Go-jek adalah inovasi dalam sistem outsourcing super efisien dengan pelayanan konsumen yang memuaskan.

Karena yang ditonjolkan bagian pelayanan dan jumlah konsumennya yang besar, ia menarik untuk terus dikucuri dana investasi.

Jika dilihat dari nalar dagang, Go-jek seharusnya sudah bangkrut dari dulu, wong kita bayar 10.000, si driver bisa dapat pemasukan sampai 20.000 je.

Tapi nyatanya Go-jek terus tumbuh dan valuasinya sekarang sudah triliyunan. Sebab layanan ojek online itu hanya bagian paling luar dari bisnis yang ada di sana.

Ada kumpulan informasi yang sangat banyak dari hasil rekaman aktivitas Go-jek yang bisa digunakan untuk apa saja, oleh yang berani menawar harganya. Demikianlah lapisan-lapisan bisnis di zaman now.

Kalau Anda tidak ingin senep melihat fenomena ini, tetaplah pakai kacamata konsumen tulen. Di mana Anda hanya tinggal menikmati pencat-pencet tombol dan merasakan layanan yang memuaskan.

Tapi kalau Anda mulai gelisah dengan keamanan data, potensi kapitalisasi apa saja di masa depan, mari kita sedikit-sedikit mulai menyentil pihak-pihak yang berkepentingan agar mempertimbangkan hal ini.

Alangkah bagusnya, ketika besok Go-jek jadi BUMN. Kan bisa melayani segala lapisan masyarakat. Tapi tentu saja ini omong kosong saya siang hari ini.

Semakin hari, saya suka membuat omong kosong saja. Hahaha

Surakarta, 26 April 2018

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.