Tafakur

Kumpulan tulisan renungan dan tafakurku

  • Revolusi Berpikir

    Revolusi yang dibawa Rasulullah adalah perbaikan cara berpikir, bukan penegakan kekuasaan. Sejahiliyah-jahiliyahnya masyarakat Arab zaman itu, mereka masih memiliki takaran-takaran kemuliaan. Sekafir-kafirnya Abu Sufyan, dia adalah orang yang jujur dalam berbicara. Sejahat-jahatnya Umar dalam memusuhi Rasulullah kala itu, dia adalah orang yang sangat ksatria dan konsisten. Makanya ketika para pemimpin mereka menjadi teladan dalam zuhud…

  • Jalan Tuhan

    Soal logika-logika yang diutarakan dr. Zakir Naik itu mungkin ada yang tidak setuju, sah-sah saja. Tapi kalau nyinyirnya pada beliau sampai kebablasan saya rasa yang nyinyir sedang dikuasai kebencian. Beliau dikaruniai kemampuan untuk memiliki hafalan yang di atas rata-rata sehingga mampu memberi argumen atas banyak hal yang ditanyakan orang-orang. Dan jika lewat penjelasan beliau ada…

  • Sebelum Ruwet Membahas Negara

    Menurut sependek pengetahuan saya, seorang muslim ya seharusnya menempatkan dirinya sejajar satu sama lain dalam perkara muamalah. Itu secara ideal bisa berjalan jika kita tidak banyak dirusuhi oleh aturan-aturan aneh yang merepotkan dan bertentangan dengan fitrah Islam. Negara adalah bagian dari alat bermuamalah, maka posisinya ya lebih rendah dari kita to. Nah yang terobsesi jadi…

  • Cita-Cita Desa Muslim

    Konsep desa muslim yang disarankan Syaikh Imran Hosein lebih realistis untuk diwujudkan dari pada konsep negara Islam seperti yang sedang masif berjalan. Dalam sejarah, kekhalifahan hanya bisa tegak jika pusat ruhani (Mekah) masih satu poros dengan pusat kekuasaan (awalnya Madinah, lalu Kuffah, lalu Damaskus, lalu Baghdad, lalu Mesir, hingga akhirnya Istanbul/Konstantinopel). Nah sekarang, kekuatan mana…

  • Sumber Mata Air

    Selama tatanan kebijakan informasi kita masih liberal kaffah seperti sekarang, tidak usah berharap kegaduhan akan selesai. Malah akan semakin parah dan menggila. Jadi mari kita menenangkan diri sendiri saja dan tularkan ketenangan kita pada sahabat-sahabat kita. Karena kegaduhan hari ini berawal dari ketimpangan antara kecerdasan kita menyerap informasi dengan kemampuan kita menghadirkan solusi. Di samping…

  • Shalawat dan Ridho

    Mengapa hari ini hanya shalawat yang bisa kita andalkan sebagai senjata? Mengapa hanya syafaat Kanjeng Nabi yang bisa dijagakke. Mengapa pula perlu keridhoan untuk menerima segala takdir Allah atas kita? Karena selain dua hal itu kita kan harap-harap cemas. Okelah, katakanlah kita punya senjata lainnya yaitu doa. Tapi bukankah Nabi bersabda bahwa pengabulan doa dipersyarati…

  • Dunia yang Berguncang

    Apakah Ya’juj dan Ma’juj telah dilepas? Ini pasti jadi perdebatan. Pertanyaan yang tepat adalah konten surat al Kahfi itu menurutmu bersifat faktual (data sejarah) atau sekedar kiasan? Jawaban kita akan menentukan langkah kita selanjutnya, termasuk apakah zaman kita sudah akhir zaman atau baru akan menuju akhir zaman. Setelah mempelajari beberapa pendapat dan ulasan dari beberapa…

  • Distorsi Informasi

    Salah satu pertanyaan yang menarik muncul ketika membuka-buka kitab terjemahan tafsir X, kitab itu ternyata diterjemahkan oleh ustadz Y. Kitab tafsir X ternyata adalah hasil pengolahan ulang oleh syaikh Z yang berhaluan W. Informasi yang terputus adalah, syaikh Z ini tidak menyebutkan asal informasi kitab asal dia menyusun ulang kitab tafsir X itu. Dia tidak…

  • Generasi Pasca Nasional

    Wacana pasca-nasional itu sekilas terlihat santai. Tapi sebenarnya jika orang-orang di berbagai negara mengamini wacana itu, dampaknya bisa seriyes. Karena kalau orang-orang meletakkan negara hanya sekedar komplit-komplit dalam hidupnya, tidak ikut-ikutan mengakui PBB maupun segala bentuk sistem negara modern yang memang pada praktiknya semakin kelihatan untuk menjajah rakyat secara halus, bisa menimbulkan komplikasi baru. Rakyat…

  • Qulillahumma Malikal Mulki

    Menurut tadabbur saya, setelah dipantik dalam sebuah diskusi bersama Mbah Nun, QS al Imran ayat 26 itu sebenarnya adalah pesan dari Allah tentang hakikat kepemimpinan. Gagasan demokrasi yang sejati adalah meletakkan kepemimpinan itu tetap bersyarat secara komprehensif, bukan sekedar atas kehendak manusia. Jika seseorang itu didaulat menjadi pemimpin tidak hanya untuk manusia saja, tetapi untuk…