Supremasi Sipil

Kalau ingin supremasi sipil menguat, maka kurung para politikus agar hanya punya ruang kiprah di partai politik saja. Dari parpol mereka harus mampu bernegosiasi dengan organisasi-organisasi masyarakat di berbagai bidang agar mendapatkan kesempatan kampanye untuk memperoleh dukungan. Tapi kalau orang-orang kehormatan ormas justru para petinggi parpol, ya umumnya ruwet kayak di Indonesia ini. Kasus pengusiran […]

Politikus Harus Jujur?

“Politikus harus jujur!” Kata orang-orang itu. Saya dulu juga berpikir seperti itu. Tapi ternyata harapan semacam itu tidak tepat. Pada kenyataannya, politikus itu memang biasa melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya. Jadi rasanya susah mengharapkan mereka lurus-lurus saja. Itulah mengapa orang-orang yang berakal sehat berinisiatif menciptakan sistem yang membuat para politikus tetap bisa mengejar tujuannya, […]

Me-Muhammad-kan Diri

Dari sejarahnya, fiqih itu lahirnya selalu di belakang realita. Artinya realita muncul dulu, baru dibahas dan dibakukan oleh fiqih. Maka, orang yang beragama semata-mata mengandalkan fiqih akan selalu jadi bulan-bulanan realita. Mengapa umat Islam hari ini terjerembab dalam bulan-bulanan realita? Sebab terlalu dominan pada fiqih. Memegang fiqih itu penting, tapi bukan segala-galanya. Nabi Muhammad menjalani […]

Demokrasi Alam Ghaib

Meributkan kinerja Presiden Jokowi dengan isu-isu identitas dan keagamaan itu ga akan ada selesainya. Padahal isu-isu ekonomi, penegakan hukum, dan kerusakan lingkungan sangat jelas di depan mata kalau mau dikuliti sampai habis-habisan. Tapi ya gitu deh. Sebagian rakyat itu senangnya yang identitas-identitasan gitu je maunya. Hal-hal yang urgen dan benar-benar menyangkut kemaslahatan publik dan bisa […]

Tentang Golput

Di AS, sejak 1990-an golput selalu menjadi pemenang pemilu, sebab selalu mendekati 50 %. Di Indonesia, golput baru merebut 30% saja, para timses sudah pada ribut tuding sana sini. Mungkin perlu digalakkan sekalian, dari pada sibuk pemilu untuk para-para di atas. Mending sukseskan pilkades dan bangun desa masing-masing agar mandiri. Kalau nanti desa-desa sudah mandiri […]

Inti Demokrasi: Sistem Perwakilan Rakyat

Lembaga perwakilan rakyat harusnya lebih diperhatikan ketimbang pemerintahan. Sebab di lembaga itulah kekuatan rakyat dikonsolidasikan. Maka, di lembaga itu harusnya rakyat melototin bener-bener. Hubungan rakyat dengan para wakil rakyat harus definitif. Pun demikian, yang boleh jadi wakil rakyat harus yang berkelas, bukan yang hobi tidur dan mbolos. Kerjaan wakil rakyat itu ya gelar perkara atas […]

Kekuasaan vs Kepemimpinan

Kekuasaan dan kepemimpinan itu dua hal yang berbeda. Kekuasaan itu pendekatannya kekuatan dan “pemaksaan” kehendak. Kepemimpinan itu pendekatannya keteladananan dan pancaran kebaikan, sehingga layak diikuti. Seorang pemimpin belum tentu bisa menjadi penguasa. Seorang penguasa juga belum tentu bisa menjadi pemimpin. Demokrasi itu bicara soal kekuasaan, bukan kepemimpinan. Demokrasi itu urusannya tentang penyerahan mandat pengelolaan kuasa […]

Esensi Pemilu

Pada dasarnya, pemilu itu hanya metode agar orang berkuasa tanpa harus bunuh-bunuhan. Asumsinya, orang-orang yang ikut pemilu itu orang-orang yang ingin berkuasa, tapi tetap dalam koridor untuk kepentingan umum. Jadi, betapa anehnya kalau rakyat sampai ada yang pethenthengan dalam pemilu ini seolah-olah memposisikan pilihannya seperti orang super baik, dan kompetitornya sebagai orang super jahat. Atau, […]

Menetapi Peran

Disiplin dan sadar peran itu tidak gampang. Menjadi rakyat itu, perannya ya memberi mandat dan mengawasi pelaksanaan mandat. Saat pemilu merahasiakan pilihannya. Jebul, hal itu tidak mudah. Betapa susahnya menahan diri untuk merahasiakan pilihan. Bukan timses, apalagi kandidat, tapi justru paling gaduh kampanye melebihi para timsesnya. Demikian pula menjadi menteri koordinator kemaritiman, tugasnya ya mengkoordinasikan […]

Mengapa Harus Perang?

Sebelum pemerintah Hindia Belanda membuat BUMN Pelayaran (yang kemudian dinasionalisasi Presiden Sukarno menjadi PELNI), untuk mengirim pasukan-pasukan yang menangani pemberontakan di berbagai wilayah mereka menggunakan jasa perusahaan-perusahaan kapal milik orang Arab dan China. Jadi, pada masa Hindia Belanda itu pun, setiap ada pemberontakan masyarakat, para pengusaha Arab dan China di bidang perkapalan sangat diuntungkan. Sudah […]