Orang itu terkadang punya kesenangan pada hal-hal tertentu, meskipun sebenarnya dalam kehidupan yang umum dia sangat sederhana.

Ada yang keranjingan dengan burung, buku, hingga kendaraan. Ada seorang dermawan yang pernah jadi pemberitaan dan dihujat habis-habisan ketika diekspos salah satu sisi kehidupan yang menjadi hobinya, yaitu koleksi mobil mewah.

Jika ditelisik lebih jauh, orang ini sebenarnya juga telah menghabiskan uang milyaran secara rutin untuk proyek sosialnya sendiri dalam memelihara anak-anak yatim dan orang miskin. Hanya saja, dia memang punya kebiasaan aneh di mana kalau lihat mobil bermerk yang bagus, dia tinggal beli layaknya membeli mobil mainan saja.

Kejadian di atas mungkin memang tergolong ekstrim. Dilihat dari sudut pandang kita yang kere dan tiap hari cuma menikmati kepengin dan kepengin, perilaku orang itu dianggap sebuah pemborosan. Padahal, ya ketika kita menjadi dia, belum tentu kita memiliki proyek sosial yang besar lho. Karena punya uang banyak, tidak setiap orang kuat, dan biasanya menimbulkan kecanduan uang sehingga tidak jarang orang menjadi suka curang. Lihat para elit negeri ini, hidupnya kurang apa coba. Kok masih banyak yang korupsi.

Masih mending orang yang hobi koleksi mobil mewah itu. Beli dengan uang hasil kerja kerasnya sendiri. Dia memang seorang pengusaha yang ulet. Bidang usahanya juga bukan eksploitasi alam ala perusahaan multinasional, tetapi lebih ke pembuatan dan jual beli benda-benda seni. Bahkan dia banyak mempekerjakan karyawan yang kebanyakan hanya berijazah SD atau malah tidak sekolah. Walau kaya seperti itu, dia tidak pernah tidur di kasur. Lebih suka tidur di lantai dengan alas karpet. Makan seperlunya. Tidak dugem. Tapi ya itu, kalau lihat pameran mobil dan cocok langsung beli kontan. Dan kadang-kadang dia bikin parade mobil-mobil koleksinya.

Saya tidak perlu mengungkapnya siapa dia. Tapi ini sekedar contoh ekstrim bahwa hidup itu tidak sendlujur teori-teori sosial dan segampang cangkem para motivator. Setidaknya, kita sebelum kita terlanjur membenci karena tahu sisi (yang kita anggap) buruk tentang seseorang, sebisa mungkin cari sisi positifnya. Karena setiap orang, termasuk diri kita punya sisi positif dan negatifnya kan.

Surakarta, 8 April 2018

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.