Sampah Kita Lebih Urgen dari Pilpres

Kadang gatel pengin nulis tentang hal-hal yang di belakang layar: tentang penyelundupan senjata, penyelundupan narkoba, dan permainan adu domba yang memang banyak disetting. Tapi, sepertinya tidak baik. Semoga bangsa Indonesia baik-baik saja ke depannya. Walaupun ada banyak masalah di belakang layar yang cukup mengerikan, tapi semoga di sana tetap banyak orang baik yang berusaha membendung […]

Umat Islam di Tengah Demokrasi

Ketika umat Islam yang kebanyakan berpedoman pada fikih klasik berusaha menjalankan demokrasi, jadinya malah terseok-seok. Demokrasi itu ide Barat yang tegak di atas rasionalisme sekuler. Bisakah kita membangun sistem demokrasi Islam? Ini selalu jadi tanda tanya di negeri ini. Jika kita belajar dari para ulama yang dulu mengislamkan Nusantara, kebanyakan metode mereka adalah menempatkan kebudayaan […]

Bangsa Kita Ternyata Lebih Jago Perang

Saya jadi curiga, kayaknya kita itu sebenarnya juga bangsa yang hobi berperang. Bedanya, kita mencari sarana-sarana pertengkaran yang penghancuran fisiknya minim. Sehingga kita itu sangat pelit untuk kulakan senjata, tapi kita sangat gigih untuk mempertengkarkan hal-hal yang sangat tidak bermutu sekalipun. Maka beruntunglah kita kena penetrasi medsos. Medsos adalah senjata sekaligus medan pertempuran yang sangat […]

Algoritma Pemerintahan Indonesia

Mengapa eksekutif hari ini bisa bertindak ngawur luar biasa? Sebab legislatifnya tidak bekerja dengan baik. Mengapa legislatifnya tidak bekerja dengan baik? Sebab mayoritas kursinya diduduki oleh kader-kader partai yang nganu. Mengapa partai-partai nganu pemilihnya banyak? Karena rakyatnya banyak yang nggak paham demokrasi dan banyak diintimidasi preman-preman yang berafiliasi dengan partai-partai nganu itu. Jadi, kalau masih […]

Perjudian Politik

Kalau dipikir-pikir, titip 50ribu pada salah seorang yang lagi judi main domino (dan kita ikut nonton) itu lebih masuk akal ketimbang titip suara pada orang di parlemen. Hahaha. Kalau titip 50ribu dan ikut nonton, kita bisa tahu cara dia berjudi hingga berakibat menang atau kalah. Soal rugi atau untung itu wajar, karena judi memang soal […]

Gara-Gara Pemilu

Gara-gara pemilu, saya banyak terhibur sekaligus merasa kecut oleh perilaku sebagian dosen dan profesor yang fanatik buta sama politikus. Kalau rakyat awam memuja Jokowi dan Prabowo saya sangat-sangat memaklumi, sebab urusan harian mereka nguyak butuh sudah tidak membuat mereka sempat berpikir lebih lama. Kalau kaum akademisi kan memang kerjaannya mantengin data. Selain itu mereka juga […]

Manifestasi Shalat untuk Sosial

Apakah di rumahmu sudah ada komposter dan ecobrick? Kalau belum mari kita mulai nyicil agar sampah yang dibuang ke lingkungan bisa berkurang. Tidak apa-apa negara nggak beres-beres sampai 10-15, bahkan 50 tahun ke depan. Sebab itu masalahnya kompleks. Mending kita doakan agar para pelakunya diberi hidayah atau dipercepat panggilan pulangnya. Tapi soal sampah saya kira […]

Maqam Politik Kelompok Keagamaan

Kelompok-kelompok keagamaan itu kalau ikut-ikutan terjun ke politik praktis justru merusak kualitas pemilu. Sebab pemilu itu akan sehat jika kedaulatannya per gundul. Lha kalau kelompok-kelompok keagamaan masuk lalu menggunakan senjata pamungkasnya berupa ancaman syurga dan neraka, maka gundul-gundul pun akan kehilangan kedaulatannya. Lebih baik kelompok-kelompok keagamaan itu menyumbang hal-hal yang penting untuk perbaikan regulasi dalam […]

Menjadi Pemain Utama

Fenomena lahirnya negara bangsa (nation state) yang dibangun oleh semangat nasionalisme (kadang nasionalisme sempit atau chauvinisme) hingga hari ini sering bikin gagap umat Islam yang fikihnya masih memakai pedoman model monarki Islam, di mana penguasanya seorang muslim yang orang-orang non muslim statusnya numpang di bawah kekuasaannya. Makanya sering timbul masalah ketika umat Islam telah mengadopsi […]

Dilema Fikih

Ilmu fikih itu memang akan selalu mengekor dibelakang realita. Ada realita dulu, baru muncul pembahasan fikihnya. Jadi kalau beragama selalu nunggu putusan fikih, ya umat akan selalu terbelakang. Paling sederhana gini, dulu Nabi itu kan mraktekin shalat. Lalu orang-orang yang hidup sezamannya mengikuti shalat Nabi. Di kemudian hari baru dirumuskan cara shalat yang sesuai Nabi. […]