Punya Tokoh, Tapi Tak Diteladani

Sindiran Mbah Nun yang sangat tajam di Mocopat Syafaat bulan ini setelah mbabar ilmu tentang Punakawan (dalam bahasa parafraseku sendiri), Bangsa iki lho saiki kok do ora cetha. Sudah diutuskan Nabi Muhammad, khalifah empat, para walisongo, dan seabreg tokoh bangsa yang luar biasa besarnya kok ya ndak mau meneliti, nggak mau mempelajari, nggak mau meneladani […]

Cara Pandang Sejarah

Cara pandang kita pada sejarah ala Barat yang selalu berorientasi pada raja dan kebesaran pemimpin, membuat kita kehilangan pijakan dalam menemukan ilmu dan hikmah dari semua pelaku sejarah, termasuk rakyat biasa. Akibatnya kisah wayang yang begitu sarat pelajaran, cuma jatuh sebagai tontonan biasa, dan lebih celaka lagi punakawan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) dianggap sebagai badut […]

Makna Kata

Pepeling simbah : Kata “tadabbur” terdapat dalam beberapa ayat al Quran, dan tak ada satu pun kata “tafsir” dalam kitabullah tersebut. Kenapa di era modern ini, kata tafsir justru lebih mainstream dari pada tadabbur. Padahal tadabbur itu kewajiban utama setiap orang yang beriman pada al Quran, sedangkan tafsir tidak dibebankan kecuali hanya pada ahlinya saja, […]

Fir’aun Itu Raja Yang “Baik”

Fir’aun mah bukan sesuatu yang mengerikan. Bukankah mayoritas negara-negara di dunia saat ini manhaj pemerintahannya Fir’aun semua, yakni mengasihi dan memakmurkan bangsanya, mengunggulkan bangsanya, walau terkadang merendahkan dan menindas bangsa lainnya. Yang wow kan justru di Indonesia. Sama-sama Jawa, bupati di Jawa bisa dengan santun korupsi di hadapan rakyat Jawa yang dipimpinnya sehingga timbul banyak […]

Martabat

Cak Nun dalam berbagai kesempatan berusaha menyadarkan bangsa Indonesia yang sudah lupa akan arti harga diri. Beliau berulang-ulang menyampaikan bahwa bangsa lain dihancurkan dengan cara-cara militer, termasuk dengan revolusi Arab Springs dan sejenisnya. Tetapi “mereka” tidak akan melakukan hal yang sama pada bangsa Indonesia, karena Indonesia tidak akan kalah jika dibegitukan. Agar bangsa Indonesia lemah […]

Adil Dulu, Atau Makmur Dulu?

Parafraseku atas Wejangan Mbah Nun di Mocopat Syafaat Maret 2016. Jika membangun negara hanya untuk tujuan kemakmuran (baldatun thayyibatun), tanpa memperjuangkan keadilan dan keampunan Allah (rabbun ghafur), maka prestasi Firaun lebih bagus dari manusia-manusia modern sekarang. Firaun itu adalah raja yang memakmurkan rakyat Mesir, meski menindas bani Israel. Beliau mampu membangun dinasti yang sangat berkuasa […]

Orang Madura

Orang Madura itu forklor-nya sangat substansial dan mendasar. Kadang justru kita bisa belajar mikir. Misal ditanya tentang hukum fikih sesuatu hal, semua dijawab “NDAK TENTU”. Meskipun simpel, ini justru mendasar, bahwa hukum fikih tidak lepas dari sikon-nya. Yang penting kita tahu proporsinya. Shalat 5 waktu itu wajib kan. Jelas banget, jangan berdebat. Tapi bisa jadi […]

Hipokrisi Ambivalen

Istilah ini pertama kali saya temui ketika membaca bukunya Mbah Nun tentang “Gelandangan di Kampung Sendiri”. Definisinya, menurut konteks tulisan beliau ketika itu adalah sindiran untuk orang-orang yang sok moralis terhadap kesalahan orang lain, tapi sangat toleran ketika yang berbuat kesalahan adalah diri sendiri. Gampangannya simulasi hal itu seperti ini, korupsi itu jahat, tapi tidak […]

Ada Baiknya, Ada Buruknya

Saya dididik oleh guru-guru saya untuk tidak memutlak-mutlakkan hal-hal kontemporer, karena pasti ada sisi benarnya, dan ada sisi salahnya. Maka saya tidak akan mendukung mutlak, maupun menolak mutlak. Misalnya bicara soal MUI, itu adalah lembaga yang didirikan pemerintah Orde Baru, tahulah bagaimana watak lembaga pemerintah (meski sekarang udah pisah dari kekuasaan pemerintah). Makanya Buya Hamka […]

Bertanya

Menyebut nama Erdogan di hadapan pengikut Fetullah Gulen adalah kekonyolan yang kulakukan tadi malam. Ntut tenan, kok yo aku kepleset ndadak menyebut namanya, padahal karepku pengin takon peran pemerintah (secara diwakili pemimpinnya dong, Erdogan) dalam membangun SDM di Turki (tentu saja lewat pendidikannya) menurut pendapate Bapake. Untungnya di maiyah tidak berlaku semprotan, dan aku tidak […]