Tafakur

Kumpulan tulisan renungan dan tafakurku

  • Spiritualitas Ngising

    Saya memilih kata ngising untuk tulisan ini, bukan BAB apalagi pup. Sederhana saja, alam berpikir saya sejak kecil dibentuk oleh peradaban Jawa. Jadi menggunakan kata-kata Jawa itu lebih mantap dari pada bahasa lain untuk hal-hal yang saya alami sehari-hari. Apakah ngising adalah perintah Allah? Apa dalilnya? Mesti rak ditakokne ngono. Menurut kewarasan akal saya, ngising…

  • Orang yang Kuat

    Mengapa Rasulullah memilih berunding di Hudaibiyah, di saat umat Islam yang menyertainya sudah bersumpah untuk membelanya sampai mati? Mengapa Ali bin Abi Thalib menyetujui perundingan saat pasukannya hampir menang melawan pasukan Muawiyah, justru ia akhirnya dibunuh oleh bekas pasukannya sendiri yang kecewa? Mengapa Hassan bin Ali memilih mengakui kepemimpinan Muawiyah sebagai khalifah umat Islam, di…

  • Tadabbur “Ilmu Aurat”

    Artikel Mbah Nun tentang Ilmu Aurat dan Peradaban Kebijaksanaan menggiring saya pada ayat 13 al Hujurat tentang penciptaan manusia yang berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar bertaaruf. Poin yang saya garis bawahi adalah dengan Islam, hendaknya kita kembali menjadi manusia yang berakal sehat, sehingga dari bangsa dan suku mana pun, dan itu juga berarti dari kelompok, parpol,…

  • Arti Kata “Muallaf”

    Sepemahaman saya, muallaf itu ya orang-orang yang tertarik dan simpatik pada Islam. Kalau sudah berikrar syahadat itu ya sudah muslim dong, bukan muallaf. Mosok bertahun-tahun bersyahadat dan mengamalkan syariat kok disebut muallaf. Dalam banyak kasus, umat Islam hari ini adalah umat yang tidak merawat bahasa. Jangankan memelihara bahasa dan definisi al Quran, merawat bahasa hasil…

  • Nggragas-Isme

    Siang ini, seperti biasa cah bocah sekolah pinggir kali shalat dzuhur ke masjid milik masyarakat. Saya yang biasanya mengikuti barisan paling akhir, kali ini berangkat lebih awal. Saya dapati segerombolan bocah yang asyik menikmati buah matoa. Tentu saja itu bukan matoa milik kebun sekolah, melainkan milik tetangga. Saya hampiri, saya tanya mereka. “Udah minta izin…

  • Kartel Jahat oh Kartel Jahat

    Sejak zaman dahulu penjajah kita kan jane ya kartel para bakul serakah. Dulu bakul-bakul kelas dunia bikin kartel. Lalu kartel ini berhasil menguasai kerajaan-kerajaan di Eropa. Akhirnya para pasukan kerajaan ini ditugaskan mencari sumber rempah-rempah dan emas di penjuru dunia disertai dengan penaklukan dan penghancuran kehidupan sosial. Kartel ini sangat kuat dan berhasil meraih dominasi…

  • Warga Bumi

    Kembali menjadi warga bumi yang diberi akal dan dititipi amanah mengelola bumi. Maka dari itu, negara adalah bagian dari kehidupan kita, yang harus dikelola sebagai bagian dari tugas kekhalifahan kita di bumi. Negara bagian dari kita, bukan kita bagian dari negara. Setiap manusia hendaknya menjadi khalifah untuk dirinya masing-masing sebelum mendeklarasikan dirinya meng”khalifahi” apa pun….

  • Maklumat Kedaulatan

    Sejak dulu, para ulama mengajari umat untuk hidup sederhana, mandiri, dan sebisa mungkin tidak banyak berurusan dengan aneka pengaruh para penguasa. Jihad dapat diserukan sewaktu-waktu jika, tanah air dan kebebasan hidup dirampas secara zalim baik oleh penguasa tempatan atau penguasa asing. Dalam situasi yang sulit, para ulama lebih menyerukan umat untuk membangun kemandirian dan meminimalisir…

  • Tauhid Itu …

    Jika kesetiaan kita kembalikan pada Allah, dimanifestasikan pada pemeliharaan bumi yang kita tinggali ini, kira-kira kita apa ya masih akan bertengkar macam-macam lagi ya, mulai bertengkar soal shalat, soal negara, dan soal-soal identitas yang membuat kita rawan berkubu-kubu lalu bermusuhan satu sama lain. Coba kita hayati lagi deh, misalnya kita menyadari sebagai warga bumi sebelum…

  • Pendidikan dengan Pendekatan Kewajiban

    Kita terbiasa dididik dengan pendekatan hak, bukan dengan pendekatan kewajiban. Kebiasaan kita (saya akui juga) menyalahkan pihak lain karena kita lebih fokus mengklaim dan menuntut hak yang harus kita terima, sehingga kita sibuk mengawasi apakah pihak lain sudah menjalankan kewajibannya pada kita. Coba seandainya kita membalik cara berpikir kita bahwa kita itu hidup dengan kewajiban…