Tafakur

Kumpulan tulisan renungan dan tafakurku

  • Ketika Kerja Keras & Perjuangan Tak Lagi Mengagumkan Bagimu

    Pernahkah Anda bertanya bagaimana Bapak-Bapak Kiai Kanjeng punya stamina super seperti itu, dalam sebulan jadwal manggungnya lebih dari 10 kali? Itu pun sudah pasti mereka harus melakukan perjalanan lewat darat (kecuali ke luar Jawa atau ke luar negeri, maka masih harus pakai pesawat). Mereka cek sound di sore hari, lalu manggung dari jam 8 malam…

  • Syiar Pemersatu

    Fungsi masjid itu untuk menampung segala keragaman umat. Seberbeda apa pun kamu, berendah hatilah ketika berada di masjid dan taatilah adab-adabnya, sehingga meskipun kamu tidak menyukai pendapat sahabatmu, hatimu selalu diliputi cinta yang berlimpah. Masjid bukan milik segolongan umat Islam, tapi ia milik semua umat Islam. Maka bangunlah masjid bersama-sama sekalipun hasilnya tidak megah dan…

  • Kaffah-Mu Kapan?

    Mbok ya sekarang itu jangan dikit-dikit ngomong kaffah gitu lho. Bahwa mewujudkan kehidupan Islam yang kaffah itu memang tujuan kita, tapi yang realistis gitu lho. Pakaian kita, yakin bisa memastikan 100 % halal? Baik dzat maupun proses pembuatannya (lihat tuh pabrik tekstil yang membuat orang-orang harus bekerja seharian dengan bayaran sekecil itu, belum lagi bahan…

  • MUI dan Ketidakpahaman Kita

    Sisi kesalahan yang patut menjadi keprihatinan kita bersama adalah kebiasaan orang-orang sekarang yang menyerang pihak yang berseberangan pendapat dengan membongkar aib secara personal, bukan secara argumentatif terkait permasalahan yang ada. Saya belajar dari kebiasaan buruk saya sendiri beberapa tahun silam ketika tidak suka dan berseberangan pendapat dengan orang lain. Penghinaan pada pengurus MUI yang dilontarkan…

  • Era Sihir

    Dududu, ini adalah hari-hari yang melelahkan pikiran kita. Ketika luapan emosi menjadi kabut yang menutupi akal sehat. Ketika prioritas tak lagi jelas, karena dikangkangi nafsu eksistensi. Ketika Islam ditutupi oleh kebodohan dan label-label yang diaku-akukan sebagai Islam, padahal bukan. Inilah era sihir, era kegelapan, kegelapan yang bergemerlapan karena dipenuhi fantasi dan aneka ilusi. Dan rakyat…

  • Berpikirlah di Luar Kerangka Umum Publik

    Barangkali yang bikin kita itu pusing sendiri adalah karena kita menganggap negara itu satu-satunya sarana untuk menyejahterakan rakyat dan uang adalah satu-satunya standar kebahagiaan. Padahal jika kita komitmen serius pada Islam, umat Islam yang kaya-kaya seandainya bersepakat menghidupi keluarga yang miskin dengan mengoptimalkan fungsi pelayanan masjid saya yakin masalah ekonomi kita agak berkurang. Juga seandainya…

  • Perjalanan Pemikiran

    Jaman unyu, ketika belum bisa mengakses jalur-jalur informasi penting dan belum dibimbing oleh guru-guru yang berkompeten di bidangnya, saya termasuk orang desa yang nggumunan. Barangkali sampai sekarang pun masih. Cuma satu hal yang saya syukuri, saya itu gampang penasaran dan tidak gampang kekeuh pada hal-hal yang sifatnya informatif. Jadi sangat gampang menerima hal-hal baru selama…

  • Lihatlah Masalah di Kedalamannya

    Pernyataan Ahok itu sudah jelas, laporkan saja secara hukum, dalam skala nasional itu masalah kecil, jangan dibesar-besarkan secara berlebihan. Media-media Islam maupun yang masih punya nurani keadilan mending saat ini menurunkan jurnalisnya untuk investigasi berbagai hal ke lapangan. Salah satunya adalah soal tanah. Berapa persen sih tanah di Kabupaten Anu yang sudah dicaplok naga. Misalnya…

  • Hargailah Jasa Waliyullah

    Soal karomah wali yang dianggap kontroversial, sebaiknya diam saja, toh berdebat pun tak ada gunanya wong sama-sama tidak punya bukti pendukung maupun penyangkal. Mending putuskan percaya atau tidak dalam hati, lalu diam. Terus jalani aja laku kehidupan yang benar sesuai lazimnya syariat Islam yang disepakati para ulama (bukan cuma ulama versi anu lho ya), siapa…