Demokrasi Super Ganjil

Beberapa keanehan demokrasi di negeri ini 1. Parpol bisa menggalang dana tak terbatas dari institusi bisnis, bila perlu elit perusahaannya menjadi anggota parpol sehingga setiap kucuran dananya disebut sebagai iuran anggota. 2. Rakyat hanya diberi kesempatan menyalurkan mandat dan tidak diberi jalan wajar untuk mengawasi mandatnya, sehingga kalau salah pilihan di pemilu harus nunggu 5 […]

Politisi Itu (Wajib) Pencitraan

Mau dibully habis-habisan pun, kualitas pencitraan Pak Jokowi relatif tidak bisa disaingi oleh politisi lain di negeri ini. Terutama ketika bicara tentang keharmonisan keluarga, keluarga Pak SBY aja masih kalah. Politisi itu ya memang salah satu lelakunya memang pencitraan, jadi tidak perlu diejek. Makin diejek makin populer, seperti halnya semakin dipuji. Dalam dunia demokrasi zaman […]

Ritual Pembukaan Lahan Baru

Membaca tulisan Noam Chomsky semakin menguatkan pernyataan Cak Nun tentang derita kemiskinan yang mendera warga AS. AS yang terlihat megah itu sebenarnya ya di kota-kotanya saja. Masyarakatnya ya menderita karena berbagai pajak dan sepinya lapangan kerja. Masih mending bangsa Indonesia, bisa tertawa lepas meskipun pahit tiap hari diakali pemerintah juga. Ketika berkesempatan ikut mendengarkan cerita […]

Ekonomi Liberal Palsu

Sejak AS menjadi adikuasa dunia, tidak ada satu pun negara di dunia ini yang mempraktikan liberalisasi ekonomi. Yang mereka praktikan adalah monopoli ekonomi dengan memberi kesempatan kepada kelompok superkaya minoritas untuk mengendalikan seluruh sumber daya ekonomi dan mengekang rakyat yang mayoritas untuk turut mengambil kendali dengan dalih bahwa itu sudah dimandatkan pada pemerintah. Sehingga kelompok […]

Politisasi Agama?

Bagi saya, perilaku mempolitisasi agama itu bukan pada institusinya, tetapi pada perilaku personalnya. Jadi adanya partai-partai berasaskan Islam itu tidak berarti anti kebhinekaan. Tidak pula identik dengan politisasi agama. Karena sejarah lahirnya republik ini berangkat dari fakta perjuangan umat Islam juga. Wajar kalau secara khusus umat Islam punya wadah perjuangan politik. Jangan naif dong. Perilaku […]

Makelar-isme

Perdagangan akan sehat jika dimulai dari produksi, bukan jadi makelar. Perdagangan berangkat dari usaha memasarkan hasil produksi, bukan sekedar main untung selisih kulakan dan jual berapa. Kalau yang begituan mah makelar. Pekerjaan di bidang pertanian, peternakan, pertambangan, kepenulisan, dll adalah sebuah proses produksi paling hulu. Sedangkan proses pengolahan hasil pertanian, pembuatan makanan, mebel, penerbitan, dll […]

Kamu Mewakili Siapa?

Sejak mengalami peristiwa paling bersejarah berupa Pemilu dan Pilpres 2014, saya benar-benar belajar tentang logika dasar bernegara dan pemerintahan. Tujuannya sederhana, agar saya tahu janjane intine apa mengapa ada negara dan mengapa ada pemerintahan. Pembelajarannya tidak kemudian saya kuliah di Fisipol, tetapi sekedar mulai mokal bertanya hal-hal aneh seputar kejanggalan yang terasa sejauh ini. Pertama-tama […]

Melokalisasi Pertarungan Politik

Dalam tradisi kepemimpinan kerajaan, biasanya yang menjadi kaki tangan raja adalah orang-orang yang dipercayai secara penuh dan dianggap tidak berpotensi untuk memberontak. Maka ketika sang raja digulingkan atau dibunuh oleh saudara, anak, atau orang lain yang hendak menggantikan posisinya. Orang-orang yang dipercaya raja sebelumnya biasanya juga akan bernasib sama dengan sang raja. Kecuali para pejabat […]

Sejarah dan Pikiran Kita yang Jungkir Balik

Peristiwa pilpres 2014 adalah pembuka kesadaran saya tentang betapa absurdnya realitas politik Indonesia, bahkan mungkin dunia pada umumnya. Sebuah kondisi di mana pikiran umat manusia secara massal mengalami jungkir balik tidak terkira. Di situlah saya penasaran untuk membaca lebih banyak referensi sejarah. Sebagai orang yang terdidik dalam pergerakan Islam, saya tentu memiliki semacam impian bagaimana […]

Untuk Sesama Rakyat

Menjelang tahun politik 2018 dan 2019, perlu diperjelas siapa saja yang jadi rakyat dan timses. Jangan sampai jadi rakyat merangkap jadi timses. Kalau timses jelas SK-nya dan jelas dapat bayaran. Kalau rakyat merangkap timses, bayaran belum tentu dapat, kemakmuran juga belum tentu dapat. Justru yang ada adalah harga-harga naik dan pajak-pajak makin banyak, ia sudah […]