Mengapa Interaksi Sosial Kita Kian Rempong?

Konon, mengapa kehidupan kita sekarang sedemikian rempong? Sebab pendidikan di keluarga banyak yang belum mampu memberikan rasa yang paripurna pada manusia-manusia di dalamnya. Bahwa manusia punya hasrat untuk eksis, diakui, dan mendapatkan segala bentuk pengakuannya memang iya. Tapi keluarga lah yang bisa membentuk manusia untuk selesai dengan dirinya sendiri sebelum berurusan dengan banyak manusia di […]

Makin Tua Makin Bertapa

Selain Nabi Muhammad, umumnya anugerah kenabian sudah bersifat bawaan. Sementara Nabi Muhammad, beliau menjalani kehidupan manusiawi hingga paripurna menjadi manusia, baru diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Hal yang sering diabaikan dalam mempelajari shirah adalah bahwa Nabi tidak menyadari dirinya akan menjadi Nabi. Bahkan karena lamanya jarak antara wahyu pertama dengan wahyu berikutnya, Nabi sampai mengalami […]

Seandainya Beneran Ada Negara

Kalau sistem kenegaraan kita jelas, negara kan harusnya yang punya roadmap jangka panjang. Tidak bisa diklaim oleh politisi mana pun sebagai keberhasilannya. Pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, dll semestinya sudah merupakan kewajiban setiap zaman mesin penyelenggara negara (birokrat). Keberadaan politisi itu hanya mempercepat dan meningkatkan pelayanan (kalau bisa). Minimal tidak ngruwet-ngruweti dan menyabotase. Jadi, dengan roadmap […]

Paradoks Negara Republik

Negara republik yang sehat itu ditandai dengan banyaknya badan-badan otonom yang bekerja secara otomatis berdasarkan undang-undang. Nggak main instruksi-instruksian lagi. Sebab apa perintah undang-undang, ya itu dijalankan. Ada sebab, maka ada respon. Efisien. Legislatif dan eksekutif menjalankan perannya secara efisien. Legislatif aktif membangun kemitraan dengan eksekutif dalam perumusan undang-undang yang berpihak pada aspirasi rakyat dan […]

“Teken” untuk Bertahan

Kolonialisme yang dilakukan bangsa-bangsa Eropa menurut saya juga tidak mereka sadari sepenuhnya. Mereka hanya termakan doktrin tokoh-tokoh mereka sendiri tentang keunggulan ras dalam wacana antroposentrisme yang dijiwai semangat “mengumpulkan kekayaan” akibat kemelaratan yang mereka alami cukup lama. Akibat kerakusan mereka, toh akhirnya mereka menuai kehancuran ketika mengalami Perang Dunia sampai dua kali. Dengan dua kali […]

Menjajah Bangsa Sendiri

Saya mulai bisa memahami alasan Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Kerajaan Belanda hanya mengakui kedaulatan Indonesia pada 27 Desember 1949. Selain Belanda ogah membayar ganti rugi perang (sebab jika mengakui 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaan Indonesia, berarti agresi-agresi militer Belanda adalah bentuk penyerangan kepada negara lain yang berdaulat, sehingga dengan mengakui […]

Jadi Warga Negara, Bukan Anggota Gengster

Sejak mengikuti postingan-postingan Bang Abdi Johan, saya banyak mendapat pencerahan, terutama kesadaran tentang hukum. Itulah mengapa kasus pembakaran bendera kemarin menjadi begitu sederhana di mata saya. Itu persoalan yang seharusnya sangat mudah diselesaikan dengan hukum yang sudah ada. Pengibar benderanya, oknum banser pembakar bendera, dan penyebar videonya ditangkap. Pengibar bendera diperiksa motif pengibaran benderanya. Oknum […]

Sistem Ambigu, Politisi Happy

Di negara-negara Eropa, meskipun para legislator itu dipilih dalam pemilu yang menggunakan sistem partai, kedudukan mereka setelah terpilih adalah merdeka dan tidak tunduk pada perintah (partai). Kedudukan mereka dilindungi konstitusi. Legislator itu mewakili rakyat dan menggunakan hati nuraninya untuk memperjuangkan hak-hak rakyat. Konstitusi menjamin mereka, meskipun mereka dipecat dari partai karena tidak mengikuti kehendak partai. […]

“Melawan” LGBT

Persenggamaan ala LGBT maupun persenggamaan suami istri yang sah, pada tataran fisiknya memang sama-sama untuk mencari kepuasan seksual. Jadi pelaku LGBT kalau mau diejek dan dibantah dengan argumen yang menyangkut fisik, mereka bisa dengan enteng menjawab, “yang penting kan puas”. Selesai. Persoalan LGBT itu sebenarnya hanya efek paling terluar dari manusia yang kehilangan visi hidup […]

Meniru yang Salah Arah

Feminisme itu muncul karena perlawanan kaum perempuan terhadap tekanan kaum laki-laki di Barat, baik dalam konsep rumah tangga maupun kebudayaan. Saya tidak tahu persis motifnya, tapi intinya itu adalah sebuah reaksi atas gejala sosial yang terjadi. Anehnya, orang-orang sini ikut-ikutan mengusung feminisme melalui definisi-definisi lucu dan menurut saya cacat dan tidak konsisten. Dalam kebudayaan kita, […]