Tokoh Agama Perusak Demokrasi

Keterlibatan tokoh agama dalam politik praktis itu justru memperkeruh keadaan. Dalam tatanan negara dan kebangsaan yang majemuk seperti Indonesia, tokoh agama itu seperti paku untuk menjaga rekatnya bangsa. Politik mereka seharusnya politik kebangsaan, bukan partisan. Ketika para tokoh agama tetap menjaga jarak dari politik praktis, para politikus tidak bisa melenggang bebas. Sebab mereka akan selalu […]

Demokrasi Aneh di Negeri Dongeng

Dalam demokrasi, kecurigaan rakyat pada politikus seharusnya hal biasa saja. Wajar, politikus yang berkuasa itu orang gajian. Mereka tenaga kontrak lima tahunan, digaji besar, yang tugasnya mengelola pemerintahan. Wajar pula jika rakyat mengkritik politikus habis-habisan dalam urusan pemerintahan, bukan urusan personal. Selama urusan kinerja, tidak boleh ada kata ampun. Barulah jika, ada rakyat yang menyerang […]

Standar Rakyat

Sebagai rakyat, sudah tentu standar saya pada politikus sangat tinggi. Berbeda dengan timses yang fokusnya kampanye, artinya memang harus nyari baik-baiknya dari apa yang dikampanyekannya. Meskipun standar rakyat itu sangat tinggi tidak berarti rakyat anti politikus lho ya. Sebab realitanya dengan kinerja politikus yang cukup payah pun rakyat tetap baik-baik saja, tidak demo, melakukan tindakan […]

Demokrasi dan Kenaifan Kita

Sebagai rakyat, sebenarnya saya memaklumi kalau politikus itu mbulet-mbulet dan banyak ngibul ketika bicara. Cuma, mbok yao output kebijakannya itu tetap dijaga agar masuk akal dan proporsional gitu lho. Kinerja pemerintah itu memang bisa dibuat laporannya dengan sangat bagus dan indah, seolah tanpa cela. Tapi namanya kebijakan pemerintah, sasarannya itu tetap publik. Jadi realita di […]

Bakulitik

Bicara politik dan relasinya dengan dunia bakulan itu jangan naif-naif lah. Misalnya, kebijakan impor itu janjane wajar dilakukan jika diperlukan. Tetapi ketika impor dipaksakan, kita perlu mencari tahu. Sebab impor itu prinsipnya jual beli, sama halnya kayak ekspor. Bedanya, ketika kita posisi impor, kita itu yang beli. Tapi untuk kebutuhan publik, yang nangani jual beli […]

Bayar “Mahar” Politik di Muka

Saya memaklumi sebagian masyarakat yang bisa berkonsolidasi dan menodong para caleg/cakada/capres untuk memberikan bantuan di muka sebelum pemilu. Sebab sistem pemilu kita saat ini masih semacam beli barang tanpa jaminan garansi. Jadi ketimbang nanti rugi di belakang, setidaknya mencicipi untung di depan. Di beberapa negara Eropa, setiap anggota parlemen itu mendapat hak kekebalan dari intervensi […]

Usia Ideal Politikus

Ruang perebutan kekuasaan itu mending untuk politikus usia 50 tahun ke bawah. Yang sudah di atas itu mbok mending do jadi sesepuh saja, baik di partai masing-masing atau jadi negarawan sekalian. Selain itu, ormas-ormas yang usianya lebih tua dari NKRI mbok menahan diri dan menjaga jarak dari urusan politik praktis. Terutama NU dan Muhammadiyah, dengan […]

Politikus, Timses, dan Rakyat

Politikus itu kan memang jualan utamanya janji/ program. Makanya ya ditagih kemudian ketika ia berhasil meraih kekuasaan. Anehnya, ketika ditagih mereka ngeles. Lebih parah lagi, para pendukung militannya mencari-carikan alasan pembenaran, entah kurang waktunya (jadi masa berkuasanya perlu diperpanjang lagi), atau dengan membandingkan dengan kondisi yang lebih buruk, bahkan malah ada yang pakai alasan-alasan langitan […]

Politikus Harus Jujur?

“Politikus harus jujur!” Kata orang-orang itu. Saya dulu juga berpikir seperti itu. Tapi ternyata harapan semacam itu tidak tepat. Pada kenyataannya, politikus itu memang biasa melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya. Jadi rasanya susah mengharapkan mereka lurus-lurus saja. Itulah mengapa orang-orang yang berakal sehat berinisiatif menciptakan sistem yang membuat para politikus tetap bisa mengejar tujuannya, […]