Revolusi yang dibawa Rasulullah adalah perbaikan cara berpikir, bukan penegakan kekuasaan.

Sejahiliyah-jahiliyahnya masyarakat Arab zaman itu, mereka masih memiliki takaran-takaran kemuliaan. Sekafir-kafirnya Abu Sufyan, dia adalah orang yang jujur dalam berbicara. Sejahat-jahatnya Umar dalam memusuhi Rasulullah kala itu, dia adalah orang yang sangat ksatria dan konsisten.

Makanya ketika para pemimpin mereka menjadi teladan dalam zuhud dan kesetiaan, rakyat banyak pun dengan sendirinya meniru. Para sahabat mulia adalah teladan dalam hal zuhud. Zuhud adalah pilihan hidup untuk “puasa” dari gaya hidup berlebihan, meskipun di genggaman kita terbuka dunia tak ada habisnya.

Zuhud adalah produk dari cara berpikir yang benar dalam menyikapi dunia dan buah dari perjuangan batin yang tinggi dalam mengendalikan nafsu. Hari ini, upaya-upaya pendidikan yang digalakkan hampir tidak pernah melatih kita untuk bersikap zuhud. Yang ada justru sebaliknya, dengan alasan kompetisi, kita sebenarnya dilatih untuk selalu melampiaskan apa pun.

Hari ini, kita melihat kekonyolan dalam implementasi pendidikan kita. Bukankah porsi terbesar dalam hidup kita adalah sesrawungan, tapi mengapa pendidikan yang kita terima adalah soal intelegensi melulu. Bahkan bertahun-tahun kita belajar itu pasti banyak mencatat, tapi pernahkah kita mendapatkan pendidikan yang memadai tentang ilmu mencatat yang baik? Ada banyak hal yang aneh dalam perjalanan hidup yang kita alami. Berapa yang berhasil kita sadari dan berapa yang terlena untuk kita koreksi kembali.

Pada akhirnya, kita kini terseok-seok dalam aneka kamuflase yang kita sangka adalah Islam, padahal hanyalah talbis-talbis yang diciptakan untuk menyesatkan kita. Kita mudah menjustifikasi orang lain, padahal kalau melihat diri kita sendiri, betapa hinanya kita dibandingkan orang-orang kafir yang hidup di zaman Rasulullah. Karena sekafir-kafirnya mereka, mereka masih mewarisi sifat-sifat kemuliaan dari leluhurnya. Tidak seperti kita, yang penakut, munafik, dan mudah menipu diri sendiri.

Juwiring, 12 April 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.