Sejak AS menjadi adikuasa dunia, tidak ada satu pun negara di dunia ini yang mempraktikan liberalisasi ekonomi.
Yang mereka praktikan adalah monopoli ekonomi dengan memberi kesempatan kepada kelompok superkaya minoritas untuk mengendalikan seluruh sumber daya ekonomi dan mengekang rakyat yang mayoritas untuk turut mengambil kendali dengan dalih bahwa itu sudah dimandatkan pada pemerintah.
Sehingga kelompok super kaya ini semakin kaya, dan terus bertambah kaya karena memiliki anak buah yang semakin setia, yaitu politisi yang makelaran, kaum profesional yang hanya peduli soal gaji, maupun kaum agamawan yang hobi ceramah tapi doyan bonus. Praktik ini kemudian diistilahi dengan sistem liberal.
Jadi yang kita sebut sistem ekonomi liberal saat ini sebenarnya sistem ekonomi tersentralisasi kepada kepentingan korporasi multinasional. Kalau ekonomi liberal dipraktikkan benar-benar niscaya tidak ada orang yang terlalu miskin yang jumlahnya banyak. Sebab setiap manusia punya kesempatan yang sama untuk berjuang di pasar bebas. Maka tidak akan ada orang yang sangat-sangat kaya atau sangat-sangat miskin, karena persaingan terjadi secara terbuka dan tanpa henti.
Adam Smith tidak mewariskan pemikiran segoblok persepsi kita. Kita saja yang sekarang percaya bahwa apa yang dilakukan rezim ekonomi internasional ini sebagai warisannya Adam Smith. Akhirnya kita hanya sibuk mengutuk Adam Smith sambil berkomat-kamit semoga syurga turun dan diberikan kepada kita gratisan. Sementara kita tidak melakukan perjuangan apa-apa untuk menyadarkan diri kita sendiri.
Surakarta, 26 Maret 2018





