Ilusi Demokrasi

Kalau baca-baca status dan debat komentar yang sengit di linimasa kok kayaknya kebanyakan netizen itu begitu cemas dengan pilpres, dan abai dengan pileg. Padahal sistem demokrasi yang sehat seharusnya menguatkan sistem perwakilan rakyatnya dan memperbarui regulasi tentang pengawasan rakyat pada politikus. Porsi rakyat harus semakin besar dalam memberikan pengawasan pada kinerja politikus dan itu seharusnya […]

Demokrasi dan Kenaifan Kita

Sebagai rakyat, sebenarnya saya memaklumi kalau politikus itu mbulet-mbulet dan banyak ngibul ketika bicara. Cuma, mbok yao output kebijakannya itu tetap dijaga agar masuk akal dan proporsional gitu lho. Kinerja pemerintah itu memang bisa dibuat laporannya dengan sangat bagus dan indah, seolah tanpa cela. Tapi namanya kebijakan pemerintah, sasarannya itu tetap publik. Jadi realita di […]

Demokrasi Rasa Monarki Nan Fasis

Bagi yang paham substansi demokrasi, pemilu hingga hari ini asline buang-buang waktu dan dana. Tapi, kita tetap harus optimis, siapa tahu dengan tertipunya rakyat berkali-kali, rakyat sadar bahwa demokrasi itu harusnya nggak kayak gini. Ketika mereka sudah sadar bahwa ditipu itu nggak enak dan diakali itu lebih tidak enak lagi, semoga rakyat mau belajar bahwa […]

Merampok Lewat Pemerintah

Para perampok global akan mempertahankan pemerintahan-pemerintahan yang korup. Mengapa? Sebab merampok secara legal itu lebih efisien. Misalnya merampok negara seluas Indonesia ini dengan cara tradisional, biayanya mahal. Harus membentuk pasukan dan harus berperang dengan masyarakat lokal. Belanda membuktikan mereka hampir bangkrut, bahkan pecah jadi dua negara ketika melawan Pangeran Diponegoro. Tapi dengan adanya pemerintah, maka […]

Potensi Terpendam

Setelah lulus sarjana saya itu bingung melihat potensi diri saya sendiri. Baru setelah menikah tahu potensi diri saya yang begitu keren dan produktif, yaitu memproduksi sampah. Dari pagi sampai malam, saya terbukti sangat produktif menghasilkan sampah. Baik dari selangkangan maupun dari aktivitas-aktivitas yang saya lakukan berupa zat organik, kertas, dan plastik. Kecepatan saya memproduksi sampah […]

Bakulitik

Bicara politik dan relasinya dengan dunia bakulan itu jangan naif-naif lah. Misalnya, kebijakan impor itu janjane wajar dilakukan jika diperlukan. Tetapi ketika impor dipaksakan, kita perlu mencari tahu. Sebab impor itu prinsipnya jual beli, sama halnya kayak ekspor. Bedanya, ketika kita posisi impor, kita itu yang beli. Tapi untuk kebutuhan publik, yang nangani jual beli […]

Demokrasi Tanpa Kontrol

Dalam menjaga demokrasi, oposisi memang tidak bisa diandalkan. Sebab politikus oposisi itu kepentingannya bukan demi rakyat, tapi demi gantian berkuasa. Kalau oposisi terlihat berseberangan dengan pemerintah, motif utamanya ya agar lebih populer sehingga di periode berikutnya gantian dipilih untuk berkuasa. Prett lah kalau urusannya demi rakyat. Maka dari itu, oposisi sejati pemerintah sesungguhnya adalah rakyat. […]

Kritik Ekonom untuk Pemerintah

Pertanyaan sekaligus kritik mas Bhima Yudhistira selaku ekonom menarik. Rakyat macam kita perlu belajar sungguh-sungguh memahami persoalan ekonomi semacam ini. Pemerintah ngutang itu fakta. Semua rezim pemerintahan itu ngutang, sebab pemasukan yang ada belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran. Masalahnya, bagaimana cara ngutangnya dan bagaimana penggunaanya agar memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan. Rezim-rezim sebelumnya, […]

Bayar “Mahar” Politik di Muka

Saya memaklumi sebagian masyarakat yang bisa berkonsolidasi dan menodong para caleg/cakada/capres untuk memberikan bantuan di muka sebelum pemilu. Sebab sistem pemilu kita saat ini masih semacam beli barang tanpa jaminan garansi. Jadi ketimbang nanti rugi di belakang, setidaknya mencicipi untung di depan. Di beberapa negara Eropa, setiap anggota parlemen itu mendapat hak kekebalan dari intervensi […]

Kebodohan Manusia Dari Masa ke Masa

Sifat dasar dari tradisi kekuasaan itu transaksional. Makanya ada perjanjian. Sementara alam ini bekerja tidak berdasarkan prinsip transaksional semacam itu. Alam ini bekerja dalam kepatuhan dan keseimbangan. Manusia, karena diberi akal pikiran, dia bisa memilih apakah mengalir bersama alam atau menciptakan hal aneh-aneh untuk diterapkan di tengah-tengah sistem alam yang sudah disetting default oleh penciptanya. […]