Mundur Sejenak untuk Belajar

Ketidakjelasan penggunaan term negara, pemerintah, dan berbagai istilah terkait kenegaraan membuat masyarakat kita lucu-lucu tiap kali menjelang pemilu. Setiap pemilu, bahan kampanye yang digunakan adalah klaim yang dilawan dengan klaim. Misalnya petahana telah mengklaim membangun jalan tol dan jalan-jalan desa yang sangat banyak. Klaim itu dinegasikan oleh klaim pihak oposisi. Dilihat dari hasil fisiknya, klaim […]

Oligarki Tetap Happy

Selama debatnya cuma seputar Jokowi atau Prabowo, selama itu pula para bandar dan oligarki akan senang. Apalagi jika rakyat mindsetnya ala-ala ratu adil, yaitu percaya bahwa ada seorang diri yang bisa memberesi sesuatu, entah yang satu sangat percaya pada Jokowi, yang satunya sangat percaya pada Prabowo. Saya yakin, siapa pun mereka yang jadi pasti ya […]

Modal Jadi Politikus

Jadi politisi di negeri ini memang butuh nyali besar. Sekaligus ambisi besar untuk berkuasa penuh, bukan sekedar kepenak duduk di kursinya. Sediktator-diktatornya Suharto, dia menyadari betapa jahatnya kaum kapitalis menindas rakyat negeri ini, sekalipun ia mengecualikan anak-anaknya sehingga menyalahgunakan kekuasaan ayahnya untuk menjadi kapitalis kroco juga. Kesadaran dia akan pembangunan dan keadaan ekonomi di berbagai […]

The Power of Nggumunan

Ketika penyakit nggumunan sedang menjangkiti kaum kelas menengah yang terdidik. Jadilah negeriku penuh dengan kelucuan. Kelucuannya itu aneh, mau dibilang lucu ya iya, tapi memilukan. Kalau rakyat awam nggumunan itu sudah wajar. Seperti ketika zaman “pembangunan” orde baru, ada cerita tentang petani yang mati-matian nabung untuk beli motor sport gegara habis nonton TV. Setelah terbeli […]

Manusia Merdeka

Pemerintahan sekarang dengan era Orde Baru sebenarnya punya kemiripan dalam orientasi pembangunannya. Cuma beda zaman dan regulasi perangkatnya saja. Pak Presiden sekarang yang diece klemar-klemer itu, sejauh yang saya tahu punya strategi cantik yang sering tak terduga. Sebagaimana Mbah Mesem di zamannya, beliau yang sekarang juga mampu membaca nalar publik yang berkembang, terutama yang sejalan […]

Mengenang yang (Mungkin) Terlupakan

Peristiwa G30S/PKI mulai disangsikan bahwa itu ulah PKI. Jika dianalisis dari keputusan Bung Karno pada bulan Agustus yang menerbitkan UU tidak bolehnya asing melakukan turut campur sama sekali pada urusan ekonomi Indonesia, setelah waktu-waktu sebelumnya beliau menggiring Indonesia keluar dari PBB dan IMF sambil teriak “go to hell with your aid”, maka akan lebih masuk […]

Orde Baru yang Lebih Baru

Judul-judul yang dibuat provokatif atas ceramah Cak Nun dan beberapa ulama anti-mainstream di YouTube itu menandakan betapa nafsunya orang-orang sekarang ngejar duit dan cari sensasi lewat dunia maya. Untung yang dibegitukan mereka, yang lisannya akan sangat susah untuk melaknat orang-orang yang tidak tahu diri semacam itu. Hari ini Cak Nun kembali dikenal setelah lama dilupakan, […]

Pemerintahan Tanpa Negara, Negeri Tanpa Raja

Negara-negara yang masih mempertahankan simbol-simbol sejarahnya, seperti Kerajaan, Kekaisaran, dll biasanya relatif lebih stabil secara politik dibandingkan negara-negara yang menjadi republik total. Terutama di era yang blawur semacam sekarang, kehadiran simbol-simbol negara itu menjadi salah satu pengikat kebudayaan masyarakatnya. Negara yang masih seperti itu proses politiknya berlapis dan tidak mudah digoyang oleh infiltrasi luar. Kerajaan […]

Perulangan Sejarah

Tiba-tiba terbersit, rasa-rasanya kalau memakai kronik Babad Tanah Jawi, apa yang dialami Indonesia pasca 1945 seanalogi dengan era Majapahit hingga VOC. Era Bung Karno adalah representasi pemerintahan Majapahit hingga Kesultanan Demak, kegaduhan di akhir pemerintahan beliau seanalogi dengan keruntuhan Demak menuju perang sipil Jawa yang hampir seratus tahun lamanya. Era Pak Harto adalah representasi pemerintahan […]

Sejarah Tanpa Catatan

Ada sejarah (yang dilupakan/ sengaja dihapuskan dari lembaran sejarah Indonesia) tentang seorang tokoh (relatif) muda (dalam ukuran kepemimpinan politik) kala itu, yang berdiskusi dengan Raja Jawa 2,5 jam hingga sang Raja luluh dan bersedia turun sambil mengucap pidato “Tidak jadi Presiden tidak patheken” seharusnya menjadi bahan belajar generasi sekarang yang dikit-dikit selfie dan haus eksistensi, […]