Selama debatnya cuma seputar Jokowi atau Prabowo, selama itu pula para bandar dan oligarki akan senang. Apalagi jika rakyat mindsetnya ala-ala ratu adil, yaitu percaya bahwa ada seorang diri yang bisa memberesi sesuatu, entah yang satu sangat percaya pada Jokowi, yang satunya sangat percaya pada Prabowo. Saya yakin, siapa pun mereka yang jadi pasti ya […]
Darurat Rakyat
Ketika di kampus saya memang terlibat aktivisme ala-ala anak muda. Gairah untuk latihan ikut-ikut berpolitik tinggi. Sebab memang pada dasarnya kita ingin perubahan yang lebih baik. Pasca kampus dan terjun ke masyarakat, jebul problem utamanya adalah bangsa yang besar ini kekurangan rakyat. Jumlah segini besar isinya adalah sekumpulan tim hore-hore. Tim hore-hore yang paling militan […]
Standar Minimal Pemerintah RI
Negeri kita cuma butuh pemerintah yang memiliki administrasi yang baik, mampu menjaga keamanan negeri, dan memiliki peradilan yang baik. Itu saja. Urusan-urusan publik seperti pendidikan, kesehatan, dll itu kalaupun tidak ada menteri-menteri, diurus sama Muhammadiyah, NU, dan yayasan-yayasan sosial lain wis beres. Yang penting auditnya ketat. Jadi sebenarnya kita bisa bikin pemerintahan yang anggaran belanjanya […]
Modal Jadi Politikus
Jadi politisi di negeri ini memang butuh nyali besar. Sekaligus ambisi besar untuk berkuasa penuh, bukan sekedar kepenak duduk di kursinya. Sediktator-diktatornya Suharto, dia menyadari betapa jahatnya kaum kapitalis menindas rakyat negeri ini, sekalipun ia mengecualikan anak-anaknya sehingga menyalahgunakan kekuasaan ayahnya untuk menjadi kapitalis kroco juga. Kesadaran dia akan pembangunan dan keadaan ekonomi di berbagai […]
Waspadai Manipulasi Hutang Pemerintah
Mau presidennya siapa, beliau hanya satu bagian dari sistem kekuasaan yang besar ini to. Jadi ketimbang do unggul-unggulan siapa calon presidennya, mari kita kawal hutang pemerintah (yang diaku-aku sebagai hutang negara) yang jumlahnya terus bertambah itu. Kan pemerintah itu lembaga yang dibentuk untuk menjalankan pengelolaan negara. Mereka bekerja atas dasar dana operasional yang sanggup diberikan […]
Masih Tetap Terjajah
Siapa pun presidennya nanti, perhatikan siapa yang di sekeliling lingkaran kekuasaannya. Itulah yang akan memainkan situasi negeri kita, kalau kita hanya jadi kaum cebong dan kampret yang tahunya memuja muji, baik terang-terangan atau sok bijak bahwa kondisi kita baik-baik saja. Di peringatan 73 tahun NKRI ini, kita masih belum beranjak dari bayang-bayang bahwa negara ini […]
New NKRI
Kira-kira misale NU dan Muhammadiyah mendeklarasikan pemerintahan NKRI baru yang bebas hutang dengan tatanan perekonomian seperti UUD 1945 asli, serta mengintruksikan seluruh anggotanya di jajaran PNS dan militer untuk mendukung pemerintahan baru, kemudian mengajak elemen bangsa lainnya untuk bergabung menyukseskan pemerintahan baru itu kira-kira pergantiannya cukup krusial nggak ya? Hahaha. Sebagai organisasi yang usianya lebih […]
Alur Karir Politik
Dalam berpolitik itu, semestinya ada kesepakatan sosial semacam alur karir yang jelas. Bukan semacam siklus pendek yang membuat orang lupa usia. Ngasi tuwek jik ngompol (ngomando politik) wae. Kalau masih cinta mati sama partai, ya berarti tetaplah jadi pengurus partai, jangan coba-coba nyalon jadi pejabat publik. Begitu ingin mengemban posisi publik, entah di parlemen, pemerintahan, […]
Rakyat itu Seharusnya …
Partai-partai politik sudah semakin pandai bagaimana berkembang biak, mencangkok diri, dan berokulasi. Rakyatnya dari dulu pemahaman demokrasinya tidak beranjak. Masih tetap bermain di posisi pro dan anti dalam kubu-kubu politik. Padahal rakyat itu asline ndak punya urusan soal persaingan parpol. Rakyat itu ya fokus menikmati hidup dan keguyubannya. Tapi karena perlu ada pemerintahan yang mengatur, […]
Ideologi Pembangunan
Jika masih percaya ada pertentangan ideologi di zaman ini, berarti masih terperangkap di masa lalu. Perang ideologi sudah berakhir di 1965 dengan bubarnya Masyumi dan dihabisinya PKI. Sejak itu ideologi bangsa ini sama, yaitu pembangunan. Maksudnya, menomorsatukan uang dan kekayaan di atas segala-galanya. Metodenya boleh tidak melibatkan tuhan, boleh juga dengan cara “syar’i” dengan nyuruh-nyuruh […]





