Tafakur

Kumpulan tulisan renungan dan tafakurku

  • Ritme Kehidupan Umat Islam

    Terkadang kita menyepelekan ritme waktu yang sudah Allah tetapkan pada manusia. Karena disepelekan, maka tidak perlu heran jika akhirnya kita menjadi umat yang disepelekan juga di peradaban. Soal waktu shalat, sudah mafhum kita soal pembagian waktunya. Cuma era digital hari ini membuat kita kehilangan kesadaran waktu yang sesungguhnya, wong acuan waktu shalat kita bermodal jam…

  • Uji Fokus

    Setelah Istanbul, kemudian Madinah, di Masjid Nabawi lagi. Seberani inikah test-nya. Hemmm, lagi-lagi kasihan keluarga dari para petugas keamanan yang ikut wafat akibat “perencanaan” ini. Kita berbelasungkawa kepada mereka yang ditinggal para lelakinya, insya Allah para petugas ini gugur sebagai syuhada. Lalu, akan muncul hastag, foto profil, dan umpatan khas pengguna medsos yang baper. Dan…

  • Salam Sejahtera untuk Petani

    Sejak zaman imperialisme-kolonialisme dijalankan di tanah Nusantara ini, kaum petani adalah kaum yang paling “tertindas” karena mereka dihisap secara zalim, dirampas hak kehidupannya oleh lurah hingga Gubernur Jenderal, dari zaman kolonial hingga zaman NKRI hari ini. Dan dari situ saya sadar betapa mulianya para petani yang hari ini tetap menjalankan tugas Ketuhanan tersebut, yakni bermesra…

  • Dua Jenis Profesi

    Menurutku, jika ditarik secara garis besar, profesi yang ada di dunia ini cuma dua jenis, pertanian dan perdagangan. Pertanian itu sesuatu yang prinsipnya menanam atau berinteraksi dengan sumber originalnya. Saham mayoritasnya Allah, manusianya cuma kebagian merawat dan melakukan hal-hal yang sesuai dengan ketentuan-Nya. Makanya untuk yang menjalankan profesi ini, mereka tidak dituntut apa-apa kecuali sabar…

  • Undlap-Undlupisme

    Dari kamar, sayup-sayup terdengar berita televisi yang sedang ditonton ayah tentang aktivitas kapal ilegal di salah satu perairan sekitar Indonesia. Kapal tersebut memiliki beberapa bendera, dan saat memasuki wilayah Indonesia mereka kibarkan sang Merah Putih sehingga oleh tim patroli laut dikiranya nelayan Indonesia, sebelum akhirnya ketahuan dan ditangkap. Sebuah fenomena undlap-undlup. Tiba-tiba saya nyengir. Itu…

  • Serba-Serbi Filsafat Islam

    Mengikuti kajian tentang Pak AM Saefudin, yang menjadi peletak dasar Islamisasi Kampus membuka wawasan baru tentang bagaimana seharusnya melahirkan generasi intelektual Islam. Bukan sekedar Islami dalam arti formal seperti yang menjebak kalangan umat Islam sekarang, tapi Islami sejak filsafat berpikirnya sehingga dia tidak memiliki kepribadian yang terbelah, tetapi integral sebagai seorang aktivis sekaligus pemikir andal….

  • Filsafat

    Dari ilmu yang dipelajari dan berjibun di sekolah dan universitas, ada filsafat yang mendasarinya. Meski sudah sekolah bertahun-tahun, saya baru menyadari filsafat yang mendasari ilmu-ilmu yang saya pelajari ketika hampir lulus kuliah. Dan kesadaran itu baru hadir saat mengikuti kajian Studi Peradaban Islam dan berdiskusi panjang dengan mas Ricky Elson. Sebagai orang yang kuliahnya kebetulan…

  • Rumiwood

    Ketika Jalaluddin Rumi mulai memasuki layar Hollywood, umat Islam kembali kecolongan. Bukan, bukan soal filmnya kalah duluan dibikin, katanya film “haram”, qiqiqi. Tapi, ini soal martabat umat Islam, yang memang sejak 6 abad silam digerogoti dan dihancurkan. Di era ini, kita sedang “menikmati” itu, tanpa sadar dan tanpa kesedihan sedikitpun, sebab di balik kehancuran martabat…

  • Sekutu Datang, Bung Tomo Hilang

    Dulu sih baru berlaku penguasaan modal, kini sudah memasuki fase pemusatan modal yang dimulai dari tingkat regional menuju global. Dan masih seperti dulu, umat Islam tetap ribut satu sama lain soal remeh temeh, termasuk soal urusan dunia yang dikemas seolah-olah bagian dari agama, tetap tidur lelap dalam dongeng-dongeng yang sebenarnya harus dikupas dan diaktualisasikan dalam…

  • Belajar dari Medsos

    Salah satu hikmah penting bermedsos adalah belajar untuk tidak baper. Bagi saya, status orang lain adalah privasi mereka. Termasuk jika kadang pribadi, organisasi, atau sesuatu yang terkait saya seolah tersindir oleh status orang lain, maka saya anggap bukan apa-apa. Boleh jadi mereka sedang menulis untuk orang lain, bukan untuk saya. Dan saya lebih fokus menulis…