Belajar Kedaulatan Diri

Entah berapa dekade lagi atau berapa turunan lagi, sistem negara semacam ini akan ditinggalkan. Manusia akan kembali ke cara paling tradisional, yaitu memercayai sesama manusia. Tidak usah naif, pada waktunya nanti kejahatan-kejahatan yang terakumulasi dalam tindakan negara dan pemerintah akan semakin menghancurkan kepercayaan rakyat. Dimulai dari negara-negara yang tertindas dan mungkin paling akhir nanti adalah […]

Menjaga Generasi

Gontor telah membuktikan eksistensinya sebagai sebuah “sistem negara kota” yang mandiri. Muhammadiyah sebenarnya juga bisa menjadi “sub negara” untuk komunitasnya, dan semoga bisa bergerak ke sana. Bicara kekuasaan, tidak bisa dipungkiri itu adalah tempat orang-orang berebut kedudukan. Tapi, belajar dari Gontor, sebenarnya ada ruang khidmat yang bisa dibangun setiap kelompok masyarakat tanpa harus ikut ambil […]

Solusi Demokrasi ala Dengkulku

Wis to, nggak usah pemilu. Pak Kiai Ma’ruf dan Pak Prabowo jadi kepala negara dan wakilnya. Pak Jokowi dan Pak Sandi jadi kepala pemerintahan dan wakilnya. Kalau pun harus ada peran oposisi, itu biar rakyat saja. Semua parpol mending jadi satu saling membantu. Ekonom-ekonomnya kubu Prabowo bagus, dipakai dong. Bahkan di PDIP juga ada Pak […]

Gelombang Dakwah Islam di Nusantara

Saya pernah mengikuti sebuah majelis yang dihadiri Habib Anis Sholeh Ba’asyin dari Pati. Beliau mengemukakan tiga pola Islamisasi di Jawa. Berikut adalah hasil penerimaan saya atas tiga pola yang beliau sebutkan dan saya kembangkan berdasarkan beberapa rujukan yang saya baca. 1. Pola pertama terjadi di zaman para wali. Cirinya mereka sangat percaya diri dengan kemuliaan […]

GR Azab dan Kebodohan Kita

Azab itu saya kira relevannya untuk manusia-manusia superior yang sombong dan benar-benar membuktikan kehebatannya. Misal Firaun yang terbukti sangat perkasa membangun negaranya, bahkan dinastinya bertahan sampai satu milenium. Kaum ‘Ad dan Tsamud yang bisa menaklukkan gunung-gunung dan bebatuan besar. Mereka-mereka ini sembada ampuhe, sehingga tidak ada cara lain bagi Allah, kecuali membinasakan mereka dengan cara […]

Nabi yang Manusia

Dari semua Nabi, Nabi Muhammad diangkat menjadi Nabi pada usia 40 tahun, setelah beliau menjalani perjalanan sebagai manusia paripurna. Cara Allah mengangkat beliau menjadi Nabi menjadi hikmah bagi manusia bahwa menapaki derajat yang agung itu bisa ditempuh dengan berproses menjadi manusia menuju paripurna. Di kemudian hari, hikmah itu terbukti ketika kemudian kita menyaksikan banyak orang […]

Mengapa Interaksi Sosial Kita Kian Rempong?

Konon, mengapa kehidupan kita sekarang sedemikian rempong? Sebab pendidikan di keluarga banyak yang belum mampu memberikan rasa yang paripurna pada manusia-manusia di dalamnya. Bahwa manusia punya hasrat untuk eksis, diakui, dan mendapatkan segala bentuk pengakuannya memang iya. Tapi keluarga lah yang bisa membentuk manusia untuk selesai dengan dirinya sendiri sebelum berurusan dengan banyak manusia di […]

Makin Tua Makin Bertapa

Selain Nabi Muhammad, umumnya anugerah kenabian sudah bersifat bawaan. Sementara Nabi Muhammad, beliau menjalani kehidupan manusiawi hingga paripurna menjadi manusia, baru diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Hal yang sering diabaikan dalam mempelajari shirah adalah bahwa Nabi tidak menyadari dirinya akan menjadi Nabi. Bahkan karena lamanya jarak antara wahyu pertama dengan wahyu berikutnya, Nabi sampai mengalami […]

Seandainya Beneran Ada Negara

Kalau sistem kenegaraan kita jelas, negara kan harusnya yang punya roadmap jangka panjang. Tidak bisa diklaim oleh politisi mana pun sebagai keberhasilannya. Pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, dll semestinya sudah merupakan kewajiban setiap zaman mesin penyelenggara negara (birokrat). Keberadaan politisi itu hanya mempercepat dan meningkatkan pelayanan (kalau bisa). Minimal tidak ngruwet-ngruweti dan menyabotase. Jadi, dengan roadmap […]

Paradoks Negara Republik

Negara republik yang sehat itu ditandai dengan banyaknya badan-badan otonom yang bekerja secara otomatis berdasarkan undang-undang. Nggak main instruksi-instruksian lagi. Sebab apa perintah undang-undang, ya itu dijalankan. Ada sebab, maka ada respon. Efisien. Legislatif dan eksekutif menjalankan perannya secara efisien. Legislatif aktif membangun kemitraan dengan eksekutif dalam perumusan undang-undang yang berpihak pada aspirasi rakyat dan […]