Tafakur

Kumpulan tulisan renungan dan tafakurku

  • Kewajiban Asasi Manusia

    Saya lebih setuju hak asasi manusia itu diganti dengan kewajiban asasi manusia. Sebagai manusia yang percaya adanya Allah, kehidupan ini 100 % milik-Nya, jadi dia owner mutlak. Makanya aneh, mosok owner punya kewajiban memenuhi hak asasi kita. Maka dari itu, lebih tepat kalau kitalah yang seutuhnya punya kewajiban asasi. Dari konsep berpikir yang seperti ini…

  • Manusia, Kemaki Ra Umum

    Tanah, api, air, dan angin konon usianya paling tua di antara semua makhluk Allah di bumi dan alam raya. Kemudian tetumbuhan, kemudian hewan, baru jin dan manusia. Jadi manusia adalah penghuni paling muda di alam semesta ini. Diciptakan dengan kualifikasi terbaik. Kemudian Allah mengutus para Nabi dan Rasul agar manusia menaikkan kualifikasinya menjadi Abdullah (abdinya…

  • Kepemimpinan

    Kepemimpinan itu adalah kesadaran melihat ukuran diri atas kadar yang Allah tetapkan diikuti pengendalian diri agar tidak melanggar hak orang lain. Jika dalam satu masyarakat kecil hal semacam ini diterapkan, maka dengan sendirinya akan tersibak siapa yang layak menjadi imam bagi kaum itu. Tapi cara ini pasti tidak banyak disetujui kebanyakan manusia, karena manusia cenderung…

  • Nabi dan Rasul

    Ulama adalah pewaris para nabi. Lalu aku bertanya, siapa pewaris para Rasul? Ketika sekolah, kita dicekoki definisi aneh tentang Nabi dan Rasul kan, yang itu bikin tumpul nalar kita. Kalau tidak salah definisinya nabi adalah orang yang diberi wahyu untuk dirinya sendiri dan rasul adalah orang yang diberi wahyu untuk disampaikan pada umat. Definisi ini…

  • Keimanan Kita

    Banyak sekali hadits yang mengaitkan relasi iman dengan amal-amal sosial. Termasuk bahkan ciri khas mukmin itu adalah ketika orang di sekitarnya aman jiwanya dari penganiayaan, aman hartanya dari perampasan, dan aman martabatnya dari pelecehan. Jika dikaitkan dengan tugas kekhalifahan yang Allah tetapkan pada setiap manusia, yang diberi keterangan tegas bahwa setiap diri adalah pemimpin yang…

  • Medsos dan Paradoks Zaman

    Media sosial adalah sebuah mekanisme luar biasa yang Allah takdirkan untuk melihat kualitas berpikir generasi zaman ini. Betapa banyak hal tidak masuk akal yang dulu hanya tersimpan dalam ruang-ruang privat sekarang terekspos luar biasa ke publik. Menurut saya berbagai kekacauan yang timbul saat ini bukan akibat adanya media sosial. Itu memang karena karakter bawaan kita…

  • Post-Harakah

    Kesadaran “post-harakah” itu sebenarnya hal yang wajar kok. Jadi jangan dilarang orang yang merasa harus berhenti berharakah. Jangan pula dipaksa-paksakan kepada orang yang masih kenceng berharakah. Karena menurut saya, kesadaran post-harakah itu pasti akan terjadi pada setiap orang yang mencapai titik klimaksnya, setelah melihat berbagai anomali di tubuh umat Islam dan masyarakat saat ini. Mungkin…

  • Islam Sebagai Nilai dan Sumur Cinta Kasih

    Kebiasaan menebar hoax, suka berkubu dengan fanatik, hingga bertengkar dengan teman sendiri sesama muslim (apalagi pada orang yang tidak dikenal), boleh jadi ya efek dari KEBENCIAN yang bersemayam dalam hati kita. Saya sendiri dulu-dulunya juga termasuk yang kena virus itu. Lalu ya sebisa-bisanya memupusnya dan semoga tidak diizinkan lagi oleh Allah membenci, cukup anyel saja….

  • Filosofi Air

    Sungai itu dibentuk dari titik-titik mata air, menjadi sungai kecil, lalu menjadi sungai hulu, saling bertemu menjadi sungai besar hingga akhirnya bermuara di laut. Lalu dilanjutkan dengan peristiwa penguapan dan air hujan agar terbentuk siklus air. Barangkali itu adalah petunjuk Allah tentang bagaimana membangun peradaban. Tapi logika kita sekarang kebalik, dikiranya air laut itu bergerak…

  • Kekosongan Spiritual

    Ketika kita tidak mengkaji relasi kaum Paderi dan kaum Adat dari yang awalnya berseteru hingga bersepakat yang kemudian melahirkan konsep “Adat Bersendi Sara’, Sara’ Bersendi Kitabullah”, cara kita melihat perjuangan rakyat Minangkabau melawan Belanda kok rasanya jadi bias ya. Begitu pula dalam melihat perang Jawa. Jika menutup mata soal relasi Islam dan Jawa dari era…