Tafakur

Kumpulan tulisan renungan dan tafakurku

  • Waja’alnaakum Syu’uban Wa Qabailan Lita’arofu

    Menurut tadabbur saya, QS al Hujurat ayat 13 itu adalah pesan dari Allah bahwa ikatan perkumpulan yang paling alami di muka bumi sampai akhir zaman adalah ikatan darah dan kebangsaan/etnis. Artinya ikatan-ikatan organisasi apa pun yang dibentuk di zaman modern ini akan mudah rapuh dibandingkan ikatan alami yang sudah digariskan oleh Allah. Jika umat Islam…

  • Hulu Hilir

    Setiap hal itu memiliki hulu-hilirnya. Akal adalah alat utama manusia agar mempertimbangkan hulu dan hilir setiap hal yang dihadapi. Jangan sampai cuma berpegang pada hilir tapi lupa hulu, jangan pula ribut di hulu tanpa kejelasan di hilir. Islam adalah pemandu akal agar terus bekerja meneliti hulu dan hilir itu, sehingga tidak ada ceritanya jadi muslim…

  • Tiga Jenis Manusia

    Menurut saya, demografi manusia yang hidup di setiap zaman, berdasarkan kemampuan interaksinya terbagi dalam tiga kategori: 1) raja-raja, 2) kawula, 3) kaum perdikan. (NB: istilah versi saya sendiri). Raja-raja adalah manusia-manusia yang mencenderungkan dirinya untuk eksis dan mendominasi orang lain untuk kepentingan dirinya dan golongannya sendiri. Mereka bisa mendominasi melalui pemikiran, ekonomi, kekuasaan, maupun kesemuanya….

  • Umat Transenden

    Dalam al Quran, umat Islam zaman nabi itu digambarkan sebagai umat yang transenden. Artinya kehidupan yang mereka bangun itu atas dasar kemandirian dan peperangan yang terjadi karena pertaruhan harga diri sebagai seorang muslim. Dalam sejarah Nabi, umat Islam tidak pernah memboikot musuh secara ekonomi. Jadi meski pasukannya sedang berperang, pedagang-pedagang Madinah tetap bebas berdagang dengan…

  • Berpihak Pada Nilai, Bukan Wadagnya

    Nikmati sajalah hidup meski dicap sebagai orang munafik karena kita mengacu kepada “nilai”. Soalnya kebanyakan orang sekarang kan acuan keberpihakannya kepada orang, kepentingan, dan institusi. Ketika kita berpihak pada nilai, misalnya nilai keadilan, kita mendukung si A saat dia menegakkan keadilan. Tapi di lain waktu kita mungkin akan berlawanan dengan si A, karena dia sedang…

  • Belajar Tidak Sama Dengan Sekolah

    Di sekolah-sekolah, guru-guru Pendidikan Kewarganegaraan tidak pernah bercerita tentang negara, bahwa negara itu sebenarnya hanya sesuatu yang imajinatif. Ia bisa batal dalam sekejab jika rakyat satu negara tidak mengakuinya. Menjadi warga negara yang baik itu perlu. Tapi ya negaranya dipastikan dulu statusnya sehat apa tidak. Kalau negaranya sakit, status warga negara dicopot dulu lah. Saatnya…

  • Percaya Sistem atau Manusia?

    Jangan terpaku pada sistem, tapi mending perhatikan betul manusia-manusianya. Ada kalanya kita bisa memercayai orang baik, meskipun dia berada dalam sistem yang kurang baik. Ada kalanya kita bisa kehilangan kepercayaan pada sistem yang kita sangka baik, karena beberapa gelintir orang-orang yang berkhianat. Meskipun kita telah menyatakan perang terhadap riba (dalam arti yang sebenarnya), tetapi tidak…

  • Terpenjara Asumsi dan Opini

    Dalam cara pandang akademik modern hari ini, kita akan banyak menemui kesulitan untuk mengenali orang-orang yang sesungguhnya berkompeten. Terlebih di Indonesia, negara yang masyarakat dan birokrasinya sangat strukturalis, administratif, dan feodal macam sekarang ini. Segala puji bagi Allah, Imam Syafii tidak dilahirkan di zaman kenthir seperti sekarang ini. Karena jika beliau lahir di zaman sekarang,…

  • Islam Sejati

    Secara mainstream, ukuran kemajuan kehidupan kita saat ini diukur melalui indikator materi, terutama dalam bidang ekonomi, pelaksanaan demokrasi, dan penerapan HAM. Nah, jika umat Islam menyadari, ketiga hal itu sangat jelas di depan mata bagaimana kita ditantang apakah percaya diri untuk tetap berpegang dengan prinsip-prinsip Islam, atau berpindah haluan, atau malah jadi pengkombinasi secara pragmatis….