Masih Percaya Politikus?

Masak iya kemandirian bangsa diserahkan pada para politikus. Wong mereka saja ketergantungan suara dan hak keuangan. Sejak dulu, kemandirian bangsa itu ada di tangan petani, nelayan, pedagang kecil, dan rakyat yang terus menerus bekerja dengan gigih. Maka, sebenarnya tugas pemerintah itu kan janjane tidak berat-berat amat. Cuma memastikan agar petani tetap bisa bertani dengan bibit […]

Kok Gampang Percaya Politikus?

Kalau banyak orang pengin jadi politikus dan keterima PNS, wajar, soalnya dapat jaminan duit besar je. Yang aneh itu, banyak orang yang gampang percaya untuk menitipkan mandat pada politikus, padahal nggak kenal dan nggak ada jaminan. Logikanya, kan ngasih mandat pada lurah/kades aja harusnya berat. Lurah/kades harus mengelola uang miliaran. Apalagi memberi mandat pada politikus […]

Pemandatan yang Tak Bertanggung Jawab

Memberi mandat tanpa tahu cara mengawasi dan mengontrol penerima mandat itu sebenarnya termasuk bentuk apatisme bukan sih? Kan gini, katakanlah 1000 orang ikut pemilu, yang tahu caranya dan memiliki kemauan mengawasi penerima mandat cuma 10 orang, sisanya cuma ikut-ikutan. Ketika terpilih beberapa kandidat dan menjadi penerima mandat kekuasaan (baik di eksekutif dan legislatif) yang teriak-teriak […]

Demokrasi Lucu-Lucuan

Dalam demokrasi, politikus itu memaparkan program sebagai janji politiknya. Jadi ya memang politikus itu kalau mau maju memang modalnya janji, bukan duit. Justru aneh kalau politikus mau maju tidak menawarkan janji apa-apa. Masak iya cuma pasang baliho terus bilang, BERSIH & PEDULI atau yang lainnya. Tapi lebih konyol lagi, yang gitu-gitu jebul tetep dipilih dan […]

Tokoh Agama Perusak Demokrasi

Keterlibatan tokoh agama dalam politik praktis itu justru memperkeruh keadaan. Dalam tatanan negara dan kebangsaan yang majemuk seperti Indonesia, tokoh agama itu seperti paku untuk menjaga rekatnya bangsa. Politik mereka seharusnya politik kebangsaan, bukan partisan. Ketika para tokoh agama tetap menjaga jarak dari politik praktis, para politikus tidak bisa melenggang bebas. Sebab mereka akan selalu […]

Demokrasi Aneh di Negeri Dongeng

Dalam demokrasi, kecurigaan rakyat pada politikus seharusnya hal biasa saja. Wajar, politikus yang berkuasa itu orang gajian. Mereka tenaga kontrak lima tahunan, digaji besar, yang tugasnya mengelola pemerintahan. Wajar pula jika rakyat mengkritik politikus habis-habisan dalam urusan pemerintahan, bukan urusan personal. Selama urusan kinerja, tidak boleh ada kata ampun. Barulah jika, ada rakyat yang menyerang […]

Standar Rakyat

Sebagai rakyat, sudah tentu standar saya pada politikus sangat tinggi. Berbeda dengan timses yang fokusnya kampanye, artinya memang harus nyari baik-baiknya dari apa yang dikampanyekannya. Meskipun standar rakyat itu sangat tinggi tidak berarti rakyat anti politikus lho ya. Sebab realitanya dengan kinerja politikus yang cukup payah pun rakyat tetap baik-baik saja, tidak demo, melakukan tindakan […]

Demokrasi dan Kenaifan Kita

Sebagai rakyat, sebenarnya saya memaklumi kalau politikus itu mbulet-mbulet dan banyak ngibul ketika bicara. Cuma, mbok yao output kebijakannya itu tetap dijaga agar masuk akal dan proporsional gitu lho. Kinerja pemerintah itu memang bisa dibuat laporannya dengan sangat bagus dan indah, seolah tanpa cela. Tapi namanya kebijakan pemerintah, sasarannya itu tetap publik. Jadi realita di […]

Bakulitik

Bicara politik dan relasinya dengan dunia bakulan itu jangan naif-naif lah. Misalnya, kebijakan impor itu janjane wajar dilakukan jika diperlukan. Tetapi ketika impor dipaksakan, kita perlu mencari tahu. Sebab impor itu prinsipnya jual beli, sama halnya kayak ekspor. Bedanya, ketika kita posisi impor, kita itu yang beli. Tapi untuk kebutuhan publik, yang nangani jual beli […]

Bayar “Mahar” Politik di Muka

Saya memaklumi sebagian masyarakat yang bisa berkonsolidasi dan menodong para caleg/cakada/capres untuk memberikan bantuan di muka sebelum pemilu. Sebab sistem pemilu kita saat ini masih semacam beli barang tanpa jaminan garansi. Jadi ketimbang nanti rugi di belakang, setidaknya mencicipi untung di depan. Di beberapa negara Eropa, setiap anggota parlemen itu mendapat hak kekebalan dari intervensi […]