Gerakan Abstain Massal

Saya berkhayal seandainya demokrasi itu tidak dikendalikan oleh perilaku kapitalistik dari para sponsornya. Misalnya siapa saya berhak mendaftarkan diri di KPU untuk menjadi calon anggota legislatif dan petinggi eksekutif. Lalu yang menyosialisasikan KPU di tempat-tempat publik. Rakyat tinggal di suruh datang memilih. Jika biaya daftar nyalon gratis dan mereka tidak diperbolehkan kampanye dengan cara apa […]

Demokrasi Yang Masih Nganu

Dulu banget ketika awal-awal belajar tentang realita demokrasi, saya sering senewen sama pilihan teman yang berbeda. Apalagi sama-sama lagi belajar mengenal pergerakan dan bagaimana pergerakan itu bermakna bagi sebuah kehidupan masyarakat. Sekarang saya woles-woles saja. Saya yang tidak cocok di bidang pemasaran tidak lagi ikut-ikutan meramaikan dan memasarkan para tokoh. Tapi saya tetap mengapresiasi teman-teman […]

Ibrah Dari Perang Siffin

Belajarlah dari Perang Siffin, ketika kubu Muawiyah memerangi Kekhalifahan Ali. Dengan tidak bermaksud merendahkan Muawiyah, kita tetap harus mengakui bahwa kubunya berada di pihak yang salah. Apalagi ketika saudara Ali bin Abi Thalib pernah ada yang mutung karena meminta uang pada Ali tidak diberi (karena Ali memang super miskin meskipun menjadi khalifah), lalu menyeberang ke […]

Yang Berjasa Ulama, Yang Dikenang Penguasa

Kita bisa tetap mengenal Islam, bisa shalat, bisa merasakan agama yang terjaga hingga hari ini adalah berkat jasa para ulama yang terus bersambung dari masa ke masa. Tapi anehnya, kita lebih mengagumi para raja yang berkuasa dari zaman ke zaman. Padahal dalam tarikh jelas tertulis, tidak banyak raja yang menggemari ilmu dan menjaga tradisi pewarisan […]

Berjamaah Menuju Kehancuran

Sikap KH Ma’ruf Amin dalam merespon permintaan maaf nenek S dan pernyataan Prof. Yunahar Ilyas dalam merespon makian sebagian orang kepada KH Ma’ruf atas pilihan sikapnya itu, sebenarnya bisa menjadi bahan belajar bagi kita untuk mengidentifikasi akhlak para ulama sesungguhnya. Dari perilaku mereka berdua ini, kita mendapatkan metode furqan yang jelas untuk mengidentifikasi mana kualitas […]

Demokrasi Super Ganjil

Beberapa keanehan demokrasi di negeri ini 1. Parpol bisa menggalang dana tak terbatas dari institusi bisnis, bila perlu elit perusahaannya menjadi anggota parpol sehingga setiap kucuran dananya disebut sebagai iuran anggota. 2. Rakyat hanya diberi kesempatan menyalurkan mandat dan tidak diberi jalan wajar untuk mengawasi mandatnya, sehingga kalau salah pilihan di pemilu harus nunggu 5 […]

Patut Dikasihani

Kalau ingin menikmati kelucuan yang paling lucu, isenglah untuk stalking linimasa twitter atau facebook atau jejak-jejak digital lainnya dari para politisi. Dijamin bakal ngakak banget, karena pada periode tertentu dia promoin si A, di masa lainnya dia promoin si B, padahal A dan B saling berseberangan menurut versi pemberitaan media. Saya sendiri tidak akan menyebut […]

Jangan Suka Ngerasanin Orang

Orang itu terkadang punya kesenangan pada hal-hal tertentu, meskipun sebenarnya dalam kehidupan yang umum dia sangat sederhana. Ada yang keranjingan dengan burung, buku, hingga kendaraan. Ada seorang dermawan yang pernah jadi pemberitaan dan dihujat habis-habisan ketika diekspos salah satu sisi kehidupan yang menjadi hobinya, yaitu koleksi mobil mewah. Jika ditelisik lebih jauh, orang ini sebenarnya […]

Kapitalisme Itu ….

Kapitalisme itu berangkat dari pola pikir yang pokil dan selalu ingin menumpuk laba tanpa batas. Perusahaan Apple mungkin disebut kapitalis, tapi saya tidak yakin Steve Jobs adalah seorang kapitalis. Dia seorang inovator gila yang pernah ada. Di negeri ini, Steve Jobs dalam kelasnya masing-masing sebenarnya banyak. Di desa-desa, di bengkel kecil, bahkan di dunia TKI […]

Politisi Itu (Wajib) Pencitraan

Mau dibully habis-habisan pun, kualitas pencitraan Pak Jokowi relatif tidak bisa disaingi oleh politisi lain di negeri ini. Terutama ketika bicara tentang keharmonisan keluarga, keluarga Pak SBY aja masih kalah. Politisi itu ya memang salah satu lelakunya memang pencitraan, jadi tidak perlu diejek. Makin diejek makin populer, seperti halnya semakin dipuji. Dalam dunia demokrasi zaman […]