Salah satu pertanyaan yang menarik muncul ketika membuka-buka kitab terjemahan tafsir X, kitab itu ternyata diterjemahkan oleh ustadz Y. Kitab tafsir X ternyata adalah hasil pengolahan ulang oleh syaikh Z yang berhaluan W.

Informasi yang terputus adalah, syaikh Z ini tidak menyebutkan asal informasi kitab asal dia menyusun ulang kitab tafsir X itu. Dia tidak menyebutkan asalnya, apakah makhtuthot (tulisan tangan) sang muallif (penulis awal kitab tersebut) atau sudah salinan ke sekian. Dari satu peristiwa penulisan ini saja, kita hanya punya bekal husnudzan atas keawaman dan ketidaktahuan kita untuk memercayai isi kitab tersebut kan.

Salah satu kasus yang pernah mengemuka di kalangan para penggemar kitab adalah dari 4 penerbit di Timur Tengah yang menerbitkan Sahih Bukhori, ada satu penerbit yang sengaja menghilangkan beberapa bagian dari kitab rujukan hadits terbaik itu. Penerbitnya itu berada di negara Anu, yang sekarang lagi banyak digandrungi para pencari ilmu di negeri ini. Itu di kitab dalam bahasa Arabnya, bayangkan kita di sini yang cuma baca terjemahannya.

Saya hanya ingin menyampaikan bagaimana informasi-informasi yang kita terima sesungguhnya banyak yang belum kita pertanyakan keabsahannya. Itu contoh bagaimana distorsi dalam penulisan kitab yang saat ini sangat populer di kalangan umat Islam. Apalagi hal-hal lain yang lebih tidak ketat penjagaannya, seperti permasalahan politik, ekonomi, dll. Kebanyakan kita pun lebih suka buka di Google lalu baca artikel, tidak menggunakan akal sehat untuk sekedar bertanya, kalau info seperti ini, sumber rujukan induknya di mana.

Sangat aneh jika hari ini mempelajari al Quran dan ayat-ayat kauniyah-Nya, orang-orang justru membodohkan diri dengan mematikan akalnya. Lha wong akal itu adalah sarana untuk memahami al Quran, kok malah lahir pernyataan, “jangan memahami al Quran dengan akal saja”. Lho pintu masuk ilmu pengetahuan kan lewat akal. Lha lewat ngendi jal nek akale ra oleh dienggo?

Juwiring, 17 Februari 2017

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.