcing super efisien dengan pelayanan konsumen yang memuaskan. Karena yang ditonjolkan bagian pelayanan dan jumlah konsumennya yang besar, ia menarik untuk terus dikucuri dana investasi. Jika dilihat dari nalar dagang, Go-jek seharusnya sudah bangkrut dari dulu, wong kita bayar 10.000, si driver bisa dapat pemasukan sampai 20.000 je. Tapi nyatanya […]