Tafakur

Kumpulan tulisan renungan dan tafakurku

  • Candi

    Kagumilah bangunan-bangunan Candi dari sisi ketekunannya moyang bangsa ini dalam membuat rancangan arsitektur yang rumit, halus, dan presisi. Karena terbukti hingga hari ini, tidak ada satupun arsitek dan insinyur sipil di dunia yang mampu membuat bangunan Candi sekokoh itu lagi. Artinya teknologi bangsa kita sedang downgrade sampai level ndlosor kaffah. Semoga dari melihat Candi kita…

  • Generasi Iqra’

    Salah satu implementasi “iqra’ bi ismi rabbika” adalah kesadaran kita tentang sangkan paran. Itulah mengapa umat Islam yang ber-iqra’ tidak bakal mempan diadu domba dan ditipu dengan istilah-istilah, sekalipun diklaim istilah “Islami” dan menggunakan bahasa Arab. Umat Islam yang iqra’ pasti senang dengan sejarah, dia akan sangat detil memahami sejarah makanan yang sampai ke mulutnya…

  • Tidak Jelas Itu “Baik”

    Hal yang menarik sekaligus menyelamatkan bangsa Indonesia barangkali adalah ketidakjelasan yang parah, saking kreatifnya para individunya. Jadi kalau orang berhimpun dalam partai A, seolah visinya sama, padahal nggak. Kalau orang berhimpun pada ormas B, dikira mikirnya begitu semua, padahal nggak. Ini tanah Nusantara Bung, tanahnya bangsa yang aneh. Orang yang baik di tanah ini, sabarnya…

  • Mengapa Kita Sering Bertengkar

    Shalat wajib yang dilakukan Nabi yang bisa disaksikan oleh umat Islam kala itu kira-kira sejumlah 5 x 365 hari x 10 tahun = ???. Di masa beliau hidup dan menunaikan shalat, tentu terjadi pergantian waktu, pergantian musim. Sebagai seorang manusia, beliau tentu kadang kedinginan, kepanasan, mungkin juga pegal-pegal, dan kadang mengalami berbagai hal yang sifatnya…

  • Ilmu, Baru Kemudian Ideologi

    Hasil dari proses memahamiku selama ini, ILMU itu lebih tinggi dari IDEOLOGI. IDEOLOGI itu buatan manusia berdasarkan kemampuannya memahami, setelah ia mendapatkan ilmu. Orang yang terjebak pada fanatisme ideologi akan cenderung jumud dan jadi fansboy yang mudah diaduk-aduk oleh kepentingan. Apa lagi jika IDEOLOGI sudah dimanifestasikan menjadi METODE atau MANHAJ. Lebih ngeri lagi jika MANHAJ…

  • Kebenaran Tunggal

    Kebenaran hakiki itu tunggal, ia menjadi puncak dari hierarki kebenaran. Kebenaran hakiki bersumber dari Allah dan mewujud dalam kesadaran manusia untuk beriman. Tidak ada dikotomi dengan istilah kebenaran agama dan kebenaran sains. Jika ada dua hal bertolak belakang, curigailah bahwa salah satu atau kedua-duanya adalah ilusi kebenaran, dan curigai pula metodologi kita yang salah sehingga…

  • CCTV

    Allah maha baik. Dia tidak membiarkan otak kita memiliki kemampuan otomatis untuk memutar balik sebuah kejadian layaknya sebuah CCTV ketika menganalisis sebuah peristiwa ketika berada di TKP. Sehingga lahirlah dinamika berita, dan dari situ Dia kasih teka-teki kepada kita untuk meneliti. Jika salah dengar jadinya salah keputusan, jika sengaja ngarang cerita jatuhnya dusta. Efek salah…

  • Kemurnian

    Mbah Nun sudah pernah mengulas betapa tidak percayanya kebanyakan orang sekarang terhadap kemurnian. Sehingga kalau ada tindakan baik, pasti dikejar motifnya dalam rangka apa. Kalau dijawab “ya dalam rangka berbuat baik, lillahita’ala”, mayoritas orang tidak percaya. Ketidakpercayaan ini tidak lahir tiba-tiba, tetapi oleh realitas di mana memang banyak orang berbuat baik sebagai lipstik di muka….

  • Hijrah ke Thaif

    Yang membuat saya hijrah dari kota kecil ke desa yang berada di tepian Bengawan Solo karena di sini saya belajar tentang keberanian, berpikir jujur, dan hidup dengan sederhana. Di komunitas orang-orang “gila” ini, kami belajar saling percaya untuk menjaga nilai-nilai kehidupan yang diyakini. Jika ada yang “nyampah” dari kami, nanti pasti akan tersingkir dengan sendirinya,…

  • Liberadikal

    Liberalisme itu cuma kutub lain dari fundamentalisme/radikalisme. Keduanya sama-sama ekstrim. Dan biarkan mereka yang ejek-ejekan, biar gelut saja. Semoga hasilnya nanti netral. Hidup itu ya radikal sekaligus liberal. Terhadap keyakinan hidup ya radikal dong. Terhadap realita zaman ya harus liberal. Selama radikal dan liberalnya pada takaran yang tepat hidup akan indah. Setiap hal itu punya…