Kualitas Didahulukan Dari Pada Kuantitas

Islam adalah agama yang sangat menekankan standar kualitas sebagai hal primer, sedangkan kuantitas hanya bersifat sekunder atau pelengkapnya. Maka Islam tidak memberlakukan demokrasi pada semua hal, ada hal-hal asasi dan tidak mengenal adanya demokrasi, ada hal-hal yang boleh diputuskan secara demokratis. Dalam memandang manusia, Islam meletakkan seorang manusia senilai dengan seluruh manusia, dan seorang mukmin […]

Jas Merah

Mengapa sejarah penting? Salah satunya adalah untuk mengajarkan proses dan membangun kebiasaan bersyukur. Yang lahir tahun 1990-an di desa, pasti pernah merasa bahwa TV berwarna itu sangat mewah. Sedusun cuma ada satu. Zaman itu kalau mau menyetel musik harus pakai kaset pita, kadang tapenya jadul sehingga untuk mempercepat lagu, pitanya diputer manual dengan bolpoin. Lalu […]

Sastra yang Dipinggirkan Umat Islam

Teman-teman yang sering disebut “kiri” oleh sebagian yang merasa “kanan” harus diakui bahwa perhatian mereka terhadap sastra dan literasi bahasa Indonesia jauh lebih besar. Bahkan yang dikategorikan “liberal”, harus diakui tulisan-tulisan mereka jauh lebih enak dibaca, sehingga kalau tidak punya pegangan prinsip bisa terhanyut dalam alam pemikiran yang mereka tawarkan. Itulah kenyataannya. Dan sangat disayangkan, […]

Rowahu Google Biisnadin Embuh, Muttafaqun Alaih

Kita itu mendapatkan hadits dan pengajaran fikih lebih seringnya dari internet, buku, atau ceramahnya ustadz Anu sambil lalu. Buku yang kita baca cuma terjemahan, itu pun kita tidak mengenal persis siapa penerjemahnya. Buku yang diterjemahkan atau yang dibaca para ustadz sekalipun Arab-Arab gitu juga pasti bukan buku salinan asli dari tulisan tangan si penulisnya, apalagi […]

Industrialisasi Islam

Industri membesar karena setiap orang percaya merk. Jika setiap orang terbiasa membeli sesuatu karena menghargai karya orang lain, insya Allah industri besar akan mati. Tidak ada cerita gaduh seperti sekarang. Masyarakat Islam yang mengamalkan al Quran itu pasti anti industri besar, sekaligus anti semangat sama rasa sama rata. Karena dalam Islam, miskin kaya itu wajar, […]

Imam Mahdi Modern

Kajian-kajian seputar hadirnya Imam Mahdi yang mainstream rasa-rasanya gimana gitu. Kayaknya imajinasinya orang-orang selalu berkutat pada hadirnya sosok yang ajaib, punya kekuatan ajaib, bisa menegakkan kekuasaan secara ajaib, lalu menggerakkan pasukan dengan cara ajaib, dan menangnya pun nanti ajaib. Sebentar jangan marah dulu dan menyangka saya anti kekuatan supranatural. Saya percaya pada mu’jizat juga, yang […]

Sejarah Nabi Muhammad yang Terlupa

Riba, HAM, LGBT, dan yang sejenisnya sekarang melenggang bebas di seluruh lapisan kehidupan masyarakat dunia karena manusia sudah mulai tidak menggunakan akal sehatnya. Sementara dalam perilaku beragama umat manusia, termasuk Islam, penggunaan nalar kian dipinggirkan dan setiap perbedaan dari mainstream selalu diadili sebagai sesat dan liberal. Berbagai cara pun ditempuh untuk menangkalnya, ada yg berpendapat […]

Adu Domba, Hancur Binasa

Ada pola belah bambu yang dilupakan umat Islam hari ini. Sejak Nabi Isa diangkat ke langit, terjadi peristiwa berulang-ulang hingga hari ini yang manusia sering tak kuasa menahannya, lalu jatuh pada pangkuan kekuasaan”nya”. Permusuhan kaum penyembah berhala dengan pengikut nabi Isa tidak berkesudahan, sampai akhirnya kita mendengar kisah ashabul Kahfi, para pejuang tauhid yang ditidurkan […]

Jawa Dulu & Kini

Di era Singhasari – Majapahit, orang Jawa itu over percaya dirinya, makanya dia dapat berkuasa atas banyak bangsa di kepulauan Nusantara dan terkadang (meski sangat jarang) menyulut peperangan dengan bangsa lainnya. Jika rajanya kebetulan orang besar, potensi itu dapat menjelma menjadi imperium besar di masanya. Namun ketika rajanya lemah, maka para lordwar (senopati keturunan raja) […]

Leluhur Jawa

Salah satu versi Babad Tanah Jawi memberiku banyak pelajaran berharga agar aku tidak mengkhianati janji prasetya dan kebenaran. Setiap hal mesti ditimbang dengan ukuran kebaikan yang lebih luas dan lebih besar, bukan sekedar keinginan pribadi untuk berkuasa hanya gara-gara “wahyu tumurun”. Dan kitab itu menjadi pengingat generasi muda Jawa bahwa penguasa leluhurnya dahulu pernah saling […]